Tips Cerdas Atur Uang Biar Gak Pusing Kalau Ingin Punya Anak Tahun Depan

Siapa sih yang gak ingin punya anak setelah menikah? Hampir setiap pasangan mendambakan kehadiran buah hati tercinta.

Kehadiran anak dalam sebuah pernikahan akan menambah kekuatan cinta semakin besar. Ada yang bilang, banyak anak, banyak rezeki. Diaminkan saja.

Toh memang faktanya, pasti ada saja rezeki yang datang ketika Anda dan pasangan punya anak. Namun jangan hanya mengandalkan pernyataan tersebut.

Ketika memutuskan untuk punya anak, Anda dan pasangan harus mempersiapkan keuangan dengan baik. Mulai dari sandang, pangan, dan papan, sampai biaya pendidikan hingga jenjang kuliah nantinya.

Jika tidak dipersiapkan sejak awal pernikahan, maka Anda yang bakal kelimpungan sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup dan masa depan anak. Itu baru punya anak satu. Bagaimana kalau dua, tiga, atau lebih.

Berikut biaya-biaya yang harus Anda dan pasangan persiapkan bila berencana punya anak agar semuanya terjamin:

Baca Juga: Perlukah Punya Rekening Keluarga Setelah Menikah?

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

1. Lunasi utang

utang
Lunasi utang Anda agar tidak menjadi beban keuangan

Begitu ingin memiliki momongan, misalnya tahun depan, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melongok kembali kesehatan keuangan Anda.

Jika masih ada utang, segera lunasi. Utang hanya akan menjadi beban keuangan Anda. Oleh karenanya, bayar utang agar terbebas dari kewajiban.

Apabila Anda memiliki lebih dari satu utang, prioritaskan gaji atau penghasilan untuk membayar utang dengan bunga terbesar, seperti kartu kredit, pinjaman online. Baru setelah itu, fokus pada utang bunga kecil.

Pastikan dalam melunasi utang, Anda tetap mempertahankan arus kas keuangan. Jangan sampai membayar utang lama menggunakan utang baru.

Kalau gaji atau penghasilan Anda tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membayar utang, maka carilah pekerjaan tambahan atau sampingan guna melunasi kewajiban Anda.  

2. Sisihkan uang untuk dana darurat

Dana darurat
Sisihkan uang untuk dana darurat

Bila rasio utang Anda sudah mengecil (ambang batas tidak lebih 30% dari penghasilan), maka mulai mempersiapkan dana darurat.

Alokasikan 10% dari gaji atau penghasilan Anda untuk pos dana darurat. Idealnya dana darurat buat Anda yang mau punya anak.

Untuk keluarga punya anak, dana darurat minimal 12 kali dari pengeluaran bulanan. Jadi, kalau pengeluaran Anda sebesar Rp 3 juta per bulan, maka idealnya dana darurat yang terkumpul sebesar Rp 36 juta.

Baca Juga: Covid-19 Masih Mewabah, Lakukan Cara Ini Biar Hemat Biaya Kesehatan

3. Kumpulkan dana sebelum melahirkan

Hamil
Kumpulkan dana sebelum melahirkan

Saat Anda atau pasangan dinyatakan positif hamil, pasti bersuka cita menyambut calon anak. Tetapi ingat, Anda dan pasangan perlu mengumpulkan dana yang tidak sedikit untuk persiapan kelahiran.

Mulai dari biaya cek kehamilan rutin ke bidan atau dokter kandungan, beli vitamin, makanan bergizi, belanja pakaian khusus ibu hamil dan bayi, USG, sampai untuk biaya persalinan.

Semua itu butuh biaya besar. Bahkan bisa habis puluhan juta rupiah. Bila tidak pintar-pintar mengatur keuangan, Anda dan pasangan bakal pusing tujuh keliling.

Misalnya untuk biaya melahirkan. Anda dan pasangan jangan hanya mengandalkan BPJS Kesehatan maupun asuransi kesehatan saja. Harus juga punya tabungan untuk berjaga-jaga.

Bisa menabung uang nominal kecil, dari mulai Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu per hari. Andai Anda dan pasangan disiplin menabung @ Rp 20 ribu per hari = Rp 40 ribu saat kehamilan menginjak 2 bulan.

Berarti masih ada waktu 7 bulan untuk mengumpulkan biaya melahirkan. Begitu genap 9 bulan, tabungan sudah terkumpul Rp 8,4 juta.

Uang tabungan itu sudah cukup untuk biaya lahiran secara normal. Kalau sesar, Anda tinggal menambahkan kekurangannya, sehingga tidak terlalu memberatkan keuangan.

4. Siapkan anggaran setelah melahirkan

Pernikahan
Siapkan anggaran setelah melahirkan

Kalau sudah melahirkan, kebutuhan biaya akan tambah besar. Baru punya anak, pengeluaran akan diprioritaskan untuk biaya imunisasi anak, berobat ke dokter jika anak sakit, biaya syukuran kelahiran, biaya popok dan susu.

Setelah melahirkan pun, uang yang harus disiapkan banyak. Jumlahnya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Belum lagi biaya pendidikan anak yang juga harus mulai dipikirkan orangtua.

Disiplin Menyisihkan Uang Kuncinya

Bujet atau anggaran di atas hanya akan menjadi catatan kosong kalau Anda dan pasangan tidak punya komitmen dan disiplin menyisihkan uang.

Masa depan anak ada di tangan Anda sebagai orangtua. Jika orangtuanya saja tidak mengupayakan menabung sejak dini, bagaimana mungkin anak punya masa depan cerah.

Baca Juga: Cara Gunakan Kartu BPJS Kesehatan untuk Melahirkan