Tips Milenial Lancar Jaya Bayar Cicilan Utang saat Resesi

Belum juga surut pandemi Covid-19, kita harus bersiap menghadapi situasi sulit. Indonesia berpotensi besar masuk dalam jurang resesi (penurunan ekonomi secara signifikan).

Suatu negara bisa dikatakan resesi, bila pertumbuhan ekonominya kontraksi atau minus dalam dua kuartal berturut-turut. Nah bagaimana dengan Indonesia?

Ekonomi Indonesia masih tumbuh positif di kuartal I-2020 sebesar 2,97%. Tapi anjlok di kuartal II, yakni minus 5,3%.

Dan kuartal III, diprediksi kembali terkontraksi meski tidak separah kuartal sebelumnya. Proyeksinya minus 2%, menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Sudah terbayang dampak ngerinya kalau Indonesia betul-betul resesi? Bisa terjadi gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang lebih besar. Angka kemiskinan pun bakal melonjak.  

Baca Juga: Alami Krisis Keuangan? Ini 6 Tips untuk Bersiap dan Mengatasinya

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Resesi, Milenial Terancam Gagal Bayar Cicilan

Kartu Kredit
Milenial terancam gagal bayar utang saat resesi

Jika banyak orang kena PHK, otomatis tidak punya penghasilan atau gaji lagi. Daya beli jadi turun. Lalu mengerem belanja.

Prioritasnya hanya untuk membeli kebutuhan pokok. Kondisi ini bisa menimpa siapapun, termasuk pekerja milenial yang gajinya berada direntang Rp 5-10 juta.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho seperti dikutip CNN Indonesia memperkirakan, banyak pekerja milenial berpotensi mengalami gagal bayar cicilan.

Contohnya seperti gagal bayar kartu kredit, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Apartemen (KPA), hingga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Penyebabnya karena pekerja milenial ini menjadi korban PHK atau pemangkasan gaji.

Buat makan saja susah, apalagi bayar cicilan utang. Belum lagi kalau kerjanya dari rumah (WFH). Selain kebutuhan makan, ada pengeluaran tambahan yang harus dipenuhi, yakni membeli kuota internet.

Mau Cicilan Utang Berjalan Mulus di Masa Resesi? Ini Tipsnya

Seberat apapun kondisinya, utang adalah kewajiban yang harus dibayar dan dilunasi. Itu konsekuensinya orang meminjam uang atau menggunakan kartu kredit.

Jika kamu menunggak, dan akhirnya gagal bayar, risikonya disatroni debt collector hingga penyitaan barang berharga. Bisa makin jatuh miskin kan?

Berikut ini tips agar milenial mulus jalannya bayar cicilan utang saat resesi:

1. “Kencangkan ikat pinggang”

Mengatur Keuangan
Milenial harus hidup hemat jika ingin bisa bayar cicilan

Kencangkan ikat pinggang di sini maksudnya adalah hidup hemat. Saat situasi sulit sekarang ini, belajarlah hidup prihatin. Apalagi kalau kamu jadi korban PHK atau pemotongan gaji.

Prioritaskan uangmu hanya untuk membeli kebutuhan pokok yang mendesak, seperti makan dan minum, vitamin guna menjaga daya tahan tubuh, kuota internet untuk WFH, bayar tagihan listrik dan air, serta membayar cicilan utang.

Singkirkan dulu pikiran belanja untuk membeli keinginanmu, terutama yang sifatnya masih bisa ditunda. Lebih baik hidup tenang tanpa utang, daripada mewah tapi dikejar-kejar debt collector karena nunggak bayar utang.

2. Makan seadanya

Makan
Makan seadanya dengan tempe dan tahu tetap enak dan bergizi

Makan kelihatannya pengeluaran yang sepele. Tapi kalau tidak hati-hati, bisa jadi boros. Jika makanan yang kamu beli atau masak setiap hari, menunya daging, ayam, ikan, malah bikin bengkak pengeluaran.

Makan seadanya saja. Yang penting kebutuhan gizi terpenuhi, seperti sayur mayur, tempe, tahu, kacang-kacangan. Boleh lah sesekali diselingi ikan atau ayam.

