Hai Anak Muda, Terapkan 10 Tips Ini Biar Bisa Beli Rumah KPR

Mungkin sebagian besar orang beranggapan anak muda zaman sekarang lebih memilih untuk foya-foya menikmati masa mudanya setelah mendapatkan penghasilan. Namun, pada kenyataannya tak sedikit juga anak muda yang berusia dibawah 30 tahun sudah membeli hunian dengan memanfaatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Bagi yang belum membeli rumah, biasanya memiliki berbagai alasan yang membuat keputusan untuk segera memiliki rumah KPR menjadi terhambat. Misalnya, karena kondisi finansial, lokasi rumah yang jauh, takut berutang dan sebagainya. Apalagi sekarang ini masih pandemi Covid-19 yang membuat semua kondisi menjadi lebih tidak menentu.

Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk memiliki rumah dengan KPR yang harus dilawan dengan berbagai solusi yang tepat. Dengan begitu, keinginan untuk memiliki rumah di usia muda bisa segera tercapai.

Ada beberapa tips membeli rumah KPR yang perlu anak muda perhatikan yang telah Cermati.com rangkum dari berbagai sumber. Simak ulasannya berikut ini!

10 Tips Beli Rumah KPR

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

1. Cek Kemampuan Finansial

loader
Cek kemampuan finansial

Dengan gaji yang dimiliki, pastinya bertanya-tanya pada diri sendiri, ‘Apakah dengan jumlah penghasilan yang didapatkan sekarang bisa membeli rumah meski dengan KPR?’. Ditambah lagi, perasaan takut kondisi keuangan tiba-tiba memburuk.

Rasa khawatir dan takut dengan kondisi keuangan ketika ingin membeli rumah KPR bisa dihilangkan, yaitu kamu perlu mengecek kemampuan finansial terlebih dahulu. Mulai dari kebutuhan bulanan selama ini terpenuhi atau tidak, bayar tagihan atau cicilan lancar atau tidak dan sebagainya.

Apabali semua pos pengeluaran bisa terkendali dengan aman tanpa terlibat utang, itu artinya finansial kamu mampu memenuhi segala kebutuhan dan keperluan termasuk dalam membeli rumah dengan KPR.

2. Atur Keuangan Sesuai Kebutuhan

Menggunakan atau membelanjakan uang seenaknya hanya akan membuat kondisi keuangan menjadi kacau. Bahkan, tak jarang anak muda yang terlilit utang hanya karena banyak kebutuhan yang tidak terpenuhi dengan baik.

Untuk itu, mengatur penghasilan dengan bijak sesuai dengan kebutuhan itu menjadi hal yang penting dalam kehidupan. Sebab, keuangan akan terkendali dengan baik dan kebutuhan akan terpenuhi.

Jangan hanya memperhatikan kebutuhan pada masa sekarang saja. Akan tetapi, penting juga memenuhi kebutuhan di masa mendatang.

Baca Juga: KPR Ditolak? Jangan Putus Asa, Begini Solusinya

3. Riset Rumah KPR Sesuai Kemampuan

loader
KPR via rumah.com

Kesalahan yang sering terjadi saat anak muda membeli rumah KPR adalah tidak melakukan riset terlebih dahulu. Tak sedikit anak muda yang hanya mengikuti rekomendasi rumah KPR dari anggota keluarga atau temannya. Padahal, setiap masing-masing orang memiliki finansial yang berbeda-beda.

Tidak apa-apa kamu lebih capek sedikit karena harus riset, tapi bisa mendapatkan rumah KPR yang sesuai dengan kemampuan dan kriteria yang diinginkan. Berikut beberapa riset yang perlu anak muda lakukan, antara lain:

  • Tentukan Harga Rumah

Untuk mengetahui harga rumah yang diinginkan bukan dengan cara mengira-ngira atau asal tebak saja. Lantas bagaimana cara mengukur harga rumah yang mampu kamu beli?

Penghasilan dalam setahun x 5

Misalnya, penghasilan kamu Rp6 juta per bulan berarti dalam setahun Rp72 juta, maka:

Rp72 juta x 5 = Rp360 juta

Artinya, kisaran harga rumah yang bisa kamu beli antara Rp300 juta – Rp350 juta.

Setelah itu, kamu perlu tambahkan biaya-biaya lain dalam membeli rumah KPR mulai dari biaya sertifikat, akta jual beli, PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), notaris dan biaya KPR. Agar semua biaya-biaya ini terpenuhi, kamu tambahkan 10% dari kisaran harga rumah yang didapatkan.

Jika kamu mendapatkan harga rumah Rp300 juta, maka Rp300 juta + 10% =

Rp300 juta+ Rp30 juta = Rp330 juta

  • Pilih Lokasi Rumah yang Strategis

Selain harga, pemilihan lokasi rumah juga penting dipertimbangkan. Jangan sampai hanya karena harga rumah yang sangat murah, tapi lokasi yang jauh membuat kamu harus mengeluarkan biaya transportasi lebih besar.

Pertimbangkan lokasi rumah KPR dekat dengan stasiun kereta, pusat perbelanjaan, sekolah, fasilitas kesehatan dan pastinya juga jarak tempuh dari rumah ke tempat kerja tidak jauh.

  • Bandingkan Luas Bangunan dan Desain Rumah

Pentingnya membandingkan luas bangunan dan desain rumah KPR. Sebab, hunian ini nantinya akan menjadi tempat tinggal kamu.

