Pantangan saat Membeli Rumah, Jika Dilanggar Bisa Fatal

Semua orang pasti ingin punya rumah. Selain dijadikan tempat tinggal, rumah bisa menjadi sebuah investasi yang menguntungkan.

Kamu dapat memperoleh keuntungan saat menjual rumah karena harganya akan terus meningkat. Membeli rumah tidak harus cash, manfaatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk nyicil rumah.

Akan tetapi, berbagai kesalahan saat membeli rumah seringkali terjadi. Secara tidak langsung, kesalahan tersebut dapat merugikanmu sebagai pembeli.

Agar tidak menderita kerugian, hindari kesalahan membeli rumah berikut ini:

Baca Juga: Duit Ngepas, Mending Beli Rumah Baru atau Rumah Bekas?

Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

6 Kesalahan Membeli Rumah yang Harus Dihindari

loader
Kesalahan Membeli Rumah KPR

1. Membayar DP Terlalu Kecil

Jika membeli rumah menggunakan sistem kredit atau KPR, sebaiknya hindari membayar uang muka atau DP terlalu kecil. Semakin kecil DP, semakin besar sisa yang harus dibayarkan.

Tentu saja, hal ini akan membebani keuangan pribadi kamu selama masa cicilan berlangsung. Dan biasanya jangka waktunya belasan sampai puluhan tahun.

Bayar DP dengan persentase lebih tinggi, sebesar 35% atau 40% dari harga rumah. Untuk itulah, kamu harus mempersiapkan DP rumah sebelum memutuskan membeli rumah.

Caranya dengan menabung atau investasi dalam periode tertentu. Dimulai jauh-jauh hari agar target dan tujuan keuangan kamu tercapai.

2. Tenor Cicilan Terlalu Lama

Sejatinya, kamu dibebaskan untuk memilih tenor pembayaran cicilan rumah. Apakah itu 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun, hingga 20 tahun lamanya, semua tergantung dari kesanggupan finansial masing-masing.

Sebaiknya pilih tenor pembayaran singkat. Tujuannya untuk menghemat akumulasi bunga cicilan selama masa pembayaran yang jumlahnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Semakin cepat KPR lunas, semakin cepat pula kamu terbebas dari beban utang. Sehingga kamu bisa fokus untuk membeli aset investasi lain yang tak kalah menguntungkan. 

Baca Juga: Beli Rumah dengan KPR, Untung atau Buntung?

3. Mengabaikan Lokasi Rumah

Faktanya, masih banyak orang yang mengabaikan lokasi saat membeli rumah. Akibatnya, rumah yang harusnya memberi keuntungan saat dijual, malah merugikan karena muncul berbagai biaya pemeliharaan sampai rumah laku terjual.

Perhatikan lokasi secara seksama sebelum membeli rumah. Setidaknya lokasi tersebut memiliki potensi untuk berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Bukanlah persoalan bila kamu mengeluarkan uang lebih banyak demi membeli rumah di lokasi strategis. Sebab, uang yang dikeluarkan nantinya akan terbayar dengan harga jual rumah yang lebih mahal.

4. Mengabaikan Kondisi Lingkungan Sekitar

Kesalahan selanjutnya adalah sering mengabaikan kondisi lingkungan di sekitar rumah. Seperti apa kehidupan bertetangga, aksesnya, dan kondisi keamanan di sekitar.

Yang terjadi adalah muncul penyesalan sewaktu menempati rumah. Bahkan ada niat untuk pindah karena merasa kurang nyaman.

Coba untuk tidak langsung terkesan dengan deskripsi rumah yang menarik. Akan lebih baik kalau kamu melakukan survei langsung ke lokasi, sekaligus melihat kondisi di sekitarnya.

Memang, waktu dan tenaga akan tersita untuk kegiatan survei ini. Tapi demi kenyamanan selama menempati rumah, maka relakan sedikit waktu demi survei.

Segera jadwalkan pertemuan dengan developer, bila nantinya tidak sesuai, kamu bisa mencari rumah lain.

loader
Pantangan membeli rumah KPR

5. Rumah Tidak Segera Diasuransikan

Sama halnya seperti manusia, rumah juga butuh yang namanya proteksi atau perlindungan. Ketika hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bencana alam merusak rumah, setidaknya kamu mendapat ganti rugi secara finansial.

Asuransi rumah akan memberikan sejumlah uang untuk mengkover kerusakan. Pastinya mengajukan asuransi rumah akan menambah pengeluaran setiap bulan.

Tetapi manfaat yang ditawarkan, tidak main-main. Untuk melindungi rumah dari banjir, kebakaran, perampokan, dan risiko lainnya.

Lagipula, premi yang ditawarkan perusahaan asuransi bervariasi. Kamu bisa memilih asuransi rumah dengan premi terjangkau asal sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Cara Menghitung Cicilan KPR yang Aman agar Keuangan Tak Berantakan

6. Lupa Membuat Perjanjian

Kesalahan terakhir yang harus dihindari adalah surat perjanjian rumah. Jangan pernah membeli rumah tanpa disertai surat perjanjian tertulis.

Ini adalah bukti kalau kamu sudah menjadi pemilik sah rumah tersebut. Jika sewaktu-waktu pengembang atau pemilik sebelumnya menggugat hak kepemilikan rumah, kamu dapat melawan secara hukum.

Sebab, ada surat perjanjian, akta jual beli, maupun sertifikat tanah dan rumah yang sebelumnya telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Maka dari itu, selesaikan segala macam perjanjian yang ada kaitannya dengan jual beli rumah di awal.

Kalau semuanya sudah selesai, kamu bisa menempati rumah dengan aman, damai, dan tentram tanpa gangguan dari pihak manapun.

Aspek Kecil Sekalipun Penting Diperhatikan

Jika rencanamu untuk membeli rumah sudah ada, bagus, dan terus lanjutkan dengan menabung. Kumpulkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi bukit.

Dan yang pasti, perhatikan setiap aspek saat membeli rumah agar tidak terjadi kesalahan yang kelak dapat merugikan kamu.

Baca Juga: PNS dan Karyawan, Sebaiknya Pilih Bunga KPR Fix atau Floating?