Pengendara Lalin Wajib Tahu Cara Cek, Bayar dan Daftar Lokasi Kamera E-Tilang Terbaru

Cermati.com, Jakarta - E-tilang atau tilang elektronik merupakan penindakan tilang pengendara secara online yang menggunakan kamera CCTV yang terpasang di beberapa lokasi jalan raya. Setiap pengendara yang melanggar lalu lintas, akan terdeteksi secara otomatis oleh kamera e-tilang tersebut, kemudian pelanggar akan dikirimkan bukti pelanggaran dalam bentuk surat.

Sebelum mendapatkan surat pelanggaran, pengendara bisa cari tahu lebih dulu apakah kena pelanggaran atau tidak melalui situs tilang elektronik atau ETLE.

Agar lebih aman dan selalu patuh pada peraturan lalu lintas, setiap pengendara perlu mengetahui lokasi mana saja yang terdapat kamera e-tilang mulai dari provinsi Banten hingga Jawa Timur hingga cara mengecek apakah pengendara terkena pelanggaran atau tidak.

Simak ulasannya berikut ini!

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Cara Cek Kena Pelanggaran E-Tilang Atau Tidak

e-tilang
E-tilang

Khusus warga DKI Jakarta, pengendara bisa mengecek langsung apakah terkena pelanggaran e-tilang atau tidak. Berikut caranya:

  • Kunjungi laman https://etle-pmj.info/id/check-data
  • Masukan nomor plat kendaraan, nomor mesin, dan nomor rangka pada di STNK
  • Klik 'cek data'
  • Jika tidak ada pelanggaran maka akan keluar kalimat 'No data available atau data tidak ditemukan'.
  • Sementara Jika ada pelanggaran maka data akan keluar. Nantinya akan tercatat waktu, lokasi, status pelanggaran serta terlihat tipe kendaraan.

Cara Bayar E-Tilang Online

Pengendara yang melakukan pelanggaran, maka segera bayar denda yang sudah tertera dalam pelanggaran tersebut. Jika tidak membayar denda pelanggaran lalu lintas, STNK pengendara akan diblokir. Berikut cara bayar denda e-tilang secara online, yaitu:

1. Melalui Bank BRI menggunakan BRIVA:

  • Masukkan ATM / Login di m-bangking / internet bangking BRI
  • Pilih menu ‘Transaksi lain’/ Mobile Banking BRI / Pembayaran Tagihan
  • Pilih Pembayaran
  • Pilih Lainnya atau langsung klik BRIVA
  • Masukan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang
  • Simpan bukti pembayaran

2. Melalui Transfer dari Bank Lain:

  • Pilih menu Transaksi Lainnya > Transfer > Ke Rek Bank Lain
  • Masukkan kode bank BRI (002) kemudian diikuti dengan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang
  • Masukkan nominal pembayaran sesuai jumlah denda yang harus dibayarkan. Transaksi akan ditolak jika pembayaran tidak sesuai dengan jumlah denda titipan
  • Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi
  • Simpan struk transaksi sebagai bukti pembayaran

Baca Juga: Pengendara Bermotor, Perhatikan 5 Tips Memilih Helm yang Benar

Daftar Lokasi Kamera e-Tilang Terbaru se-Pulau Jawa

pulau jawa
Pulau Jawa

Pengendara baik roda 2, 4 atau lebih perlu tahu, saat ini ada penambahan kamera e-tilang terbaru di beberapa kota mulai dari Banten, DKI Jakarta hingga Jawa Timur. Simak daftar lokasi kamera e-tilang berikut ini:

