Cara Investasi Emas yang Lagi Tren Saat Ini

Sebagian besar masyarakat yang masih memiliki pola pikir klasik cenderung menjadikan emas sebagai pilihan investasi yang utama. Namun, tidak sedikit pula yang bingung bagaimana memulai investasi emas yang baik.

Apakah investasi emas dimulai dengan cara membeli emas ANTAM sendiri lalu menyimpannya di brankas? Atau beli perhiasan emas sebanyak-banyaknya dan disimpan di rumah?

Lalu cara mana yang terbaik, aman dan menguntungkan untuk mulai investasi emas?

Anda tak perlu bingung, sebab secara prinsip investasi emas memang berawal dari membeli emas, menyimpannya, dan menjual kembali saat harga emas naik, sehingga Anda mendapatkan keuntungan.

Baca Juga: Mau Berinvestasi Emas? Lakukan Ini untuk Tahu Mana Emas Asli atau Palsu

Apa Saja Cara Investasi Emas yang Banyak Dilakukan Saat Ini?

Bagi Anda yang kesulitan memulai investasi emas, simak empat pilihan cara investasi emas yang bisa Anda lakukan. Mulai dari yang konvensional sampai yang modern berbasis teknologi digital.

1. Investasi Paling Klasik: Beli Emas Koin atau Batangan

Ilustrasi logam mulia

Cara pertama dan yang paling kuno dalam berinvestasi emas adalah membeli emas koin dan batangan. Sejak zaman dahulu orang-orang kaya telah banyak menimbun emas dalam bentuk fisik sebagai harta kekayaan yang akan mereka wariskan ke anak cucu mereka di masa depan.

Seiring perkembangan zaman, minat investasi emas dengan membelinya menjadi surut karena hadirnya berbagai instrumen investasi yang lain semisal investasi pasar modal.

Di negara-negara tertentu, emas masih dipandang sebagai simbol kekayaan sehingga permintaan emas fisik dalam bentuk koin dan batangan tetap besar. India dan Cina, misalnya, terkenal sebagai negara dengan sumber permintaan emas terbesar di dunia.

Walau cara tersebut terkesan klasik ataupun konvensional, ternyata membeli emas di toko emas atau langsung ke gerai PT ANTAM masih menjadi favorit sebagian besar masyarakat pecinta investasi ini.

Selain karena harga emas yang terjangkau, likuidnya juga bagus alias mudah dijual saat dibutuhkan. Inilah sebabnya banyak di antara mereka memilih cara ini. Dalam kurun waktu beberapa lama, misalnya 3-5 tahun, mereka menjual emas tersebut dan biasanya harganya sudah naik.

Dengan cara seperti ini, investor bisa mendapatkan keuntungan dari investasi emas fisik ini. Di luar itu, ada pula sebagian investor yang memanfaatkan emas untuk keperluan simpanan jangka panjang, seperti untuk berangkat haji atau menyekolahkan anak di luar negeri.

Kelemahan dari jenis investasi ini adalah Anda perlu mempunyai tempat penyimpanan dan asuransi untuk mengamankan aset emas yang dimiliki. Tentu ada ongkos yang tidak murah. Sebab menyimpan di safe deposit box atau brankas tetap harus mengeluarkan biaya sewa.

Baca Juga: Bingung Mau Investasi Emas UBS atau Antam? Ketahui Perbedaan Keduanya

2. Buka Tabungan Emas di Pegadaian 

Ilustrasi Pegadaian Emas di Pegadaian

Tabungan emas  merupakan modifikasi dari cara klasik investasi emas. Dengan tabungan emas ini Anda bisa membeli emas logam mulia dengan cara mencicil. Tak perlu khawatir, menabung emas di PT Pegadaian (Persero) aman sebab perusahaan telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Anda bisa membeli emas dengan cara menabung yakni melakukan transfer ke rekening Tabungan Emas Pegadaian. Harga emas bisa dibeli mulai sebesar 0,1 gram.

Selanjutnya, apabila uang di tabungan emas Anda sudah terkumpul, misalnya uang di Tabungan Emas sudah setara dengan harga 5 gram emas maka Anda bisa menukarnya dengan emas bentuk fisik (logam mulia Antam).

