Pandemi Belum Kelar, Mending Investasi Deposito yang Paling Aman

Deposito masih menjadi instrumen investasi yang paling diminati. Selain untuk simpanan, deposito juga dapat dipilih sebagai instrumen investasi.

Deposito merupakan salah satu produk simpanan perbankan. Deposito dianggap lebih aman dibanding instrumen investasi lain, seperti reksadana, saham, properti, atau lainnya.

Kamu juga dapat mempersiapkan masa depan keuanganmu melalui deposito. Bila kamu tertarik menempatkan uang di deposito, pastikan kamu memahami produk ini dengan baik agar dapat memperoleh manfaat maksimal.

Baca Juga: Apa Itu Trader Investasi? Pengertian, Jenis dan Keuntungannya

Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

loader
Deposito aman karena dijamin LPS

1. Jumlah minimum setoran

Syarat menyimpan maupun investasi pada deposito, kamu harus memenuhi jumlah minimun penempatan dananya. Masing-masing bank telah menetapkan besaran yang berbeda.

Namun untuk membuka deposito, minimal setorannya mulai dari Rp 5 juta. Tetapi sekarang ini, dengan uang mulai dari Rp 1 juta, kamu sudah bisa buka rekening deposito.

2. Tenor deposito

Deposito merupakan produk simpanan berjangka yang punya tenor atau jangka waktu. Jadi, tidak dapat ditarik atau diambil seenaknya seperti tabungan.

Tenor deposito mulai dari 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan, atau 24 bulan. Tentunya sesuai kesepakatan nasabah dan pihak bank.

Jangka waktu tersebut dapat memengaruhi besaran bunga deposito yang akan nasabah terima. Semakin panjang tenornya, makin tinggi bunganya.

Jadi, pastikan menentukan tenor yang tepat sesuai tujuan keuanganmu. Misalnya untuk biaya nikah 2 tahun lagi, berarti kamu bisa pilih tenor 18 bulan atau 24 bulan.

Baca Juga: Masalah Keuangan Bikin Pusing, Ini 8 Cara Mengatasinya

3. Penarikan deposito sebelum jatuh tempo

Uang yang disimpan di deposito dapat ditarik atau dicairkan setelah jatuh tempo. Jika diambil sebelum jatuh tempo, kamu akan dikenakan penalti.

Hampir semua bank menerapkan sejumlah persentase biaya penalti kepada nasabahnya. Jumlahnya beragam, mulai dari 0,5% hingga 2%.

Bukan hanya itu, penarikan lebih awal ini juga dibarengi dengan pengurangan jumlah bunga (hasil investasi) atau bahkan penghapusan bunga sekaligus (tergantung kebijakan bank).

4. Dijamin LPS

Depositomerupakan produk perbankan yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Syaratnya nilai simpanan tidak lebih dari Rp 2 miliar.

Jadi, bila bank tempat nasabah menyimpan uang bangkrut atau pailit, LPS  bakal mengganti duit nasabah. Dengan catatan, bank yang nasabah gunakan terdaftar sebagai anggota LPS.

5. Bunga deposito 

Suku bunga deposito memang lebih tinggi daripada jenis tabungan yang biasa. Umumnya berkisar 4% sampai 7% per tahun.

Nasabah yang mendepositkan uangnya bisa mendapat imbal hasil yang lebih baik dibandingkan menyimpan uang di rekening tabungan.

Meski ada jangka waktu penarikannya, tetapi ada bank yang memberi kemudahan bagi nasabahnya untuk mengambil bunga deposito atau mentransfer ke rekening yang dikehendaki.

Dengan demikian, nasabah masih bisa menerima pendapatan rutin dalam bentuk pembayaran bunga pada interval waktu tertentu.

Tetapi yang perlu kamu tahu, meski lebih tinggi dibanding tabungan, tetapi bunga deposito lebih rendah ketimbang imbal hasil atau return investasi seperti saham, obligasi, dan reksadana. Ini karena seebanding dengan risiko deposito yang tergolong rendah.

loader
Bunga deposito lebih tinggi dari tabungan, tetapi lebih rendah dibanding instrumen investasi lain

6. Deposito ARO dan Non-ARO 

Deposito dibedakan dalam dua jenis, yakni:

  • Deposito Automatic Roll Over (ARO)

Deposito ARO merupakan deposito yang diperpanjang secara otomatis ketika sudah jatuh tempo. Kamu tak lagi perlu meminta bank untuk memperpanjang, karena ini telah diatur sejak awal.

Jika ingin membatalkan atau mencairkan deposito tersebut, kamu harus datang ke kantor cabang bank terdekat.

  • Deposito Non Automatic Roll Over (ARO)

Deposito Non-ARO merupakan kebalikan dari deposito ARO. Deposito ini tidak akan diperpanjang otomatis ketika jatuh tempo.

Kamu harus meminta kepada pihak bank, jika ingin memperpanjang tenor. Kamu juga leluasa melakukan penarikan bunga deposito. Namun setelah masa jatuh tempo tiba, bank tidak akan membayarkan bunga lagi atas dana deposito tersebut.

Baca Juga: Sebelum Investasi, Ketahui Dulu Penyebab Harga Emas Naik Turun

Investasi Aman dan Menguntungkan

Di tengah pandemi tak berkesudahan, sangat penting memilih instrumen aman agar kamu tak merasa khawatir investasi. Jika takut untuk memulai investasi saham, reksadana, p2p lending, bahkan properti, sebaiknya menempatkan uang di produk deposito.

Apapun instrumen investasinya, tujuan utamanya adalah mengamankan dan meningkatkan kekayaan. Uang bukan cuma disimpan di lemari, dibiarkan rebahan, tanpa menghasilkan apapun.

Baca Juga: Hai Anak Muda, Terapkan 10 Tips Ini Biar Bisa Beli Rumah KPR