Perbedaan Saham dan Reksadana juga Masing-Masing Keuntungannya

Investasi sekarang menjadi cara favorit banyak orang terutama para millenial dan gen z untuk menyimpan uang dengan benefit tambahan. Lebih menguntungkan daripada sekedar simpan uang ke bank.

Berinvestasi bisa memberikan keuntungan berkali-kali lipat dari uang yang kita simpan dengan memilih instrumen investasi yang tepat. Yap, memilih instrumen investasi atau jenis investasi yang tepat merupakan salah satu hal paling penting dalam kegiatan investasi.

Pemilihan instrumen investasi sendiri bisa berdasarkan kepribadian, kebutuhan, tujuan keuangan dan kondisi finansial saat ini. Saat ini, ada 2 jenis instrumen investasi yang paling banyak digunakan untuk berinvestasi yaitu saham dan reksadana. Meskipun antara saham dan reksadana memiliki beberapa persamaan, tetap saja keduanya adalah bagian dari 2 jenis investasi yang berbeda.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Perbedaan Saaham dan Reksadana yang Harus Diketahui

Walaupun sama-sama di pasar modal, tetap terdapat perbedaan antara membeli saham secara langsung maupun dengan reksadana. Apa saja?

Berikut perbedaan saham dan reksadana yang harus diketahui:

Perbedaan

Saham

Reksadana Saham

Setoran Awal

Untuk saham, modal yang harus dikeluarkan diawal cukup besar. Setidaknya investor harus mampu menyiapkan modal berjuta-juta sebagai modal awal berinvestasi saham.

Di reksadana setoran/modal awal bisa dimulai dari puluhan ribu rupiah. Jadi investor tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam untuk mulai berinvestasi.

Pengelolaan Dana

Pengelolaan modal dalam saham sepenuhnya dikelola dan dikendalikan oleh investor atau trader.

Tapi investor bisa berkonsultasi dengan pialang atau broker sebelum membeli atau menjual saham dengan tujuan untuk meminimalisir kerugian dan mendapatkan imbal hasil yang maksimal.

Investasi reksadana dikelola oleh orang berkompeten dan tersertifikasi yang disebut sebagai manajer investasi. Sehingga investor tidak perlu mengelola dana dan hanya memperoleh laporan serta keuntungan investasi.

Tingkat Risiko

Tingkat risiko investasi saham lebih tinggi dibandingkan reksadana. Terutama untuk investor pemula.

Ini dikarenakan, semua keputusan investasi ada di tangan anda sendiri, misalnya kapan waktu yang tepat untuk jual atau beli saham.

Lebih rendah dibandingkan investasi saham langsung, karena dana investor dikelola oleh manajer investasi yang memang sudah berpengalaman dalam mengelola investasi.

Return/Imbah Hasil

Investasi saham memang dikenal dapat memberikan potensi imbal hasil yang sangat besar.

Namun, ada beberapa biaya yang harus ditanggung oleh investor yaitu biaya online trading sekitar 0,1% sampai 0,3%.

Karena diatur oleh perusahaan aset manajemen, maka kamu akan dikenakan fee setiap melakukan penarikan dana yang nominalnya tergantung dari negosiasi antara kedua belah pihak. 

Pajak Investasi

Dikenakan pajak final sebesar 0,1 persen dari nilai penjualan saham yang sudah termasuk dalam biaya penjualan. Tidak hanya itu, investor juga harus membayar pajak final sebesar 10 persen jika anda mendapatkan dividen dari perusahaan.

Reksadana merupakan salah satu produk investasi yang tidak dikenakan pajak. Akan tetapi, Anda tetap harus melaporkan keuntungan dari reksadana ke dalam laporan SPT Tahunan.

Proses Pencairan Dana

Karena investasi saham dikelola langsung oleh investor tanpa pihak ketiga, maka saat pencairan dana tidak akan membutuhkan waktu lama sampai dana masuk ke rekening investor.

Sementara itu untu pencairan reksadana proses dana masuk ke rekening akan membutuhkan waktu karena menggunakan agen pengelola atau manajer investasi. Biasanya sekitar lima hari kerja.

Objek yang Dibeli

Saham merujuk pada bagian kepemilikan suatu aset atau perusahaan, sehingga saat beli saham, Investor akan mendapat hak milik dengan keuntungan berupa dividen.

Reksadana merupakan kumpulan produk investasi dikelola oleh manajer investasi. Sehingga orang yang menanamkan modal pada reksadana, bentuk investasinya akan berwujud beragam instrumen, seperti surat utang, obligasi, deposito, dan sebagainya.

Proses Pembelian Aset

Saat membeli saham, investor hanya perlu melakukan pembelian melalui bursa/pihak ketiga dan beberapa saat kemudian saham sudah dalam kepemilikan investor.

Proses pembelian reksadana lebih panjang daripada saham. Setelah membeli reksadana ke APERD, Anda akan dihubungkan ke Manajer Investasi dan bank kustodian (untuk menyimpan aset reksadana).

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Transaksi

Melibatkan emiten perusahaan dan saham, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perusahaan efek, broker, dan sejenisnya.