Tabungan emas Pegadaian dikelola secara profesional dan transparan. Anda dapat melakukan buyback mulai dari 1 gram dan dapat melakukan pembelian atau nabung emas mulai dari 0,01 gram. 

Baca Juga: Cara Buka Rekening Tabungan Emas di Pegadaian (Online dan Offline)

3. Menerima Return dengan Cara Trading Emas

Trading Emas
Ilustrasi Trading Emas

Cara ketiga jika ingin terjun ke investasi emas adalah dengan melakukan trading emas. Meskipun sebagian kalangan tidak beranggapan bahwa aktivitas ini tidak disebut sebagai bentuk investasi karena tidak bersifat jangka panjang dan juga tidak benar-benar memegang emas, trading emas bisa menjadi jalan untuk mendapatkan keuntungan dari emas, tanpa memegangnya.

Kelebihannya, investor tidak perlu bingung harus menyimpan emas di mana. Kemudian bisa meraih keuntungan saat harga naik atau turun serta bisa melakukan investasi dengan modal yang minim. Dengan memanfaatkan fasilitas dari broker forex, seorang investor bisa melakukan trading emas secara real time dari seluruh dunia.

Kelemahannya adalah trading emas tergolong investasi berisiko. Butuh pengetahuan dan waktu yang total melakukan monitoring transaksi ini. Di sisi lain potensi rugi juga harus dipahami investor.

Seorang trader bisa mendapatkan keuntungan dari pergerakan emas yang naik atau turun. Sama halnya dengan tetap bisa berpotensi mengalami kerugian dari pergerakan naik turunnya harga emas. Bahkan, bisa jadi volatilitas yang terjadi hanya dalam beberapa waktu saja.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

4. Mendapatkan Nilai Emas dari Saham Perusahaan Emas

Saham Freeport
Ilustrasi Saham Perusahaan Emas

Langkah keempat untuk mendapatkan untung dari investasi emas adalah dengan membeli saham perusahaan yang operasionalnya berkaitan dengan penambangan. Tapi, investasi jenis ini juga punya risiko besar walaupun untungnya juga bisa besar.

Membeli saham perusahaan emas merupakan alternatif diversifikasi yang menarik bagi semua orang. Keuntungan investasi saham emiten emas ini adalah investor bisa mendapatkan keuntungan apabila harga saham naik. Tentunya, kenaikan harga saham dipengaruhi banyak faktor seperti kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba.

Kekurangan dari jenis investasi ini adalah membeli saham perusahaan emas bisa saja berisiko nilai sahamnya turun. Ini bisa diakibatkan beberapa hal, seperti perubahan harga emas atau bisa juga karena kesalahan manajerial perusahaan.

Berikut contoh saham-saham emiten emas yang bisa dibeli untuk investasi. 

- Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) 
- Saham PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) 
- Saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) 
- Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 
- Saham PT United Tractors Tbk (UNTR)

Baca Juga: Cara Nabung Saham 'Yuk Nabung Saham' Bursa Efek Indonesia

Pahami Segala Risikonya untuk Mendapatkan Imbal Balik Maksimal

Emas bisa menjadi lumbung mendapatkan lebih banyak keuntungan lewat empat pilihan investasi seperti uraian di atas. Namun, di balik besarnya potensi dari investasi emas, perlu diwaspadai bahwa penipuan bisa saja terjadi.

Sampai hari ini sudah sering terjadi penipuan terkait dengan investasi emas. Karena itu, Anda perlu berhati-hati dan mencermati tawaran dari siapa pun. Apalagi jika sistemnya atau perusahaannya tidak jelas. Jika bisa, telitilah sendiri apakah perusahaan yang menyediakan investasi emas tersebut memang benar atau bisa dipercaya.

Dan tentunya, yang perlu diingat adalah tidak ada investasi yang tidak berpotensi mengalami kerugian. Jika ada yang mengatakan ada investasi emas yang akan memberikan return tetap setiap bulan sekian persen, di situlah Anda perlu waspada. Memahami cara kerja investasi emas dengan segala risikonya membuat Anda bisa lebih maksimal untuk mendapatkan imbal balik yang terbaik.

Baca Juga: Lebih Untung Investasi Emas atau Reksa Dana? Ini Penjelasannya