Cara Menutup Kartu Kredit yang Benar dan Aman agar Tidak Ditagih Lagi
Punya terlalu banyak kartu kredit di dompet sering kali bukan menjadi solusi, melainkan beban. Mulai dari iuran tahunan (annual fee) yang mencekik, nafsu belanja yang tak terkontrol, hingga tagihan yang menumpuk bisa menjadi alasan kuat untuk mengucapkan selamat tinggal pada kartu sakti tersebut.
Namun, menutup kartu kredit tidak semudah menggunting kartu fisiknya lalu membuangnya ke tempat sampah. Banyak kasus di mana nasabah merasa sudah menutup kartu, namun lima tahun kemudian tiba-tiba ditagih kembali oleh petugas karena adanya "tagihan hantu" yang tertinggal.
Agar kamu tidak terjebak masalah di kemudian hari, Cermati telah merangkum panduan lengkap cara menutup kartu kredit yang aman, tuntas, dan tidak merusak riwayat kreditmu di SLIK OJK.
Bingung cari kartu kredit terbaik? Cermati punya solusinya!
Alasan Tepat Menutup Kartu Kredit
Sebelum memutuskan menutupnya, pastikan alasanmu logis secara finansial. Beberapa alasan yang valid antara lain:
- Jarang Digunakan: Kamu hanya membayar iuran tahunan tanpa menikmati promonya.
- Beban Utang Tinggi: Kamu ingin fokus melunasi utang (debt repayment) dan menghindari gali lubang tutup lubang.
- Layanan Buruk: Sering mengalami kendala teknis atau sulit menghubungi call center.
- Ingin KPR: Terkadang, terlalu banyak fasilitas kredit yang aktif (meski tidak dipakai) dapat mempengaruhi penilaian approval KPR oleh bank.
7 Langkah Cara Menutup Kartu Kredit yang Benar
Jangan panik dan jangan emosi. Ikuti prosedur standar operasional berikut ini agar namamu tetap bersih.
1. Lunasi Semua Tagihan yang Tercetak
Ini adalah syarat mutlak. Kamu tidak bisa menutup kartu jika masih ada tunggakan pokok, bunga, atau denda keterlambatan. Pastikan kamu sudah melunasi semua tagihan kartu kredit hingga saldo tagihanmu Rp0 pada lembar tagihan (billing statement) terakhir.
2. Waspadai "Bunga Berjalan" & Biaya Materai
Ini adalah jebakan yang sering tidak disadari. Meskipun tagihan bulan ini sudah lunas, biasanya masih ada bunga berjalan (interest in process) yang belum tercetak, terutama jika kamu tidak membayar tagihan secara penuh (full payment) di bulan-bulan sebelumnya.
Oleh karena itu, saat menelepon bank, tanyakan spesifik: "Berapa total nominal yang harus saya bayar hari ini untuk pelunasan total hingga kartu ditutup?" Jangan lupa siapkan dana untuk biaya materai pelunasan.
3. Matikan Semua Layanan Autodebet
Cek kembali apakah kartu kreditmu terhubung dengan tagihan rutin seperti listrik, air, BPJS, gym, atau langganan streaming (Netflix/Spotify). Segera pindahkan metode pembayaran ke kartu lain atau rekening debit. Jika lupa, tagihan ini akan gagal bayar dan bisa memicu denda dari merchant terkait.
4. Tukarkan Poin Reward (Redeem Points)
Sayang sekali jika poin yang sudah kamu kumpulkan bertahun-tahun hangus begitu saja. Sebelum menutup, cek saldo poinmu. Tukarkan dengan voucer belanja, diskon tagihan, atau miles penerbangan. Anggap saja ini kado perpisahan dari bank.
5. Hubungi Call Center atau Datang ke Bank
Kamu bisa mengajukan penutupan melalui layanan telepon customer service (CS) atau datang langsung ke kantor cabang.
- Siapkan Mental untuk "Dirayu": Tim bank (biasanya disebut Retention Team) akan berusaha menahanmu. Mereka mungkin menawarkan penghapusan iuran tahunan, kenaikan limit, atau voucer belanja agar kamu tidak jadi menutup kartu.
- Sikap Kamu: Jika tekadmu sudah bulat, tolak dengan sopan namun tegas. Katakan, "Terima kasih tawarannya, tapi saya sedang merapikan cashflow dan prioritas saya adalah mengurangi jumlah kartu."
6. Minta Bukti Penutupan (Surat Keterangan Lunas)
Jangan hanya percaya pada ucapan "Kartu Bapak/Ibu sudah kami proses penutupannya."
Kamu wajib meminta bukti tertulis berupa Surat Keterangan Lunas atau surat bukti penutupan kartu kredit. Dokumen ini adalah "jimat" kamu. Jika di masa depan (misal 5-10 tahun lagi) ada pihak yang menagih tunggakan dari kartu tersebut, kamu punya bukti hukum yang kuat untuk menyanggahnya.
7. Hancurkan Kartu Fisik
Setelah penutupan dikonfirmasi, gunting kartu kreditmu. Pastikan kamu menggunting bagian chip dan pita magnetik (magnetic stripe) hingga rusak agar data di dalamnya tidak bisa dibaca lagi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Lebih Baik Tutup atau Biarkan?
Supaya keputusan menutup kartu kredit tidak menimbulkan masalah baru, kamu bisa menggunakan panduan ini untuk mengambil keputusan.
|
Kondisi Kartu |
Rekomendasi Cermati |
Alasan |
|
Kartu Pertama (Tertua) |
Pertahankan (Jika memungkinkan) |
Menutup kartu tertua bisa memperpendek credit age (usia kredit) yang berdampak pada penurunan laporan kredit. |
|
Iuran Tahunan Mahal |
Tutup / Nego |
Jika benefit yang didapat lebih kecil dari biaya iuran, kartu ini adalah beban (liability). |
|
Limit Kecil |
Tutup |
Limit kecil sering kali tidak sebanding dengan biaya admin yang harus dibayar. |
|
Jarang Dipakai (>6 Bulan) |
Tutup |
Kartu pasif berisiko disalahgunakan (fraud) tanpa kita sadari. |
Apakah Menutup Kartu Kredit akan Merusak Laporan Kredit (BI Checking/SLIK OJK)?
Sedikit, namun sementara. Menutup kartu akan mengurangi total limit kredit yang kamu miliki, yang otomatis menaikkan rasio penggunaan kredit (credit utilization ratio) pada kartu sisa lainnya. Namun, jika kamu menutupnya karena disiplin finansial, jangka panjangnya laporan kreditmu akan kembali sehat.
Berapa Lama Proses Penutupan Kartu Kredit?
Proses menutup kartu kredit biasanya memakan waktu 3 hingga 14 hari kerja, tergantung kebijakan masing-masing bank. Pastikan kamu memantau statusnya hingga benar-benar non-aktif.
Bijak Mengelola Utang, Tenang Masa Depan
Menutup kartu kredit adalah hak setiap nasabah. Jangan merasa sungkan atau takut dipersulit bank. Asalkan semua kewajiban sudah lunas, prosesnya seharusnya mudah.
Ingat, kartu kredit hanyalah alat bantu pembayaran, bukan uang tambahan. Jika kamu merasa kartu kredit saat ini kurang cocok, kamu selalu bisa membandingkan dan mengajukan kartu kredit terbaik yang sesuai dengan gaya hidup dan gajimu hanya di Cermati.
Jadilah nasabah cerdas yang memegang kendali penuh atas dompetmu!