DKI Jakarta

  • JPO MRT Bundaran Senayan Ratu Plaza,
  • JPO MRT Polda Semanggi Hotel Sultan
  • JPO depan Kementerian Pariwisata
  • JPO MRT dekat Kemenpan-RB
  • Flyover Sudirman ke Thamrin
  • Flyover Thamrin ke Sudirman
  • Simpang Bundaran Patung Kuda
  • Simpang Sarinah Bawaslu
  • Simpang Kota Tua
  • Simpang Ketapang
  • Simpang Harmoni, di depan Bank BTN
  • Simpang Istana Negara
  • Simpang Kebon Sirih
  • Simpang Bundaran HI
  • Simpang Bundaran Senayan dari arah Blok M
  • Simpang CSW
  • Depan Plaza Senayan dua arah
  • Jalur Grogol-Pancoran Simpang Pancoran
  • Simpang Slipi S Parman arah Jalan Gatot Subroto
  • Simpang Tomang
  • Simpang Grogol arah Daan Mogot menuju Kyai Tapa
  • Depan Hotel Four Seasons
  • Depan Gedung DPR-MPR Pintu Utama
  • Depan All Fresh Pancoran
  • Jalur Halim-Cempaka Putih Simpang Halim Lama
  • Simpang Rawamangun
  • Simpang Pramuka
  • Simpang Cempaka Putih
  • Depan Halte Timah, dua arah
  • Depan Halte Setia Budi, dua arah
  • Simpang HOS Cokroaminoto-Imam Bonjol
  • Simpang Tugu Tani dari arah Senen
  • Depan Puskurbuk Kemendikbud
  • Depan BNI 46 Gunung Sahari
  • Jalan Ir Juanda, Depok
  • Jalan Alternatif Cibubur
  • Jalan Margonda, depan Kantor Wali Kota Depok Jalan Margonda, Pondok Cina, Depok
  • Jalan Martadinata, Cikarang
  • Jalan Sultan Iskandar Muda, Pondok Indah
  • Jalan Sultan Iskandar Muda, Pondok Pinang
  • Jalan MH Thamrin, Gondangdia, Jakarta Pusat
  • Jalan Bekasi Raya Km 25, Ujung Menteng, Cakung
  • Jalan Raya Cakung Cilincing, Jakarta Utara
  • Jalan Raya Cakung Cilincing, Jakarta Utara, Semper Barat
  • Jalan Raya Bogor, KM 28, Jakarta Timur
  • Jalan Jendral Sudirman, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat
  • Jalan Jendral Gatot Subroto, Kuningan, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
  • Jalan Jendral Gatot Subroto, Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan
  • Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulogadung, Jakarta Timur
  • Ruas Tol Jakarta Cikampek KM 27+100A
  • Ruas Tol Jakarta Cikampek II KM 23 + 950 A
  • Ruas Tol Jakarta Cikampek II JM 28 + 800 B
  • Ruas Tol Dalam Kota KM 14 + 700 A
  • Ruas Tol Soedijatmo KM 20 + 400 B
  • Ruas Tol JORR KM 53+400B
  • Ruas Tol JORR KM 53+600 B
  • Jalur TransJakarta Wali Kota Jakarta Timur arah Kampung Melayu
  • Jalur TransJakarta Pancoran Barat Benhil arah Blok M
  • Jalur TransJakarta Bidara Cina arah Otista
  • Jalur TransJakarta Dispenda arah HCB
  • Jalur TransJakarta Pasar Rumput arah Pulogadung
  • Jalur TransJakarta Salemba arah Ancol
  • Jalur TransJakarta SMK 57 arah Ragunan
  • Jalur TransJakarta Duren Tiga arah Kuningan Pos
  • Jalur TransJakarta Pengumben arah Lebak Bulus.

Banten

  • Simpang Ciceri
  • Simpang Pisang Mas
  • Simpang Sumur Peucung

Jawa Barat

  • Simpang Pasteur (Jalan Dr. Djunjunan, Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo)
  • Simpang Pasteur (Jalan Dr. Djunjunan, Sukagalih, Kecamatan Sukajadi)
  • Simpang Pasteur (Jalan Dr. Djunjunan, Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo)
  • Simpang Dago-Cikapayang (Jalan Ir. Djuanda, Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong)
  • Simpang Dago-Cikapayang (Jalan Ir. Djuanda, Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan)
  • Simpang Surapati-Pahlawan (Jalan PHH. Mustofa, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul)
  • Simpang Surapati-Pahlawan (Jalan Surapati, Sukaluyu, Kecamatan Ciebunying Kaler)
  • Simpang Ahmad Yani-Riau (Jalan Jenderal Ahmad Yani, Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung)
  • Simpang Ahmad Yani-Riau (Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kacapiring, Kecamatan Batununggal)
  • Simpang Pelajar Pejuang-Turangga (Jalan Pelajar Pejuang, Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong)
  • Simpang Pelajar Pejuang-Turangga (Jalan Pelajar Pejuang, Turangga, Kecamatan Lengkong)
  • Simpang Asia Afrika-Otista (Jalan Otto Iskandar Dinata, Braga, Kecamatan Sumur Bandung)
  • Simpang Asia Afrika-Otista (Jalan Asia Afrika, Braga, Kecamatan Sumur Bandung)
  • Simpang Lima Kosambi (Jalan Sunda, Paledang, Jalan Kecamatan Lengkong)
  • Simpang Pasir Koja-Soekarno Hatta (Jalan Soekarno Hatta, Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay)
  • Simpang Buahbatu-Soekarno Hatta (Jalan Soekarno Hatta, Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul)
  • Simpang Buahbatu-Soekarno Hatta (Jalan Soekarno Hatta, Cijagra, Kecamatan Lengkong)
  • Simpang Kiaracondong-Bypass (Jalan Nasional III, Kecamatan Kiaracondong)
  • Simpang Gedebage (Jalan Soekarno Hatta, Babakan Penghulu, Cinambo)
  • Cibiru (Jalan Soekarno Hatta, Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan)

Jawa Tengah

  • Pandanaran depan RS Hermina
  • Pandanaran depan kantor BRI
  • Brigjen Katamso Camera Portable (Mobiling)

Solo

  • SP 5 Komplang
  • SP 5 Balapan
  • SP 4 Kerten
  • SP 4 Sate Dahlan
  • SP 4 Mujahidin
  • SP 4 Patung Wisnu

