Mengenal Manfaat Re-Investasi, Rahasia Orang Kaya Semakin Kaya

Mau tahu bagaimana caranya memaksimalkan bahkan melipatgandakan benefit/keuntungan dari investasi yang telah kamu dapatkan? Reinvestasi atau reinvestment adalah salah satu langkah yang paling mudah yang bisa kamu lakukan.

Apa itu reinvestasi?

Reinvestasi bisa diartikan sebagai praktik menggunakan pendapatan dari investasi untuk membeli sekuritas tambahan, daripada menerimanya secara tunai. Pendapatan dari investasi bisa berupa dividen, bunga, atau bentuk lainnya.

Untuk sebuah perusahaan reinvestasi bisa juga diartikan dengan penggunaan laba ditahan untuk  mengganti aset yang terdepresiasi atau untuk menambah stok modal yang ada.

Reinvestasi ini dapat dilakukan ketika investor menganggap bahwa keuntungan yang diperoleh dari investasi masih berupa "uang dingin" yang belum mendesak digunakan untuk konsumsi. Praktek reinvestasi ini dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan setiap investor.

Konsep reinvestasi ini bisa diterapkan dalam berbagai instrumen lain seperti deposito, reksa dana, saham dan sebagainya. Tingkat keuntungan dalam reinvestasi dikenal dengan istilah reinvestment rate.

Telah banyak perusahaan reksa dana dan layanan investasi lainnya yang menawarkan reinvestasi otomatis atas dividen dan distribusi keuntungan modal kepada para investor mereka. Jika tidak diinvestasikan kembali, dana ini akan dibayarkan kepada investor sebagai uang tunai.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Konsep Reinvestasi

konsep reinvestasi

Untuk yang masih belum bisa memahami konsep dan inti dari reinvestasi baik itu caranya atau bagaimana memaksimalkannya bisa berikut contoh simulasinya:

Ratna membeli sukuk tabungan senilai Rp10.000.000 dengan imbalan sebesar 5,5% per tahun. Dari investasi surat berharga syariah tersebut, Ratna memperoleh keuntungan sebesar Rp467.500 selama setahun atau Rp935.000 selama dua tahun setelah dikurangi pajak sebesar 15%.

Di akhir periode investasi,Ratna memiliki dua pilihan:

  • menggunakan Rp935.000 untuk membeli baju baru atau
  • melakukan reinvestasi Rp935.000 di instrumen investasi lain yang menurutnya menarik, misalnya saham.

Namun pada dua pilihan itu terdapat juga dua konsekuensi yang berbeda. Secara umum, nilai barang konsumsi seperti baju cenderung turun di masa mendatang. Sementara, investasi saham memiliki kemungkinan peningkatan harga (dan juga penurunan harga!) di masa depan.

Ratna kemudian berpikir bahwa baju yang dimilikinya sudah cukup banyak dan masih sangat layak pakai. Oleh karena itu, dia memutuskan menunda konsumsi dan melakukan reinvestasi keuntungan sukuk itu di saham syariah dengan harapan bisa melipatgandakan nilainya di masa mendatang nanti.

Tentu saja, selain potensi keuntungan, keputusan reinvestasi tetap memiliki risiko yang tidak dapat dipisahkan. Jika harga saham tersebut turun lalu Ratna meustuskan untuk menjual saham tersebut maka tentu saja dia akan mengalami kerugian. Uang yang sebelumnya dimiliki sebesar Rp935.000 bisa saja turun menjadi Rp800.000 atau Rp700.000.

Baca Juga:  6 Trik Investasi Selama Pandemi yang Wajib Diterapkan

Konsep reinvestasi ini bisa dikatakan mirip dengan konsep laba ditahan di perusahaan. Saat memperoleh keuntungan, perusahaan memiliki beberapa kemungkinan yaitu:

  • membagikan seluruh keuntungan tersebut sebagai dividen kepada pemegang saham
  • melakukan reinvestasi kembali yang juga bisa diartikan sebagai tabungan aset perusahaan
  • menggunakannya sebagian untuk ekspansi demi pertumbuhan yang lebih baik di masa depan

Manfaat Reinvestasi

manfaat reinvestasi

1. Bisa Dijadikan Tabungan untuk Masa Tua

Salah satu rahasia orang kaya tetap sejahtera di masa tuanya adalah, mereka yang memanfaatkan keuntungan yang mereka dapat untuk dikelola kembali menjadi investasi dan menyimpannya sebagai tabungan di hari tua.

2. Simpanan untuk Liburan Panjang di Akhir atau Awal Tahun

Untuk kamu yang ingin memiliki tambahan dana untuk rencana liburan panjang mu di akhir atau awal tahun depan. Kamu bisa reinvestasi keuntungan dari investasi sebagai tambahan biaya untuk travelling nanti.

3. Dana Pendidikan di Masa Depan

Selain tabungan pendidikan, kamu juga bisa memanfaatkan reinvestasi sebagai tabungan alternatif tambahan untuk pendidikan anak atau kamu sendiri masa depan. Reinvestasi akan memudahkan mu untuk mencapai target apalagi jika investasi yang sedang digunakan sedang menguntungkan.

4. Modal Usaha Cadangan

Jika kamu dimasa depan sudah merencanaka untuk melakukan ekspansi atau menambah cabang usaha yang sedang kamu jalani. Selain menabung profit usaha kamu untuk disisihkan menjadi modal usaha berikutnya, kamu juga bisa memanfaatkan reinvestasi sebagai uang tabungan lainnya agar rencana ekspansi kamu semakin lancar.

Baca Juga: Cara Investasi Emas yang Lagi Tren Saat Ini

Makin Pintar Atur Duit dengan Reinvestasi

Dengan melakukan reinvestasi terhadap profit investasi yang sudah kamu peroleh artinya kamu juga telah berhasil menahan diri kamu untuk melakukan pemborosan terhadap hal-hal yang tidak terlalu penting. Dengan reinvestasi kamu tidak hanya punya uang simpanan tambahan tapi juga penambahan keuntungan dari investasi kamu sendiri.

Baca Juga: Sambut 2021: Ini Cara Wujudkan Resolusi Keuangan!