Yuk Kenalan Dengan Sosok Ma’ruf Amin, Cawapres Jokowi

Nama KH. Ma’ruf Amin saat ini tengah menjadi sorotan publik setelah Joko Widodo (Jokowi) ‘meminang’ dirinya sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) periode 2019-2024. Buat masyarakat, termasuk anak milenial yang belum mengenal sosok Ma’ruf Amin, Cermati.com akan mengulas sepak terjang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut. 

Persis tanggal 9 Agustus 2018, Jokowi resmi mengumumkan Ma’ruf Amin sebagai Cawapres yang akan maju di Pilpres 2019. Banyak pihak kecele atas keputusan tersebut, mengingat sebelumnya nama Mahfud MD yang beredar kuat sebagai pendamping Jokowi. 

Yah begitulah, namanya juga politik, penuh dengan drama dan manuver. Penunjukkan Ma’ruf Amin sudah disepakati bersama 9 parpol koalisi yang diberi nama Indonesia Kerja. Kini, Jokowi dan Ma’ruf Amin akan bertarung dalam Pilpres tahun depan melawan rivalnya Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. 

Sebetulnya siapa sih Ma’ruf Amin sehingga Jokowi kepincut menggandeng tokoh penting di ormas Islam terbesar di Indonesia itu? Berikut fakta-fakta menarik tentang Ma’ruf Amin.

Baca Juga: Kutipan Terbaik dari Jokowi Presiden Republik Indonesia  

Anda Bingung Cari Produk Kredit Multi Guna Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KMG Terbaik! 

1. Melengkapi Jokowi, Nasionalis-Religius

Ma
Melengkapi Jokowi, Nasionalis-Religius via Twitter Jokowi

Ma’ruf Amin dipilih karena rekam jejaknya sebagai ulama besar yang diyakini bisa melengkapi kekurangan Jokowi, nasionalis dan religius. Ma’ruf Amin adalah anak dari KH Mohamad Amin, ulama besar di wilayah Tangerang. Pria kelahiran Tangerang, 11 Maret 1943 itu juga cicit dari Syaikh Nawawi Al-Bantani yang merupakan imam di Masjidil Haram.

Sedari kecil hingga remaja, Ma’ruf Amin kenyang dengan pendidikan Islam. Dia merupakan alumni santri di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Pendiri Pondok Pesantren An-Nawawi di Serang, Banten tersebut, saat ini memegang amanah sebagai Ketua MUI. Selain itu, Ma’ruf Amin juga menjabat sebagai Rais ‘Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sejak Agustus 2015. 

Karier Ma’ruf Amin bukan cuma teruji di lembaga keagamaan saja. Penyabet gelar Doctor Honoris Causa Bidang Hukum Ekonomi Syariah dari kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini pernah duduk di kursi pemerintahan sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dua kali, yakni di Bidang Kehidupan Beragama (2007-2009) dan Bidang Hubungan Antar Agama (2010-2014). 

Guru Besar Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah dari UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang ini pun sebelumnya aktif di dunia politik. Karier politiknya dimulai sejak 1971. Ma’ruf Amin pernah didapuk menjadi Anggota MPR, DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

2. Memiliki Harta Kekayaan Rp11,65 Miliar 

Harta Kekayaan Ma
Harta Kekayaan Ma'ruf Amin Rp11,65 Miliar 

Dikutip dari berbagai sumber, sebenarnya Ma’ruf Amin memiliki harta kekayaan senilai Rp12,30 miliar. Namun Pria berusia 75 tahun itu mempunyai utang sebesar Rp657,58 juta, sehingga harta kekayaan bersihnya tinggal Rp11,65 miliar.

