Ongkos Kirim JNE Cs Naik, Siasati dengan Cara Ini

Siapa yang suka belanja online? Sudah tahu belum, ongkos kirim atau ongkir barang sejumlah perusahaan kurir mengalami kenaikan. Imbasnya tentu saja ke para pedagang online dan konsumen karena biaya pengiriman bisa lebih mahal ketimbang harga barang yang dibeli. 

Hal ini bermula dari adanya kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU) atau biasa disebut biaya kargo udara oleh maskapai penerbangan. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya sudah lebih dari 300% sejak Juni 2018 sampai Januari 2019. Akibatnya tentu saja mengerek tarif pengiriman barang, terutama yang menggunakan pesawat. 

Lalu perusahaan jasa kurir mana saja yang menaikkan ongkos kirim barang?

Baca Juga: Mengintip Gebrakan Bos JNE Hadapi Arus Digitalisasi Lewat Transformasi Bisnis

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

JNE

JNE via Website JNE
JNE via Website JNE

PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), perusahaan ekspedisi yang sudah 28 tahun berdiri ini menaikkan ongkir untuk layanan Reguler, OKE, dan YES per tanggal 15 Januari lalu. Tarif JNE naik rata-rata sebesar 20% untuk pengiriman paket dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) ke seluruh Indonesia. Jadi besarannya tergantung tujuan pengiriman paket dan jenis layanan. Sedangkan untuk pengiriman barang masih di lingkup dalam kota Jabodetabek, tetap berlaku tarif normal. Kamu bisa cek ongkir JNE di https://www.jne.co.id/id/tracking/tarif.

Contoh ongkir JNE dari Jakarta tujuan Denpasar dengan berat 1 kg:

Layanan

Tarif

Estimasi

OKE

Rp24.000

2-3 hari

REGULER

Rp28.000

1-2 hari

YES

Rp50.000

1 hari


Pos Indonesia

Pos Indonesia
Pos Indonesia

Pos Indonesia ikut menaikkan ongkos kirim barang dengan rata-rata sebesar 30% dari tarif awal. Kenaikan tarifnya beragam, tergantung daerah tujuan. Kenaikan tarif per 1 Januari ini untuk kategori layanan Express Mail Service, Pos Ekspor, Paketpos Cepat Internasional, dan Tercatat (R) Internasional. Cek tarif layanan antar Pos Indonesia di http://www.posindonesia.co.id.

Contoh ongkir Pos Indonesia dari Jakarta tujuan Denpasar dengan berat 1 kg:

Layanan

Tarif

Estimasi

Paket Kilat Khusus

Rp31.000

2-4 hari

Express Next Day Barang

Rp34.000

1 hari


J&T Express

J&T Express via Website resminya
J&T Express via jet.co.id

Dibanding rivalnya JNE dan Pos Indonesia, perusahaan ekspedisi J&T Express lebih dulu tancap gas menaikkan tarif pengiriman sejak 1 Desember 2018. Penyesuaian tarif ini sebagai dampak kenaikan tarif kargo pesawat beberapa maskapai penerbangan. Dari penelusuran di http://www.jet.co.id/tariff, biaya kirim paket dari Jakarta ke Denpasar kena Rp25.000 per kilonya. Harga tersebut naik 13,6% dari tarif sebelumnya Rp22.000.

Sicepat

Sicepat
Sicepat via sicepat.com

Dikutip dari Katadata, tarif pengiriman paket menggunakan jasa PT Sicepat Express telah naik sejak awal tahun ini sekitar 10-12%. Cek ongkir Sicepat ke seluruh tujuan http://sicepat.com/deliveryFee.

Contoh ongkir Sicepat dari Jakarta tujuan Denpasar dengan berat 1 kg:

Layanan

Tarif

Estimasi

REG

Rp28.000

1-2 hari

BEST

Rp50.000

1 hari

Cargo

Rp20.000

1 -2 hari

Baca Juga: Batas Bebas Bea Masuk Belanja Online dari Luar Negeri Turun, Ketahui Fakta-Fakta Ini

Tips Hemat atau Gratis Ongkir Paket

Barang Kiriman
Tips Hemat atau Gratis Ongkir Paket

Tenang saja, banyak jalan menuju roma. Masih ada cara untuk menyiasati mahalnya biaya layanan antar. Biasanya pengiriman paket oleh perusahaan ekspedisi menggunakan dua perhitungan, yakni:

1. Tarif Kilogram

Kalau ukuran paket kiriman kamu kecil tapi berat, maka biasanya langsung kena tarif kilogram. Di mana paket ditimbang beratnya, lalu dikalikan dengan tarif sesuai pilihan layanan antar dan tujuan pengiriman.

