Kenali Apa Itu Simpanan Berjangka, Manfaat, hingga Cara Kerjanya

Semua orang pasti ingin memiliki kondisi keuangan yang kondusif dan stabil. Di samping itu, tidak sedikit orang yang mempunyai tujuan atau rencana finansial yang ingin diraih di waktu mendatang. Sebagai salah satu cara yang efektif untuk mengumpulkan dana, kamu pasti setuju jika kebiasaan menabung harus dilakukan demi meraih tujuan finansial yang telah ditentukan. 

Akan tetapi, nyatanya, masih banyak orang yang kesulitan untuk disiplin menyisihkan uang agar bisa ditabung. Imbasnya, rencana keuangan berisiko tak mampu tercapai sesuai harapan dan hanya menjadi isapan jempol belaka.

Untungnya, ada beragam layanan keuangan yang bisa membantu kamu untuk mencapai tujuan finansial dengan lebih mudah dan disiplin. Salah satu contohnya adalah tabungan atau simpanan berjangka. 

Merupakan produk lembaga keuangan, simpanan berjangka mampu membantu nasabah merencanakan keuangan dan menabung dengan lebih mudah. Tentunya, sebelum memutuskan untuk mencoba jenis simpanan berjangka ini, kamu perlu memahaminya terlebih dahulu. Tanpa panjang lebar lagi, simak penjelasan tentang apa itu simpanan berjangka, manfaat, cara kerja, hingga kelebihan dan kekurangannya berikut ini.

Baca Juga: Cara Asyik Nabung yang Bikin Hidup Bahagia dan Makin Untung

Bingung cari investasi Reksa Dana yang aman dan menguntungkan? Cermati solusinya!

Mulai Berinvestasi Sekarang!  

Pengertian Simpanan Berjangka

loader

Pengertian Simpanan Berjangka

Simpanan berjangka adalah jenis simpanan yang ditawarkan bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat atau BPR menggunakan Rupiah serta valuta asing. Jenis simpanan ini hanya boleh diajukan oleh pihak ketiga yang bukan bank, tak termasuk pemerintah pusat maupun bukan penduduk, yang penarikannya hanya bisa dilakukan setelah masa simpanannya berakhir sesuai perjanjian. Simpanan berjangka mencakup deposito berjangka, sertifikat deposito, dan deposito on call. 

Saat menjadi nasabah tabungan berjangka, kamu diharuskan untuk membayar dana dengan nominal tertentu selama jangka waktu atau durasi yang sudah ditentukan. Dana yang terkumpul tersebut baru boleh ditarik di akhir masa deposit atau ketika sudah jatuh tempo. 

Sesuai namanya, simpanan berjangka adalah jenis tabungan yang memiliki jangka waktu tertentu, biasanya mulai 6 bulan sampai 20 tahun. Aturan terkait nominal dan juga durasi tabungan harus disepakati oleh kedua belah pihak pada awal perjanjian sehingga nasabah tidak bisa dengan sembarangan melakukan penarikan dana kapan saja. 

Jika karena suatu alasan nasabah harus mengambil dana yang tersimpan pada layanan ini, akan ada beban denda yang wajib dibayarkan pada pihak bank. Nasabah juga bisa menentukan sendiri jumlah dana yang harus disetorkan setiap bulannya pada simpanan ini, misalnya 500 ribu Rupiah per bulan.

Apa Saja Manfaat Simpanan Berjangka?

Simpanan berjangka tentu saja memiliki sederet manfaat yang mampu membuat nasabah tertarik untuk mengajukannya, antara lain:

  1. Tingkat Suku Bunga Tinggi

    Salah satu alasan utama mengapa tak sedikit orang memilih menabung pada simpanan berjangka adalah tingkat bunga yang diberikan relatif tinggi, setidaknya melebihi tabungan biasa. Setiap bulannya, pihak bank memberikan suku bunga paling tinggi sehingga membuat saldo tabungan bertambah seiring berjalannya waktu. 

    Dengan jangka waktu menabung yang lebih lama, imbal hasil yang bisa didapatkan juga akan menjadi jauh lebih besar.

  2. Menabung dengan Disiplin

    Manfaat lainnya dari memilih simpanan berjangka adalah kamu bisa lebih disiplin menabung. Terdapat fitur autodebet yang mampu memudahkanmu untuk menyimpan uang tanpa harus repot melakukan transfer. Jadi, aktivitas menabung pun bisa dilakukan dengan lebih praktis, serta tidak rentan gagal karena dananya tidak bisa diambil sewaktu-waktu. 

  3. Dana Simpanan Dijamin Aman

    Risiko saat menabung di bank tentu sangat kecil dan hampir tak mungkin terkena masalah kehilangan uang. Yang terpenting, saat memutuskan untuk menggunakan layanan ini, pilih perbankan yang merupakan anggota dari LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan. 

    Menabung pada program simpanan berjangka pada perbankan anggota LPS artinya dana yang kamu simpan akan terjamin keamanannya. Dengan begitu, uang akan tetap aman walaupun terjadi masalah maupun perubahan ekstrem sekalipun, misalnya likuidasi, karena pasti akan dijamin lembaga penjamin tersebut. 

  4. Mampu Menabung dengan Nominal Terjangkau

    Walaupun dana akan secara otomatis masuk pada jenis simpanan ini, nasabah tetap bisa mengatur keuangannya dengan mudah. Hal ini dikarenakan setoran awal dan rutin pada tabungan berjangka tergolong rendah dan dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan nasabah.

