PPh Pasal 24, Ini Penjelasan dan Perhitungannya

Barangkali Anda pernah mendengar atau sempat terkejut saat ada berita radio atau media lain yang menyebutkan bahwa 40% aset perbankan swasta di Singapura ternyata diisi harta kekayaan orang Indonesia. Ternyata potensi pajak yang bisa masuk ke pendapatan negara dari luar negeri sangatlah besar kalau bisa dikelola dengan baik.

Wajib pajak yang memiliki penghasilan dari kegiatan usaha di luar negeri bisa saja berasal dari beberapa sumber usaha, seperti pendapatan dari saham dan surat berharga lainnya, penghasilan berupa bunga, royalti, imbalan yang berhubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan lainnya. Jika dicermati, wajib pajak seperti ini bisa saja terkena pajak ganda, yaitu ketentuan pajak dari luar negeri di mana dia memiliki usaha dan ketentuan pajak dari dalam negeri di mana dia berstatus sebagai wajib pajak Warga Negara Indonesia (WNI).

Semua  hal yang terkait masalah pajak di atas sudah diatur dalam aturan pajak di Indonesia, khususnya PPh Pasal 24. Nah, seperti apakah aturan main dari PPh Pasal 24? Berikut ini ulasannya.

Baca Juga: Mengenal ORI dan Sukuk Ritel, Apa Keuntungan dan Risikonya?

Penjelasan Detail Mengenai PPh Pasal 24

Pajak Penghasilan PPh

Pajak Penghasilan (PPh) via millennialoldsoul.com

 

Pajak Penghasilan Pasal 24 (PPh Pasal 24) mengatur tentang hak wajib pajak untuk memanfaatkan kredit pajak mereka di luar negeri. Hal ini bertujuan supaya wajib pajak tidak terkena pajak ganda seperti uraian di atas. PPH Pasal 24 mengatur tentang nominal pajak yang dibayarkan di luar negeri yang berfungsi sebagai pengurang nilai pajak terutang yang dimiliki di Indonesia. Dengan kata lain, jumlah pajak yang harus dibayar di Indonesia dapat dikurangi dengan jumlah pajak yang telah mereka bayar di luar negeri. Syarat utamanya adalah nilai kredit pajak di luar negeri tidak melebihi utang pajak yang ingin dibayar di Indonesia.

Sumber Penghasilan Luar Negeri yang Bisa Dijadikan Pengurang Pajak di Dalam Negeri

Setelah melihat pengertian di atas, untuk selanjutnya, sumber penghasilan dari mana sajakah yang bisa dijadikan pengurang nilai pajak tersebut? PPh Pasal 24 mengatur beberapa sumber penghasilan berikut yang bisa dikreditkan sebagai pengurang pajak di dalam negeri.

  • Penghasilan dari saham dan surat berharga lainnya.
  • Keuntungan dari pengalihan saham dan surat berharga lainnya.
  • Pendapatan lain yang berupa bunga, royalti, dan sewa yang berkaitan dengan penggunaan harta benda bergerak.
  • Pendapatan yang berupa sewa terkait dengan penggunaan harta benda tidak bergerak.
  • Jasa imbalan yang berhubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan.
  • Semua keuntungan dari Bentuk Usaha Tetap (BUT) di luar negeri.
  • Keuntungan dari keikutsertaan dalam pembiayaan atau pemanfaatan di perusahaan pertambangan.
  • Keuntungan dari pengalihan aset yang merupakan bagian dari Bentuk Usaha Tetap (BUT).

Metode Kredit Terbatas dalam PPh Pasal 24

PPh Pasal 24 mengatur tentang pajak yang dibayar atau terutang di luar negeri atas penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri yang dapat dikreditkan terhadap pajak yang terutang di Indonesia. Karena itu, pajak ini langsung dikenakan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak. Di luar itu tidak bisa dijadikan pengurang pajak. Hal ini yang dikenal sebagai metode kredit terbatas (ordinary credit method/limited credit method).

Besarnya PPh Pasal 24 menurut metode kredit terbatas bisa dihitung dengan perhitungan:

Penghasilan Neto Negara A

-------------------------------------- X PPh Terutang

Penghasilan Kena Pajak

Untuk lebih jelasnya mari kita simak uraian lengkap ilustrasi dibawah ini:

Ilustrasi Perhitungan Pengurangan Pajak Penghasilan dari Luar Negeri yang Diatur di dalam PPh Pasal 24

Anda bisa melakukan pembayaran pajak PPh Pasal 24 sekaligus perhitungannya melalui aplikasi online pajak (app.online-pajak.com). Aplikasi OnlinePajak disediakan 100% gratis untuk digunakan.

