PNS dan Karyawan, Sebaiknya Pilih Bunga KPR Fix atau Floating?

Dalam sebuah pinjaman, utang, atau kredit, biasanya ada yang namanya suku bunga. Bunga kredit adalah biaya tambahan yang harus dibayarkan debitur, selain nilai cicilan pokok.

Bunga kredit ini berlaku juga untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Atau disebut juga dengan suku bunga KPR. Besaran suku bunga KPR sudah ditentukan oleh bank. Biasanya akan mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Kalau bunga acuan naik, suku bunga KPR ikut naik. Dan jika suku bunga acuan BI dipangkas, dampaknya tingkat bunga KPR juga akan turun, meskipun ada jeda waktu bagi bank untuk menyesuaikannya.

Tak heran, suku bunga menjadi salah satu pertimbangan banyak orang membeli rumah KPR. Itu karena, tingkat bunga akan memengaruhi cicilan KPR setiap bulan.

Makanya, orang pasti akan mencari rumah KPR dengan suku bunga rendah. Tujuannya supaya angsurannya lebih ringan. Ini juga yang dicari karyawan maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca Juga: Sistem Hipotek, Alternatif Dapatkan Hunian dengan Cicilan Rendah

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

Jenis-jenis Suku Bunga KPR

loader
Ilustrasi bunga KPR

Jika ingin mengajukan kredit rumah, kamu perlu tahu jenis-jenis suku bunga KPR yang berlaku di Indonesia, antara lain:

1. Suku Bunga KPR Tetap (Fixed Rate)

Sesuai namanya, suku bunga KPR yang berlaku adalah tetap atau tidak berubah. Kamu akan membayar besarnya bunga yang sama selama periode yang telah disepakati.

Misalnya, sudah ditentukan suku bunga KPR sebesar 13% selama masa tenor 15 tahun. Jadi, biarpun BI menaikkan atau menurunkan suku bunga acuan, yang kamu bayar tetap bunga 13%.

Contoh:

Ditetapkan tenor 20 tahun, cicilan per bulan Rp 5 juta, bunga Rp 1 juta per tahun. Maka selama periode tersebut, nilai bunga yang dibayar tetap Rp 1 juta.

2. Suku Bunga KPR Mengambang (Floating Rate)

Besaran bunga KPR yang harus dibayar debitur dapat berubah-ubah. Disesuaikan dengan perubahan suku bunga acuan BI dan bank.

Misalnya bila awal cicilan atau tahun pertama dimulai dengan bunga KPR 8%. Kemudian di tahun kedua, BI memangkas suku bunga acuan, sehingga bank ikut menurunkan tingkat bunga KPR menjadi 5%.

Ternyata di tahun keempat, ada penyesuaian lagi dari BI dengan menaikkan suku bunga acuan. Bank pun ikut mengerek suku bunga KPR menjadi 7%.

3. Suku Bunga KPR Fixed dan Cap

Jenis suku bunga KPR fixed yang tidak berubah atau sama selama beberapa periode tertentu. Dan setelah masa bunga fixed berakhir, berlaku suku bunga mengambang, namun dengan besaran tidak melebihi suku bunga cap.

Contohnya, suku bunga KPR fixed 5,8% selama 2 tahun, 6,5% fixed 3 tahun, dan 8,75% untuk 5 tahun. Jika masa fixed rate sudah habis, selanjutnya berlaku suku bunga floating,

Bunga floating yang dibatasi ini misalnya bank menawarkan bunga cap sebesar 12%. Berlaku fluktuatif, namun maksimal tetap 12%.

Jika suku bunga acuan atau bank menaikkan jadi 13%, bunga cap yang berlaku untukmu dibatasi 12%. Kalau turun menjadi 11%, suku bunga yang kamu dapat bukan 12%, tetap 11%.

Baca Juga: Beli Rumah KPR, Lebih Baik DP Besar atau Kecil?

PNS dan Karyawan Lebih Untung Pilih Bunga KPR Mana?

loader
Ilustrasi pengajuan KPR

Masing-masing suku bunga KPR memiliki keuntungan dan kerugian. Mungkin bagi sebagian orang, bunga fixed lebih menguntungkan karena dapat memberi kepastian.

Khawatir kebijakan pengetatan likuiditas atau tapering off diberlakukan Bank Sentral AS, akan berdampak pada suku bunga acuan BI.

Namun ada juga yang memilih suku bunga mengambang karena mempertimbangkan kondisi ekonomi. Di mana saat ini trennya suku bunga rendah, ekonomi belum membaik, sehingga masih ada potensi penurunan suku bunga.

Baca Juga: Warga RI Bebas Bayar Pajak di Masa Pandemi, Ini Daftar Insentifnya

Nah, bagaimana dengan karyawan dan PNS? Sebaiknya pilih bunga KPR yang mana?

  • PNS dan karyawan sebaiknya pilih suku bunga KPR fixed dengan periode yang paling panjang
  • PNS dan karyawan sama-sama mendapatkan gaji bulanan, sehingga penghasilan lebih stabil. Jumlahnya malah bisa naik dengan persentase inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi, sekitar 9-10% setiap tahun
  • Namun jika kamu punya tujuan untuk melunasi KPR lebih awal, pilih suku bunga fixed yang tidak terlalu panjang
  • Contoh, suku bunga fixed yang ditetapkan untuk 10 tahun, sedangkan kamu punya rencana mempercepat pelunasan utang KPR menjadi 8 tahun saja. Maka bisa dipilih bunga fixed untuk 8 tahun.

Hitung Suku Bunga KPR Sebelum Memutuskan

Bank pasti berlomba-lomba menawarkan KPR dengan macam-macam skema bunga KPR. Kelihatannya dengan skema tersebut, bunga yang diberikan sangat murah.

Tetapi belum tentu demikian. Jadi, pastikan kembali kamu menghitung secara keseluruhan bunga yang ditawarkan. Apakah benar-benar murah, atau justru lebih tinggi.

Paling penting, pilih skema bunga KPR maupun besarannya yang sesuai dengan kemampuan keuangan. Karena ini juga menyangkut nilai cicilan yang harus kamu bayar setiap bulan.

Baca Juga: Proses Akad Kredit KPR yang Wajib Dipahami Jika Ingin Beli Rumah