    Sebagai contoh, kamu mampu melakukan setoran pertama dengan nominal 100 ribu Rupiah. Meski terkesan kecil dan receh, namun jika dilakukan secara rutin setiap bulan dalam jangka waktu yang panjang serta adanya suku bunga yang tinggi, dana yang terkumpul pada akhir periode simpanan berjangka pasti akan masif juga.

  5. Mampu Berikan Asuransi

    Simpanan berjangka umumnya juga ditawarkan bersama dengan produk asuransi lainnya. Meski begitu, kamu tetap harus memperhatikan rincian biayanya karena mungkin akan berbeda antara lembaga perbankan. 

    Beberapa bank mungkin akan menawarkan produk asuransi jiwa guna mengantisipasi risiko kematian atau cacat tetap total pada nasabah. Ada pula jaminan dari layanan tersebut agar nasabah mampu terus menyetorkan dana hingga jangka waktu simpanan berjangka berakhir walaupun nasabah tak mampu lagi melanjutkannya akibat alasan tertentu.

Baca Juga: Jamin Keamanan Simpanan di Bank, Kenali Apa Itu LPS, Fungsi, Tugas, dan Wewenangnya

Cara Kerja Simpanan Berjangka

Cara kerja simpanan berjangka sedikit berbeda ketimbang tabungan biasa.

Simpanan Berjangka

Tabungan Biasa

Nasabah harus menyetor uang dengan nominal yang telah disepakati selama durasi tertentu. Uang yang disetorkan bisa dilakukan secara otomatis melalui fitur autodebet yang tergabung pada tabungan biasa dan saldonya tidak boleh diambil hingga jangka waktunya berakhir.

Nasabah bisa menyimpan uang lalu mendapatkan bunga berdasarkan jumlah uang yang tersimpan selama durasi tertentu. Selain itu, saldo pada tabungan biasa juga bisa dengan mudah diambil kapan pun melalui ATM, counter, ataupun internet banking.

Contoh Simpanan Berjangka

  loader

Contoh Simpanan Berjangka

Ada beberapa contoh dari simpanan berjangka, seperti:

  1. Deposito Berjangka

    Deposito berjangka merupakan jenis deposito yang mana nasabahnya hanya bisa melakukan pencairan saldo tabungan dalam jangka waktu tertentu. Jenis deposito ini diterbitkan atas nama lembaga maupun individu, dan pihak bank bakal memberikan bunga dengan nilai tertentu yang lebih tinggi ketimbang tabungan biasa.

  2. Sertifikat Deposito

    Sementara sertifikat deposito merupakan tabungan dengan bentuk deposito yang memiliki bukti penyimpanan sertifikat dan bisa dipindahtangankan. Tertera nama pemilik maupun lembaga tertentu, siapa pun pemilik sertifikat tersebut bisa mencairkan dananya.

  3. Deposito On Call

    Terakhir, deposito on call merupakan jenis deposito yang saldonya bisa diambil kapan saja asalkan melakukan pemberitahuan terlebih dahulu hingga 3 hari sebelumnya. Jenis deposito ini umumnya tak ditawarkan secara bebas.

Kekurangan Simpanan Berjangka

  1. Wajib Menabung

    Ketika memutuskan untuk membuka simpanan berjangka, kamu diwajibkan untuk menyimpan uang dengan jumlah sesuai yang ditentukan secara rutin. Jadi, kamu perlu memastikan jika ada cukup saldo di rekening sumber agar menabung di produk keuangan ini bisa berjalan lancar. 

  2. Tak Bisa Dicairkan Kapan Saja

    Kekurangan lainnya adalah dana yang tersimpan tidak bisa dicairkan sesuai kehendak nasabah. Saldo dalam tabungan berjangka ini hanya bisa diambil saat tanggal jatuh tempo yang ditentukan nasabah dan pihak bank telah tiba. Jika memaksa mengambil dana sebelum tanggal jatuh tempo, akan ada risiko denda yang wajib ditanggung nasabah.

Bunga Simpanan Berjangka

Mayoritas tabungan berjangka pasti memberi tingkat suku bunga lebih besar ketimbang tabungan biasa. Perbedaannya pun bisa berkisar antara 3 sampai 4,5 persen per tahun. Simpanan berjangka bisa dikategorikan sebagai sarana finansial untuk investasi maupun persiapan keuangan di masa depan. 

Beberapa produk simpanan berjangka menyediakan variasi suku bunga pada jumlah tabungan yang bertingkat. Artinya, nasabah mampu mendapatkan bunga lebih besar jika jumlah simpanannya lebih banyak. Nasabah juga bisa memperoleh bunga tinggi jika jangka waktu pinjamannya lama. 

Jangan Samakan Deposito dengan Simpanan Berjangka

Itulah penjelasan seputar apa itu simpanan berjangka dan seputar hal penting tentangnya. Perlu dipahami jika jenis tabungan ini tidak sama dengan deposito, khususnya dalam hal suku bunga dan fleksibilitasnya. Jadi, setelah memahami tentang simpanan berjangka di atas, pastikan untuk tak keliru memilihnya dengan deposito ataupun produk keuangan lainnya yang serupa. 

Baca Juga: 5 Cara Mudah Untuk Menambah Simpanan Masa Tua