2. Tarif Volume

Sedangkan kalau paket terasa enteng, tapi berukuran besar, maka biasanya kena tarif volume. Paket diukur dengan meteran, lalu dikonversi menjadi berat kilogram. Rumusannya: (Panjang x Lebar x Tinggi) : 6.000. Kemudian hasilnya dikalikan dengan tarif per kilogram sesuai pilihan layanan dan tujuan pengiriman.

Beberapa cara untuk menghemat biaya ongkir barang saat belanja online ataupun mengirim paket, antara lain:

  • Cari perbandingan tarif ongkir

Namanya mau hemat, kamu perlu upaya ekstra. Salah satunya mencari informasi tarif jasa pengiriman beberapa perusahaan ekspedisi. Biasanya di toko online ada pilihan layanan antar, menggunakan JNE, TIKI, Posindo, atau jasa kurir lain. Cari yang paling ekonomis, memasang harga paling murah, namun berkualitas.

Kamu juga bisa meminta kepada penjual untuk mengirim barang dengan jasa pengiriman termurah. Perlu diingat, kalau tarif ongkir murah akan berpengaruh terhadap waktu estimasi barang atau paket sampai tujuan. Misalnya layanan antar estimasi 2-3 hari lebih murah ketimbang 1 hari sampai.

  • Cari penjual yang memberi gratis ongkir

Kalau ada penjual online yang memberikan gratis ongkir dengan barang sama, kenapa harus memilih yang bayar. Kamu harus rajin ngecek toko-toko online yang menawarkan layanan tersebut. Layanan gratis ongkir tersebut ada yang diberikan tanpa syarat maupun sebaliknya. Biasanya kalau dengan syarat, ada minimum pembelian untuk mendapatkan gratis ongkir.

  • Perhatikan paking paket kiriman

Kalau kamu merintis bisnis online, paking barang menjadi hal yang harus diperhatikan untuk menghemat ongkos kirim. Sebab, jika kamu sudah deal transaksi dengan pembeli untuk tarif kirim 1 kg, lalu cara pakingnya salah sehingga lebih dari 1 kg, maka kamu sebagai penjual yang akan rugi. Paking harus bagus, dan disusun secara rapi supaya paket kiriman tidak terlalu besar, serta beratnya berkurang. Biasanya jasa kurir punya batas toleransi, misalnya paket kiriman 1,2 kg, maka tarifnya tetap dihitung 1 kg.     

  • Datangi kantor cabang utama pengiriman

Mau kirim paket dengan harga murah dan lebih cepat? Datangi cabang utama resmi jasa pengiriman, sehingga tidak lewat agen. Sebab biasanya di agen pengiriman, misal berat paket 1,2 kg sudah dihitung 2 kg.

  • Belanja online saat ada promo dan diskon

Jika ingin hemat berbelanja, termasuk untuk urusan ongkir, manfaatkan event promo atau diskon besar, seperti Harbolnas yang digelar setiap tahun, tepatnya tanggal 12 Desember. Selain banjir promo atau diskon gede-gedean, ketika datang Harbolnas, banyak toko online yang menawarkan gratis ongkir.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kenaikan ongkos kirim atau ongkir barang memang tak bisa dihindari lagi sebagai buntut dari penyesuaian tarif kargo pesawat. Meski mahal, jangan lantas bikin semangat kamu kendur menjalankan bisnis online maupun berbelanja sebagai konsumen. Sebab jasa ekspedisi, penjual, dan pembeli merupakan ekosistem dalam bisnis online yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Tapi ingat ya, belanja dengan bijak sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Perbedaan Jasa Pengiriman Pos Indonesia, JNE, Tiki, Fedex, dan Online