Pertama-tama Anda akan diminta untuk mengisi data nominal pajak yang Anda bayarkan di luar negeri untuk mendapatkan ilustrasi mengenai besarnya pajak yang harus dibayarkan di dalam negeri. Jika nilai pajak di luar negeri yang telah Anda gunakan sebagai kredit pajak di Indonesia telah berkurang atau dikembalikan, Anda tinggal membayar jumlah terutang tersebut ke Kantor Pelayanan Pajak di Indonesia.

Ilustrasi ini akan membantu Anda untuk memahaminya.

PT Boy Thohir di Indonesia adalah pemegang saham mayoritas atas Newcastle United di Inggris. Selama tahun 2014, PT Boy Thohir memperoleh keuntungan sebesar USD 500.000. Ketentuan Pajak Penghasilan yang berlaku di Inggris adalah 48% dan Pajak Dividen adalah 38%.

Terdapat dua perhitungan yang digunakan di sini: pajak atas dividen dan pajak atas penghasilan.

Penghitungan pajak atas dividennya adalah sebagai berikut.

Keuntungan Newcastle United USD 500.000.

  • Pajak Penghasilan (Corporate Income Tax) atas Newcastle United (48%) USD 240.000 (‐) USD 260.000.
  • Pajak atas dividen (38%) USD 98.800 (‐) dividen yang dikirim ke Indonesia adalah sebesar USD 161.200.

Berapa nominal Pajak Penghasilan yang bisa dikreditkan di Indonesia?

Hanya pajak yang langsung dikenai atas penghasilan yang diterima atau diperoleh di luar negeri (dalam contoh tersebut sebesar USD 98.800) saja yang bisa dikreditkan kepada pajak terhutang di dalam negeri. Di luar itu, Pajak Penghasilan (Corporate Income Tax) atas Newcastle United sebesar USD 240.000 tidak dapat dikreditkan terhadap Pajak Penghasilan yang terutang. Hal ini terjadi karena pajak sebesar USD 240.000 tersebut tidak dikenakan langsung atas penghasilan yang diterima atau diperoleh PT Boy Thohir dari luar negeri. Tetapi, pajak yang dikenai atas keuntungan Newcastle United di Inggris.

Teknis Proses Pengkreditan Pajak Luar Negeri terhadap Pajak Terutang di Dalam Negeri

Kredit Pajak Luar Negeri

Menghitung Kredit Pajak Luar Negeri via bcemx.com

 

Teknis proses pengkreditan pajak luar negeri terhadap pajak terutang di dalam Negeri diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 164/KMK.03/2002 sebagai berikut.

  • Pengkreditan pajak yang dibayar di luar negeri harus dilakukan dalam tahun pajak yang sama.
  • Nominal yang dapat dikreditkan adalah maksimal sama dengan jumlah pajak yang dibayar atau terutang di luar negeri. Namun, ada batas nominal tertentu menurut perbandingan antara penghasilan dari luar negeri dan penghasilan kena pajak dikalikan dengan pajak yang terutang atas penghasilan kena pajak dan dilakukan untuk tiap-tiap negara.

Proses pengkreditan pajak luar negeri harus disampaikan kepada Direktur Jenderal Pajak dengan melampirkan:

  • Laporan Keuangan dari penghasilan yang berasal dari luar negeri.
  • Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak yang disampaikan di luar negeri.
  • Dokumen pembayaran pajak di luar negeri.

Penyampaian permohonan kredit pajak luar negeri dilakukan bersamaan dengan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan.

Baca Juga: Awas! Deposito Bodong Banyak Ditawarkan, Ini Cara Menghindarinya

Cermati dan Pelajari agar Mengetahui Manfaatnya

Cermati dan pelajari dengan baik ketentuan tentang PPh Pasal 24 ini karena sangat bermanfaat bagi Anda untuk mengurangi nominal pajak yang harus dibayarkan di dalam negeri. Jangan lupa untuk memenuhi ketentuan batas waktu serta kelengkapan berkas yang dibutuhkan sehingga proses administrasi pajak Anda bisa berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Dapatkan Uang Tunai Secara Instan Lewat Pegadaian