Adapun aset-aset Ma’ruf Amin yang disebutkan di Laporan Harta Kekaayaan Pejabat Negara (LHKPN) terbaru, antara lain berupa:

  • Sebanyak 10 unit tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Utara dan Depok senilai Rp6,98 miliar
  • Dua unit mobil senilai Rp1,63 miliar, yakni Toyota Alphard tahun 2018 senilai Rp1,1 miliar dan Toyota Fortuner tahun 2017 sebesar Rp527,9 juta
  • Harta bergerak lain senilai Rp226 juta
  • Kas dan setara kas senilai Rp3,47 miliar.

Baca Juga: Ekonomi Mulai Bangkit, Bisnis Ini Diprediksi Makin Moncer di 2018

3. Kontroversi Fatwa Bunga Bank dan BPJS Kesehatan Haram 

Fatwa Bunga Bank Haram
Kontroversi Fatwa Bunga Bank dan BPJS Kesehatan Haram

Melongok 15 tahun silam, Ma’ruf Amin pernah mengeluarkan fatwa yang mengharamkan seluruh bunga perbankan. Kala itu, Pria berkacamata ini memegang amanah sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI. Bunga bank hukumnya haram karena bersifat riba. Sementara kepada seluruh umat muslim, untuk menghindari riba, disarankan menyimpan uang di perbankan syariah.

Kebijakan kontroversi Ma’ruf Amin lainnya, adalah seputar fatwa yang menyebut program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak sesuai syariah Islam atau haram. Terutama terkait akad antara para pihak karena mengandung unsur gharar (penipuan), maisir (perjudian), dan riba (bunga).

Namun setelah berjalan 3 tahun, MUI saat ini memastikan bahwa BPJS Kesehatan telah siap menjalankan operasionalnya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah sesuai fatwa. Baik dari formulir, perjanjian kerja sama, sampai instrumen investasi.

4. Didapuk Ketua Dewan Penasihat Koperasi Syariah 212

Jadi Ketua Dewan Penasihat Koperasi Syariah 212
Ma'ruf Amin Didapuk Ketua Dewan Penasihat Koperasi Syariah 212

Masih ingat dengan aksi bela Islam 212 yang menyeret Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas kasus penistaan agama? Ya, Ma’ruf Amin adalah penggerak aksi tersebut. Dewan pengawas beberapa bank syariah ini juga tercatat sebagai Ketua Dewan Penasihat Koperasi Syariah 212.

Koperasi Syariah 212 didirikan pada 6 Januari 2017 oleh tokoh-tokoh umat Islam sebagai implementasi semangat aksi 212 dan menjadi wadah perjuangan ekonomi untuk mencapai kemandirian ekonomi umat.

Adapun beberapa produk Koperasi Syariah 212, mulai dari simpakan pokok, tabungan investasi, wakaf uang, pengembang properti syariah, hingga jaringan minimarket dengan merek 212Mart.

Ikuti Kata Hati

Jokowi mantap menggandeng Ma’ruf Amin dengan segala latar belakangnya. Duet mereka diharapkan dapat mendulang suara dari para generasi milenial. Kita tinggal menantikan program kerja apa saja yang akan diusung pasangan ini untuk memenangkan pemilu 2019. Begitupun dengan kandidat Prabowo dan Sandiaga Uno.

Kedua pasangan tentu akan mengobral janji manis yang diklaim untuk kesejahteraan rakyat dan demi masa depan Indonesia lebih baik.

Jika tidak ingin salah memilih, ada baiknya mencari tahu profil dan rekam jejak masing-masing capres dan cawapres. Membandingkan visi dan misi, maupun program kerjanya, sehingga kamu mempunyai gambaran jelas mengenai mereka.

Terpenting adalah, pilih sesuai kata hati. Jangan mudah terprovokasi berbagai isu, nyinyiran, bahkan kampanye hitam dari orang lain. Sebab pilihan kamu akan menentukan masa depan Indonesia 5 tahun ke depan.

Baca Juga: Batas Penghasilan Orang Miskin RI Rp400 Ribu per Bulan, Begini Cara Mengaturnya