5 Tips Cerdas Beli Mobil Tanpa Mengganggu Keuangan

Membeli mobil dianggap bisa membantu seseorang menghemat biaya bensin atau ongkos transportasi. Faktanya, belum tentu.

Malah banyak orang yang justru mengalami kesulitan keuangan usai membeli mobil akibat tidak ada persiapan atau perencanaan yang matang. Finansial jadi berantakan, dan menganggu kelancaran pembayaran cicilan kredit mobil.

Lantas, bagaimana caranya agar bisa tetap membeli mobil tanpa mengganggu kondisi keuangan? Jawaban paling tepat adalah beli mobil bekas.  

Untuk kamu yang ingin punya mobil, tetapi finansial tetap aman, berikut tipsnya:

Baca Juga: 6 Ciri-Ciri Asuransi Mobil yang Bagus

Bingung cari asuransi mobil terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Beli Asuransi Mobil Terbaik Sekarang!  

loader
Membeli mobil

  • Pilih yang Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan

Pastikan untuk mencari mobil yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Bukan menuruti gengsi atau keinginan.

Inginnya punya mobil baru seperti tetangga. Yang kap atau atapnya bisa dibuka. Mobil-mobil seperti itu, biasanya dibanderol dengan harga mahal.

Sementara keuangan kamu, pas-pasan. Cuma cukup untuk beli mobil bekas. Kebutuhannya pun hanya sekadar bisa dipakai untuk bekerja dan dapat menampung banyak anggota keluarga.

Oleh karena itu, cari yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan. Buat apa memaksakan beli mobil baru yang memiliki fitur canggih, tetapi tidak kamu perlukan. Mubazir, buang-buang uang.

  • Pastikan Dokumennya Lengkap dan Asli

Memeriksa dokumen kendaraan, baik BPKB dan STNK menjadi hal wajib saat membeli mobil bekas. Ketiadaan dokumen-dokumen tersebut bisa menciptakan risiko jauh lebih parah lagi. Misalnya, penjual mobil mengatakan salah satu dokumennya hilang, entah itu BPKB atau STNK-nya.

Lantas apa jadinya jika ternyata BPKB tersebut masih dijaminkan di lembaga keuangan atau pembiayaan dan punya riwayat kredit macet? Bukan tidak mungkin, mobil yang kamu beli bakal ditarik secara sepihak oleh lembaga pembiayaan tersebut kapan saja. 

Selain itu, ada kemungkinan lain jika salah satu dokumen yang dimaksud tak ada, bisa jadi pajak kendaraan mati. Ini bisa menimbulkan masalah baru ketika dibawa berkendara di jalan raya. 

Secara garis besar, pembelian mobil yang tak memiliki dokumen resmi alias bodong dapat dikategorikan sebagai suatu tindakan kriminal. Jadi jangan heran, jika nantinya ada potensi terjerat hukum pidana.

Baca Juga: 11 Poin Penting yang Wajib Dipahami dalam Polis Asuransi Mobil

loader
Membeli mobil

  • Beli Tunai atau Cash

Ada alasan cukup kuat mengapa sangat tidak disarankan untuk membeli mobil secara kredit. Beberapa di antaranya karena bisa memicu pembengkakan pengeluaran bulanan yang bisa mengacaukan kondisi finansial yang sebelumnya stabil. 

Sebab, cicilan semacam ini kemungkinan besar menciptakan pengeluaran pasif di setiap bulannya. Sehingga, mau tak mau harus punya anggaran khusus untuk bayar cicilan mobil.

Apabila terpaksa membeli mobil dengan sistem kredit, pastikan bahwa usia dari mobil tersebut tidak lebih dari setahun pemakaian. 

Tujuannya untuk menghindari segala risiko seperti penggantian suku cadang secara mendadak. Di samping itu, pastikan cicilannya tak lebih dari 35% dari total penghasilan bulanan. Bisa juga dihitung dari total utang yang tertunggak tak lebih dari 50% nilai keseluruhan aset. 

  • Lakukan General Check Up dengan Pemilik Mobil

Pengecekan kondisi kendaraan yang hendak dibeli bukan hanya dilihat dari tampilan luarnya saja. Melainkan juga dari kondisi mesin, interior, dan lainnya.

Jika kurang paham dengan kondisi mobil, tak ada salahnya mengajak pemilik mobil untuk melakukan pengecekan ke bengkel resmi.

Namun, sebelum itu ada baiknya untuk memberikan uang muka atau tanda jadi terlebih dulu. Baru setelah itu lakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi mobil.

Hasil dari pemeriksaan tersebut bisa dijadikan sebagai acuan untuk melakukan negosiasi harga dengan pemilik mobil. 

Baca Juga: 5 Tips Mudah Beli Mobil dari Investasi Reksadana

  • Perhatikan Pajak Kendaraannya

Ada kemungkinan, mobil bekas yang dijual murah mengalami keterlambatan dalam pembayaran pajak. Jadi pastikan terlebih dulu mengenai kondisi pajak dari kendaraan yang hendak dibeli. Agar nantinya tak perlu repot bayar pajak kendaraan tertunggak yang biayanya bisa saja sangat mahal.

Miliki Juga Asuransi Mobil

Setelah membeli mobil, kamu juga harus memikirkan untuk melindungi kendaraan dari risiko di jalan raya, seperti kecelakaan, kerusakan, kerusuhan, dan sebagainya. Semua ini dapat dikover oleh asuransi mobil.

Agar tidak membebani keuangan, pilih produk asuransi mobil yang sesuai kebutuhan dan kemampuan bayar premi.

Baca Juga: Tips Aman Beli Asuransi Mobil Syariah