Tertarik Bisnis Apotek atau Toko Obat di Rumah? Segini Biayanya

Salah satu bisnis menjanjikan di masa depan adalah apotek. Terlebih saat ini pandemi Covid-19 malah mengganas.

Obat-obatan menjadi kebutuhan utama semua orang. Tidak hanya untuk mengobati rasa sakit, tapi juga untuk menambah sistem imun tubuh guna mengantisipasi penyakit yang bisa datang kapan saja.

Bagi yang saat ini sedang memikirkan peluang bisnis yang oke, tidak ada salahnya melirik bisnis apotek.

Baca Juga: 10 Tips Membuka Toko Buku dan Alat Tulis

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Keuntungan Bisnis Apotek

loader
Bisnis apotek atau toko obat tidak harus merogoh kocek ratusan juta rupiah

1. Memiliki prospek yang menjanjikan

Bisnis apotek memiliki prospek yang menjanjikan, terutama di era modern seperti sekarang. Manusia makin rentan terserang penyakit akibat pola atau gaya hidup yang sembarangan.

Untuk mendapat obat, pasti ribet kalau harus ke rumah sakit. Dengan adanya apotek, masyarakat bisa memperoleh obat sesuai kebutuhannya saat itu tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit. Hemat waktu dan tenaga, kan?

Jika tertarik, sekarang saatnya untuk memikirkan perencanaan bisnis sematang mungkin sebelum akhirnya terjun langsung menjalankannya. Dengan begini, bisnis apotek dapat berjalan lancar.

2. Modalnya cukup terjangkau

Bisnis apotek memiliki image yang bagus di mata masyarakat. Tak heran kalau kebanyakan orang mengira modalnya sangat besar, padahal masih cukup terjangkau bila dibandingkan dengan bisnis lain. 

Untuk membuka bisnis apotek mini, misalnya, kamu cuma butuh modal sekitar Rp 25 juta saja di awal. Modal ini sudah termasuk biaya untuk beli obat-obatan yang umum dikonsumsi, seperti sirup, tablet generik, dan antibiotik. 

3. Konsumen yang selalu ada

Begitupula dengan konsumen yang dipastikan selalu ada. Sebab, semua orang ingin sehat dan untuk mewujudkannya tentu harus mengonsumsi tablet obat-obatan, seperti vitamin. 

Apalagi sekarang ini, masyarakat jauh lebih peduli terhadap kesehatan tubuh. Sejumlah antisipasi dini pun dilakukan demi mencegah kemunculan penyakit, termasuk menangkal Covid-19.

Jika apotek milikmu dapat menyediakan obat-obatan lengkap, percayalah pasti akan sangat menarik perhatian masyarakat. Bisnis pun berjalan dengan lancar sesuai rencana di awal. Dari kelancaran ini, maka pundi-pundi keuntungan pun dapat dikumpulkan secara berkala.

4. Hemat ruang atau tempat

Siapa bilang membuka bisnis apotek membutuhkan lahan yang luas? Tentunya tidak, bahkan kamu bisa menjalankan bisnis di halaman rumah.

Cukup ditambah dengan pamflet “apotek” di depan gerbang, maka para tetangga akan tahu kalau kamu menjual obat-obatan. 

Jika skala bisnisnya masih kecil, tidak ada salahnya untuk memanfaatkan ruang kosong yang ada. Nanti jika usahanya sudah berkembang, baru boleh pindah ke tempat yang lebih besar agar produk yang dijual juga semakin lengkap.

Jadi, jangan terlalu memikirkan luas tidaknya tempat saat ingin merintis. Yang penting jalan dulu, setelah itu baru pikirkan ke depannya tentang nasib bisnis apotek ini.

Baca Juga: 10 Usaha Rumahan yang Lagi Trend, Patut Dicoba!

Biaya Bisnis Apotek atau Toko Obat

loader
Rincian biaya jika ingin buka bisnis apotek atau toko obat

1. Biaya perizinan

Sebelum bisnis apotek beroperasi sebagaimana mestinya, kamu perlu mengurus biaya perizinan usahanya untuk mendapatkan SIA/Surat Izin Apotek atau izin toko obat. Biayanya sebesar Rp 1 juta. 

Sedangkan untuk membuat SIA, kamu bisa tanyakan langsung ke lembaga atau pihak yang berwenang. Sebab, harganya tergantung dari wilayah tempat tinggal masing-masing.

2. Biaya membeli obat-obatan

Untuk apotek mini misalnya, kamu cukup menyediakan modal sekitar Rp 17 juta untuk memenuhi etalase atau lemari obat. Obat-obatannya terdiri dari yang paling umum digunakan, seperti obat batuk, pilek, sakit perut, lambung dan lainnya.

Selain obat-obatan, sebaiknya sediakan juga berbagai kebutuhan medis, seperti tisu, popok, hand sanitizer, dan lainnya. Pastikan uangnya cukup dan kamu dapat membeli obat-obatan yang dibutuhkan konsumen.

Baca Juga: Punya Duit Rp 5 Juta Mau Jualan Sembako? Catat Nih Tipsnya

3. Biaya beli perabotan untuk apotek

Kamu tentu butuh etalase atau lemari untuk menyimpan obat-obatan yang hendak dijual, bukan? Modal yang dibutuhkan sekitar Rp 6 juta, sudah mencakup lemari, etalase, dan kursi plastik.

Berhubung karena skala usahanya masih kecil, jadi kamu tidak perlu memikirkan yang namanya AC, televisi, atau kulkas. Nanti setelah bisnis apotek berkembang, baru boleh menambah perabotan satu per satu guna memanjakan pembeli yang datang.

4. Gaji karyawan

Jika kamu berniat menjadikan bisnis apotek sebagai sampingan, maka dibutuhkan yang namanya karyawan untuk handle kegiatan operasional di jam kerja.

Anggaplah dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore. Setelah jam tersebut, kamu bisa mengambilalih tugas ini sampai jam operasional apotek. Gaji penjaga apotek biasanya sekitar Rp 1-2 juta per bulan.

Pelajari tentang Obat-obatan

Sebagai owner, setidaknya kamu harus tahu tentang obat-obatan walaupun tidak banyak. Kamu dapat menjelaskan pada karyawan maupun pembeli agar pembeli mendapat obat sesuai kebutuhannya. Hal ini untuk menghindari terjadinya kasus salah obat.

Baca Juga: 21 Usaha Sampingan dengan Modal Kecil