Purbalingga: SP 4 Terminal

Pati: Jl. Kol Sunandar dan Jl. A. Yani

Kudus: Jl. Cokroaminoto

Demak: TL Bogorame

Karanganyra: SP 3 Nglano

Wonogiri: SP 4 Ponten

Kebumen: SP 5 Kebulusan

Cilacap: SP 4 Terminal dan SP 4 Alun-alun

Klaten

  • Raya Solo-Yogya (depan PT. Globalindo) Ceper Klaten
  • Raya Yogya-Solo (depn PT. Globalindo) Ceper Klaten
  • SP 4 Pasar Srago
  • SP 4 Bendo Gantungan

Boyolali

  • Nasional Boyolali-Solo (sebelah polsek) Banyudono
  • Jl Nasional Solo-Boyolali (sebelah polsek) Banyudono Boyolali

Karanganyar

  • Adisucipto Blulukan Colomadu – Solo Karanganyar
  • Adisucipto Blulukan Solo-Colomadu Karanganyar

DI Yogyakarta

  • Perempatan Condongcatur
  • Simpang Denggung Sleman
  • Simpang Tugu Pal Putih Yogyakarta Jalan KH Ahmad Dahlan
  • Simpang Ketandan Bantul
  • Simpang Ngabean Kota Yogyakarta
  • Simpang Maguwoharjo Kabupaten Sleman
  • Simpang Temon Kabupaten Kulon Progo

Jawa Timur

  • Yani Margorejo Utara
  • Yani Siwalankerto
  • Adityawarman Indragiri Barat
  • Adityawarman Indragiri Timur
  • Airlangga Dharmawangsa Selatan
  • Airlangga Dharmawangsa Utara
  • Ambengan Kusuma
  • Bangsa Selatan
  • Bratang Nginden Selatan
  • Bratang Nginden Utara
  • Bubutan Pahlawan Timur
  • Darmo Alfalah Selatan
  • Darmo Alfalah Utara
  • Gunungsari Gajah Mada Barat
  • Gunungsari Gajah Mada Timur
  • Hayam Wuruk Kutai Barat
  • Hayam Wuruk Kutai Timur
  • HM. Noer Kedungcowek Selatan
  • HM. Noer Kedungcowek Utara
  • Kertajaya depan UFO
  • Kertajaya Dharmawangsa Selatan
  • Kertajaya Dharmawangsa Timur
  • Kertajaya Dharmawangsa Utara Kertajaya
  • Manyar Barat Kertajaya
  • Manyar Timur
  • Manyar Nginden Selatan
  • Manyar Nginden Utara
  • Mastrip Wiyung Selatan
  • Mastrip Wiyung Utara
  • Mayjend Bintang Diponggo Barat
  • Mayjend Bintang Diponggo Timur
  • Mayjend Sungkono Wonokitri Selatan
  • Mayjend Sungkono Wonokitri Utara
  • Merr Kenjeran Selatan
  • Merr Kertajaya Selatan/KONI
  • Merr Unair Kampus C
  • Moestopo Dharmawangsa Barat
  • Moestopo Dharmawangsa Timur
  • Tembaan Pahlawan Timur
  • Tunjungan Siola

Baca Juga: Penampakan Smart SIM Besutan Polri, Serta Cara Mendapatkan dan Biayanya

Jenis dan Besaran Denda Pelanggaran E-Tilang

Berdasarkan Undang-undang (UU) No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), berikut daftar pelanggaran dan besaran denda pelanggaran e-tilang, antara lain:

  • Pelanggaran traffic light: denda Rp 500.000 atau kurungan penjara hingga 2 bulan. 
  • Pelanggaran marka jalan: denda Rp 500.000 atau kurungan penjara hingga 2 bulan. 
  • Pelanggaran menggunakan ponsel: denda Rp 750.000 atau kurungan penjara selama 3 bulan. 
  • Pelanggaran melawan arus: denda Rp 500.000 atau kurungan penjara selama dua bulan. 
  • Pelanggaran tidak menggunakan helm: denda Rp 250.000 atau kurungan penjara selama satu bulan. 
  • Pelanggaran keabsahan STNK: Rp 500.000 atau kurungan penjara selama dua bulan. 
  • Pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman: Rp 250.000 atau kurungan penjara selama satu bulan. 
  • Pelanggaran ganjil genap: Rp 500.000 atau kurungan penjara selama dua bulan. 
  • Pelanggaran pembatasan jenis kendaraan tertentu.

Taat Pada Peraturan Lalu Lintas

Meski tilang saat ini tidak secara langsung dengan petugas polisinya, setiap pengendara tetap harus mematuhi setiap peraturan lalu lintas. Lebih baik taat kepada peraturan pengendara dan lalu lintas yang telah dibuat pemerintah, daripada terkena tilang kemudian membayar sejumlah dendanya.

Baca Juga: Asyik, Beli Mobil Baru Bisa Kena Pajak dan DP 0 Persen! Ini Tipe Mobilnya