Pengusaha Wajib Tahu, Pola Pikir Seperti Ini Paling Dibenci Investor

Ada banyak yang bisa menjadi boomerang bagi bisnis Anda. Sebagian di antaranya dapat dihindari, namun sebagian lagi akan sulit.

Begitupula dengan sikap Anda yang bisa berpengaruh besar terhadap bisnis yang sedang dirintis saat ini. Salah satunya kepada calon investor.

Utamanya bagi usaha rintisan atau startup. Investor sangat penting untuk kelangsungan bisnis Anda. Dari dana investor, Anda dapat mengembangkan bisnis.

Oleh karena itu, pastikan sikap dan pola pikir Anda betul-betul menunjukkan bahwa Anda seorang pengusaha profesional. Sebab investor paling membenci tipe pengusaha yang seperti ini:

Baca Juga: 7 Cara Jitu agar Bisnis Startup Bertahan di Tengah Pandemi dan Resesi

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Berpikir bahwa Anda Tahu Segalanya

Investor
Berpikir bahwa Anda tahu segalanya

Dalam dunia bisnis, apapun bisa terjadi. Tidak ada yang tahu pasti. Pengusaha hanya bisa membaca tren, pergerakan, perkembangan, bahkan memprediksi hal-hal yang menyangkut bisnis, tapi tidak dapat memastikannya.

Sebab itu, seorang pengusaha dituntut untuk terus belajar. Mengasah kemampuan, keterampilan, keahlian, ide, kreativitas, inovasinya. Bukan berpuas diri dan menganggap diri sudah tahu segalanya.

Inilah kesalahan yang kerap dilakukan banyak pengusaha. Merasa diri Anda sudah pintar, sehingga tak perlu lagi belajar. Sikap yang seperti ini harus dihindari pengusaha kalau mau sukses besar.

2. Menganggap Beberapa Hal Mudah dilakukan

Investor
Menganggap beberapa hal mudah dilakukan

Masih ada saja pengusaha yang berpikir bahwa beberapa hal mudah dilakukan. Anda penuh percaya diri bahwa bisnis akan berjalan mulus tanpa kesulitan. Pede sih boleh, tapi jangan kebablasan.

Jadinya sombong. Padahal dalam bisnis pasti ada jatuh bangun, jalan berliku, kerikil-kerikil kecil yang menghadang. Semua itu harus dilakukan dengan usaha keras, berpikir kreatif, inovatif untuk dapat menciptakan barang atau jasa yang menjawab kebutuhan konsumen.

Setiap kali merasa nyaman dengan suatu keadaan, Anda harus mulai keluar dari zona nyaman tersebut agar terus berkembang. Menganggap bahwa usaha yang Anda lakukan itu mudah bisa memberikan harapan yang salah.

3. Berpikir bahwa Anda Lebih Baik dari Orang Lain

Pengusaha
Berpikir bahwa Anda lebih baik dari orang lain

Sebenarnya yakin, optimistis merupakan hal yang penting dalam menjalankan roda bisnis. Anda harus percaya bahwa bisnis yang dijalani saat ini lebih baik dibanding kompetitor. Ada keunggulan yang tidak dimiliki pesaing. Namun hal tersebut harus dilihat secara realistis.

Jangan terlalu percaya diri sehingga malah merugikan bisnis Anda sendiri. Percaya diri yang berlebihan akan membuat Anda tak lagi berpikir realistis, sehingga mengabaikan kelebihan kompetitor yang Anda tidak miliki.

4. Berpikir bahwa Anda Merupakan Orang Paling Penting

Pengusaha
Berpikir bahwa Anda orang yang paling penting

Tidak sedikit pengusaha yang gagal dalam menghargai kerja keras tim. Menganggap diri Anda yang paling berperan dalam kemajuan bisnis. Pola pikir ini salah meskipun dalam hal ini Anda merupakan pimpinan, pengambil keputusan penting.

Menjadi pemimpin yang baik merupakan salah satu hal yang dapat memengaruhi keberhasilan sebuah bisnis. Anda perlu percaya kepada semua tim dan belajar mendelegasikan dengan baik. Jangan hanya berpikir untuk mengatur tim secara mikro saja.

Baca Juga: Toko Kelontong, Usaha Bermodal Kecil Untung Melimpah

5. Berpikir bahwa Kegagalan adalah Akhir

Pengusaha
Berpikir bahwa kegagalan adalah akhir dari segalanya

Setiap bisnis yang dijalankan pasti ada risiko yang menghantui. Baik itu risiko besar maupun kecil. Salah satu risiko yang paling ditakuti oleh para pengusaha adalah kegagalan.

Mereka takut gagal karena berpikir bahwa ketika gagal, maka tidak ada gunanya untuk meneruskan usaha atau mencobanya lagi. Bisnis bangkrut, rugi besar, habis sudah.

Padahal sebenarnya, kegagalan bukan akhir dari segalanya. Anggap kegagalan merupakan sukses yang tertunda. Begitu bangkit, jadikan kegagalan kemarin menjadi pelajaran berharga agar kelak tidak melakukan kesalahan yang sama.

6. Menganggap bahwa Rencana Tidak Terlalu Dibutuhkan

Bisnis Kuliner
Menganggap rencana bisnis itu tidak penting

Dalam setiap langkah untuk bisnis Anda perlu perencanaan yang baik dan matang. Tanpa rencana, tidak ada arah yang jelas. Semua akan berjalan apa adanya. Di dunia bisnis, tidak seperti itu.

Anda harus punya rencana dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Mulai dari produksi, pemasaran, promosi, dan sebagainya. Dengan langkah ini, Anda dapat mencari dan menjalankan strategi dengan tepat sehingga mencapai target yang ditetapkan.

7. Berpikir bahwa Networking adalah Pemborosan Waktu

networking
Networking dianggap pemborosan waktu

Salah jika Anda berpikir bahwa networking atau koneksi merupakan pemborosan waktu. Memperluas jaringan adalah salah satu ‘pekerjaan’ pengusaha. Dengan punya koneksi yang banyak dan luas, Anda dapat memanfaatkannya untuk kepentingan bisnis.

Contohnya menawarkan projek kerja sama, menawarkan sebagai investor atau pemodal, bahkan menjadi tempat sharing. Bisa juga dari beberapa koneksi menjadi mentor Anda.

Buang Pikiran Negatif agar Investor Mendekat

Pengusaha harus memiliki pola pikir positif, penuh semangat, dan optimistis dalam menjalankan bisnisnya. Anda harus mampu meyakinkan calon investor bahwa bisnis Anda tersebut punya prospek dan masa depan cerah. Dan pastinya dapat memberikan banyak keuntungan untuk si investor.

Baca Juga: 7 Strategi Praktis Digital Marketing Bagi Pebisnis Pemula