Selain itu, masak sendiri makananmu supaya lebih hemat. Penghematan dari biaya makan ini bisa lumayan besar kalau kamu konsisten. Uangnya bisa disisihkan untuk membayar cicilan utang.

Baca Juga: Kartu Kredit vs Pinjaman KTA, Mana yang Lebih Untung?

3. Tahan jajan di luar

Kartu Kredit
Tahan jajan di luar agar bisa bayar cicilan utang

Kalau sebelum resesi, kamu doyan jajan, seperti membeli kopi susu kekinian, makan di restoran, nonton film di bioskop, dan lainnya, kini belajar lah untuk mengendalikannya.

Buat aktivitas seru di rumah, agar tidak perlu ke luar dan buang-buang duit. Misalnya memasak makanan dan cemilan, membaca buku, nonton TV, berkebun, sehingga uangmu utuh, dan bisa digunakan untuk membayar cicilan utang.

4. Cari pekerjaan sampingan

Fotografer
Cari pekerjaan sampingan untuk menambah pemasukan

Utang memang harus dibayar. Tapi bagaimana kalau penghasilan hanya cukup untuk membeli kebutuhan pokok saja? Solusinya ya cari kerja sampingan. Jual keahlian dan keterampilanmu.

Contohnya kamu jago fotografi, buka usaha jasa pemotretan untuk wedding, ulang tahun, maternity, pre-wedding, dan acara lainnya. Promosikan jasamu ini di sosial media, whatsapp grup, atau dari mulut ke mulut teman. Jadi, gak perlu keluar biaya promosi.

Buat milenial yang kena PHK, tentu saja secepat mungkin mencari pekerjaan baru. Pasti ada kok, perusahaan yang masih membuka lowongan kerja meski resesi. Sambil menunggu panggilan, kamu dapat bekerja sebagai freelance.

5. Gadai barang berharga

Gadai
Gadai barang berharga untuk bayar cicilan utang

Lagi ‘paceklik’ keuangan saat resesi dan tidak punya tabungan, alternatif mendapatkan uang untuk membayar cicilan utang adalah dengan menggadai barang berharga, seperti emas perhiasan, TV, laptop, BKPB motor, sertifikat tanah atau rumah.

Apabila uang yang diterima dari gadai barang berharga jumlahnya banyak dan cukup untuk melunasi utang, lebih baik langsung dilunasi. Dengan begitu, kamu merdeka dari utang.

6. Jual barang tak terpakai

jual
Jual barang tak terpakai juga bisa buat bayar cicilan

Daripada barang-barang bekas atau tak terpakai teronggok begitu saja, memenuhi lemari, gudang, lebih baik dijual. Misalnya pakaian, peralatan elektronik, peralatan rumah tangga, dan lainnya. Lumayan kan jadi duit untuk bayar cicilan.

7. Pakai uang JHT

BPJS Ketenagakerjaan
Pakai uang JHT dari BPJS  Ketenagakerjaan untuk bayar cicilan

Bila sudah mendesak, tapi tidak ada uang sama sekali, kamu bisa mencairkan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan. Buat yang masih bekerja, klaim JHT hanya bisa 10% atau 30% saja.

Tapi bagi yang sudah resign atau kena PHK, dapat mencairkan saldo JHT 100%. Dana JHT ini bisa kamu pakai untuk melunasi utang dan membuka usaha.

Setop, Gali Lubang Tutup Lubang

Biasanya karena sudah mendesak dan tidak ada pilihan, banyak orang mengambil jalan pintas, mengajukan utang baru untuk menutup utang lama.

Hindari kebiasaan tersebut, karena hanya akan membuatmu jatuh terlalu dalam pada jeratan utang. Lebih baik pakai cara-cara di atas untuk membayar atau melunasi utangmu. Ayo, bebaskan dirimu dari belenggu utang meski resesi melanda.

Baca Juga: Kena PHK Akibat Corona? Segini Besaran Uang Pesangon yang Jadi Hak Pekerja