Apabila, dengan kisaran harga rumah yang kamu tentukan memiliki luas bangunan yang terbatas, maka kamu pilih desain rumah yang memberikan kesan luas. Dengan pemilihan rumah dengan luas dan desain yang tepat, tentunya akan memberikan rasa nyaman.

  • Cek Kredibilitas Developer

Mengingat sekarang ini banyak sekali penipuan yang mengatasnamakan rumah KPR, tentunya kamu harus waspada. Cek kredibilitas developer terlebih dahulu agar terhindar dari hal-hal yang merugikan.

Kamu bisa memanfaatkan layanan daring dari Kementerian PUPR, yaitu Sistem Registrasi Pengembang (Sireng). Nantinya, kamu akan mendapatkan informasi nama pengembang, asosiasi, alamat dan status.

  • Pilih KPR yang Menguntungkan

Jangan asal memilih kalau kamu tidak mau rugi atau membayar cicilan KPR mahal. Untuk menghindari hal ini, pilihl KPR yang menawarkan bunga rendah dan cicilan yang ringan. Lakukan perbandingan KPR setiap bank agar mendapatkan KPR yang tepat dan menguntungkan.

4. Ajukan KPR Secara Online

Mengingat sekarang ini masih pandemi Covid-19, mengajukan KPR secara online tentunya menjadi solusi yang sangat tepat. Selain pengajuan KPR bisa dari rumah, proses pengajuannya pun akan lebih mudah, yaitu kamu hanya tinggal unggah dokumen yang diperlukan.

Kamu juga bisa melakukan perbandingan KPR dari setiap berbagai bank yang memberikan penawaran KPR. Mulai dari harga rumah, cicilan per bulan, fitur yang diberikan bank dan masih banyak lainnya.

5. Menabung Uang Muka

loader
Menabung uang muka

Biasanya dalam pembelian rumah baik secara cash maupun KPR, pihak penyelenggara akan menerapkan sistem penyetoran uang muka. Umumnya, uang muka ini berkisar antara 10% - 20% dari harga rumah yang ingin dibeli.

Siapkan uang muka ini lebih awal. Jika perlu sebelum kamu memilih rumah KPR. Agar cepat terkumpul, menabung khusus uang muka rumah di rekening yang berbeda menjadi solusi yang tepat.

6. Terapkan Gaya Hidup Sederhana

Namanya kamu mau membeli rumah dengan cara mencicil, artinya kamu harus menjaga kondisi keuangan agar tetap aman. Mudah saja, yaitu dengan menerapkan gaya hidup yang sederhana. Kamu jangan menghambur-hamburkan uang hanya untuk memenuhi keinginan saja, misal membeli barang branded, elektronik yang tidak dibutuhkan dan sebagainya.

7. Cari Penghasilan Tambahan

loader
Cari penghasilan tambahan

Meski kondisi keuanganmu terbilang cukup aman, tapi tak ada salahnya juga jika kamu mencari penghasilan tambahan. Entah itu menjadi freelancer, membuka usaha kecil-kecilan atau membangun bisnis.

Dengan adanya penghasilan tambahan ini, kamu tidak akan perlu khawatir jika sewaktu-waktu kondisi keuangan sedang menurun. Selain itu, penghasilan tambahan bisa kamu gunakan untuk membeli produk atau barang yang diinginkan.

8. Siapkan Dana Darurat dan Investasi

Kamu juga jangan sampai melupakan dana darurat dan investasi. Sisihkan dana darurat ini sekitar 5% dari penghasilan guna memenuhi kebutuhan atau keperluan yang sifatnya mendadak.

Sementara investasi, sisihkan sebesar 10% dari penghasilan dan pilihlah instrument investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialmua. Investasi ini bertujuan untuk menambah aset, memperoleh keuntungan untuk mengamankan kondisi keuangan.

Baca Juga: Manfaat Lebih Take Over KPR untuk Milenial

9. Manfaatkan Asuransi Jiwa

loader
Manfaatkan asuransi jiwa

Setiap orang yang ingin membeli rumah dengan KPR, pastinya pihak penyelenggara akan menawarkan asuransi jiwa. Bukan semata-mata untuk mengambil keuntungan lagi, melainkan asuransi jiwa ini sangat berguna untuk kelancaran KPR.

Misalnya saja, jika kondisi nasabah KPR meninggal dunia, maka pihak penyelenggara KPRa akan membantu ahli waris untuk melunasi sisa cicilan KPR.

10. Evaluasi Keuangan Secara Berkala

Kondisi keuangan bisa saja naik turun tanpa diprediksi. Kondisi keuangan menurun bisa saja kamu atau keluarga mengalami musibah dan sebagainya. Agar keuangan dan cicilan KPR tetap berjalan aman, kamu harus melakukan evaluasi keuangan secara berkala. Jika terjadi pemborosan, kekurangan uang di pos tertentu, segera perbaiki keuangan.

Usahakan Pikiran Keuangan Selalu Positif dan Tenang

Menyoal keuangan memang tingkat sensitifitasnya sangat tinggi. Kurang uang atau ada masalah keuangan kecil saja bisa membuat pusing. Namun, kalau kamu renungkan saja tidak akan membuat kondisi keuangan membaik. Maka dari itu, usahakan memiliki pikiran yang positif dalam keuangan dan juga bersifat tenang agar kamu bisa menemukan solusi keuangan yang tepat.

Baca Juga: Serba-Serbi KPR Yang Perlu Diketahui