Pihak terlibat dalam reksadana selain investor yaitu Manajer Investasi, bank kustodian, emiten, dan sebagainya.

Pihak Penjual Instrumen

Untuk membeli saham, bisa melakukannya langsung via bursa efek atau aplikasi pihak ketiga.

Jika ingin beli produk reksadana, Anda perlu melewati APERD (Agen Penjual Efek Reksadana).

Keleluasaan Memilih Saham

Investor dapat membeli saham apapun yang diinginkan karena dana dikelola langsung oleh investor.

Dana yang digelontorkan oleh investor ke perusahaan asset management, maka dana akan menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut. Oleh karena itu, investor tidak memiliki andil dalam proses pemilihan saham.

Baca Juga:  Cara Menabung di Reksa Dana, Keuntungan dan Tipsnya

Keuntungan Masing-Masing Investasi Saham dan Reksadana

loader
Keuntungan Investasi Saham dan Reksadana

Setelah mengetahui perbedaan saham dan reksadana di atas, ada juga beberapa hal lainnya yang harus diketahui oleh calon investor ketika ingin berinvestasi saham baik secara langsung atau melalui reksadana.

Berikut keuntungan masing-masing dari investasi saham dan reksadana:

Saham:

  • Investasi Saham Bisa Dilakukan Kapan Saja dan Dimana Saja
    • Investasi saham juga bisa dibilang sangat fleksibel, yakni bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Bagi Anda yang tidak memiliki cukup banyak waktu melakukan kegiatan yang satu ini, investasi di saham bisa menjadi pilihan yang tepat karena praktis dan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.
  • Bersifat Transparan dan Likuid
    • Saham memiliki sifat yang transparan karena investor dapat melihat dengan jelas harga permintaan dan penawaran serta jumlah slot yang diminta maupun ditawarkan oleh masing-masing perusahaan.
  • Pergerakan Saham juga Mengikuti Laju Inflasi
    • Berapa nilai saham yang dimiliki nantinya, pergerakannya akan dipengaruhi oleh tingkat inflasi. Misal, jika awalnya hanya memiliki saham yang nilainya sebesar Rp10 juta, nilainya berpotensi bertambah ketika inflasi meningkat. Sehingga investor bisa mempertimbangkan dengan baik jenis saham yang memang cukup terpengaruh oleh inflasi sebagai pilihan.
  • Bisa Jadi Investasi Jangka Panjang
    • Dengan memilih saham yang cukup banyak terpengaruh dengan inflasi, maka investor bisa memprediksikan kemungkinan perkembangan nilai saham yang dimiliki. Jadi, bisa dibayangkan sendiri keuntungan yang akan diperoleh ketika menempatkan dana dalam instrumen saham bertenor jangka panjang.
  • Aman dan Diawasi oleh Lembaga Resmi OJK
    • Investasi di sektor pasar modal juga dibawah pengawasan pihak otoritas keuangan, dalam hal ini OJK. Artinya, investasi saham juga bersifat legal atau sah secara hukum. Meski demikian, investor harus tetap waspada dengan penawaran investasi sejenis lainnya yang memberikan iming-iming return (keuntungan) yang tinggi. Jelasnya, investor juga perlu waspadai investasi bodong.

Reksadana Saham:

  • Imbah Hasil yang Cukup Tinggi
    • Secara umum, keuntungan Reksadana Saham adalah yang paling menjanjikan dibanding dengan reksadana yang lain. Rata-rata dalam setahun, return yang didapatkan bisa mencapai 20%. Bila ini terjadi dalam jangka 5 tahun, maka return yang didapat dapat mencapai 100%.
  • Dukungan dari Manajer Investasi
    • Ada manajer investasi akan membantu investor mengelola dana investasi yang disetor di reksadana. Cara investasi reksa dana yang sederhana ini tentunya sangat cocok untuk para investor pemula.
  • Bersih dari Pajak
    • Seperti yang disebutkan sebelumnya pada perbedaan saham dan reksadana, berinvestasi di reksadana tidak ada pemungutan biaya pajak. Sehingga keuntungan yang diperoleh dari investasi ini bisa diterima bersih tanpa potongan pajak sama sekali.
  • Fleksibel
    • Reksa dana tergolong sebagai produk investasi yang fleksibel. Tidak sulit untuk menjual kembali atau menukarnya dengan produk reksa dana lain. Hal seperti ini sulit dijumpai pada investasi saham yang tingkat likuiditasnya bergantung pada saham yang dibeli. Misalnya jika saham tersebut sepi peminat, tentu akan sulit untuk menjualnya.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dekat Pengertian Dealer dalam Saham

Pahami dan Pilih Jenis Investasi yang Tepat

Rugi dalam berinvestasi bukan hanya dikarenakan perkembangan investasi menurun saja, tapi kerugian juga bisa dating karena investor tidak memahami dari jenis investasi yang dipilih. Untuk itu, agar hal ini tidak terjadi, pahami terlebih dahulu dari tiap-tiap investasi, mulai dari pengertian, kekurangan, kelebihan dan sebagainya.

Baca Juga:  Instrumen Investasi – Jenis dan Tips Investasi