4 Hal yang Menyebabkan Harga Palladium Melampaui Harga Emas

Palladium menjadi salah satu logam mulia yang selalu menarik untuk dibicarakan. Bagaimana tidak, harganya terbilang tinggi, bahkan beberapa waktu lalu mengalami kenaikan yang signifikan. 

Jika di awal tahun 2019 palladium dijual di kisaran harga US$ 1.200 per ons, maka di bulan Maret logam mulia ini mengalami kenaikan harga hingga US$ 1.600 per ons. Ini tentu kenaikan harga yang cukup tinggi, apalagi dalam kurun waktu yang terbilang begitu singkat saja. 

Namun 2 bulan kemudian, tepatnya di awal Mei 2019, harga palladium kembali turun ke angka US$ 1.200 per ons. 

Perubahan harga palladium terjadi dalam beberapa kali, hingga pada akhirnya saat ini harganya berada di kisaran US$ 2.000 per ons. Jika dirupiahkan, maka logam mulia ini berada di kisaran harga Rp 28 jutaan untuk setiap onsnya. 

Artinya, palladium dijual di kisaran harga Rp 1 juta per gram, lebih tinggi daripada harga emas murni di pasaran. Ini menjadi hal yang menarik, mengingat harga palladium saat merupakan harga tertinggi yang pernah tercatat. Lalu, mengapa harga logam mulia ini bisa begitu tinggi di pasaran?

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa harga palladium tinggi dan bisa melampaui harga emas:

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Termasuk dalam sumber daya alam yang langka 

loader

Sesuatu yang langka dan sulit ditemukan tentu akan memiliki nilai yang tinggi, begitu juga dengan paladium. Logam mulia ini menjadi satu di antara beberapa logam mulia lainnya yang terbilang langka, seperti iridium dan juga rhodium yang sama-sama sulit ditemukan. Ketiganya bahkan digadang-gadang sebagai logam mulia yang harganya melampaui harga pasaran emas 24 karat. 

Palladium tidak ditemukan di sembarang tempat, sebab hanya beberapa negara saja yang memiliki sumber daya alam yang satu ini. Hal ini tentu mempengaruhi harganya di pasaran, apalagi jumlahnya memang sangat terbatas. 

Hingga saat ini hanya ada beberapa negara saja yang memiliki pertambangan palladium, antara lain: Amerika Serikat, Rusia, Zimbabwe, Kanada, dan juga Afrika Selatan. 

2. Tingkat permintaan sangat tinggi, terutama dari dunia otomotif

Masuk dalam kategori langka, permintaan akan palladium justru terbilang sangat tinggi. Di pasaran ada banyak yang mencari logam mulia yang satu ini, meskipun permintaan terbesar datang dari industri otomotif yang setiap tahunnya mengalami perkembangan. 

Tidak tanggung-tanggung, 85% permintaan akan palladium datang dari industri otomotif di berbagai belahan dunia. Kondisi ini tentu sangat mempengaruhi harga palladium di pasaran. 

Di dalam industri otomotif, paladium digunakan menjadi bahan baku dalam pembuatan konverter katalis (catalytic converter). Konverter katalis merupakan alat pengontrol emisi gas dan menjadi salah satu komponen penting pada kendaraan. 

Alat ini akan berfungsi untuk menetralisir 90% gas pada kendaraan, baik itu hidrokarbon, nitrogen, maupun karbon monoksida yang dihasilkan kendaraan tersebut. Di tanah air sendiri, penggunaan komponen ini sudah mulai diterapkan pada mobil yang diproduksi mulai tahun 2007 silam. 

Baca Juga: Investor, Ini 6 Alasan Investasi Perak Bisa Dicoba dan Sangat Menguntungkan

3. Permintaan palladium  tidak sebanding dengan pasokan

loader

Tingginya harga palladium di pasaran juga dipengaruhi oleh ketimpangan antara jumlah permintaan dengan pasokan logam mulia ini di pasaran. Di tahun 2018 silam, palladium hanya diproduksi sebanyak 210 metrik ton saja di seluruh dunia. 

Sementara permintaan akan produk ini di pasaran, jauh melampaui angka tersebut, bahkan meningkat setiap tahunnya. 

Kondisi di atas menyebabkan tingginya harga palladium di pasaran, bahkan mengalami kenaikan yang signifikan selama beberapa waktu belakangan. 

Ada banyak permintaan, sementara ketersediaan barang ini di pasaran sangat terbatas. Semakin banyak permintaan yang datang, maka bisa dipastikan harga palladium ke depannya juga masih akan meningkat semakin tinggi saja. 

4. Rusia menjadi produsen terbesar palladium di tahun 2018

Di tahun 2018 silam, di seluruh dunia logam mulia ini hanya diproduksi sebanyak 210 metrik ton saja. Meski terlihat banyak, ini masih jauh di atas permintaan pasar yang begitu tinggi dan meningkat setiap tahunnya. 

Palladium memang dihasilkan oleh beberapa negara di dunia, namun di tahun 2018 silam Rusia menjadi negara penghasil palladium terbanyak, jika dibandingkan dengan negara penghasil palladium lainnya.

Dari 210 metrik ton yang dihasilkan di tahun 2018, Rusia berhasil memproduksi 85 metrik ton logam mulia ini. Lalu disusul dengan Afrika Selatan dengan produksi sebesar 8 metrik ton. Kemudian disusul oleh Amerika, Zimbabwe dan beberapa negara lainnya. Jumlah angka produksi ini tentu bisa saja berubah setiap tahunnya. 

Baca Juga: Segera Beralih dari Emas! Ini Dia Alasan Kenapa Investasi Berlian Lebih Menguntungkan

Palladium yang Langka dan Harganya Begitu Tinggi

Palladium menjadi salah satu logam mulia yang langka dan hanya ditemukan di beberapa negara saja. Pasokannya yang terbatas justru berbanding terbalik dengan permintaan pasar yang tinggi akan produk ini.  Meski harganya sudah cukup tinggi saat ini, kelangkaan palladium masih sangat mungkin membuat harganya kembali mengalami peningkatan di masa-masa yang akan datang. 

Baca Juga: Tidak Harus Mahal: Berapa Modal untuk Investasi Berlian?