5 Dosa Keuangan yang Bisa Bikin Kamu Melarat Usai Lebaran

Gaji belum habis, sudah dapat THR menjelang Lebaran, alangkah bahagianya. Tetapi, uang itu bisa ludes dalam sekejap kalau kamu tidak pandai mengatur keuangan.

Biasanya, jika dompet lagi tebal, bawaannya bar-bar. Banyak keinginan yang justru bikin bangkrut setelah Lebaran. Sementara, gajian berikutnya masih lama.

Bulan puasa harusnya bisa menabung atau investasi lebih besar. Bukan malah sebaliknya, kamu melakukan ‘dosa’ keuangan. Boros dalam menggunakan uang sehingga terpaksa gigit jari usai perayaan Lebaran.

Berikut ‘dosa’ keuangan di bulan puasa yang buat kamu melarat pasca Hari Raya.

Baca Juga: 8 Pengeluaran yang Harus Kamu Persiapkan Menjelang Lebaran

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Dosa Keuangan yang Bikin Melarat di Hari Raya

  1. Kalap Belanja

    loader
    Kalap belanja

    Merasa punya uang banyak, mulailah ‘lapar mata.’ Jebakan finansial yang paling sering dilakukan adalah belanja tak terencana.

    Beli barang-barang mahal, padahal tidak sesuai dengan daya belinya. Misalnya, belanja baju lebaran seharga Rp500 ribu, sementara kemampuan hanya Rp200 ribu.

    Tidak sekali saja. Berlanjut borong barang lainnya, seperti kosmetik, sepatu, tas untuk keperluan Lebaran.

    Tanpa sadar, lama-lama duit THR tandas. Bahkan, malah tekor karena kamu justru menggesek kartu kredit untuk membayar semua itu.

    Jebakan lainnya adalah belanja keinginan, bukan kebutuhan. Duit THR dipakai untuk menyalurkan ‘hasrat’ belanja yang tidak penting, seperti beli gadget baru biar bisa pamer ke tetangga di Hari Raya, sampai modif kendaraan.

    Atau tergoda dengan diskon Lebaran. Pikirnya belanja hemat karena dapat potongan harga, tetapi karena bar-bar beli dalam jumlah banyak, jatuhnya malah boros. THR terkuras, saldo kartu kredit amblas.

    Begitu amit-amit mendadak sakit perlu duit mendesak, gak punya uang sama sekali. Tabungan maupun dana darurat pun nihil sehingga solusinya utang. THR bukannya mengurangi beban finansial, tetapi justru jadi bibit masalah baru.

    Jadi, kalau mau belanja kebutuhan Lebaran, buat catatan dan anggarannya. Belanja sesuai kebutuhan dan manfaatkan promo asal jangan kebablasan.

  2. Memakai Dana Darurat

    THR sudah cair, kok masih pakai dana darurat untuk Lebaran? Dana darurat, kan, untuk persiapan kalau keuangan sedang gawat.

    Bukannya saldo dana darurat ditambah dengan uang THR, malah ‘disedot’ untuk membeli keperluan Lebaran, apalagi yang sifatnya konsumtif. Ini sih termasuk ‘dosa’ berat.

    Contohnya untuk mudik atau liburan. Seharusnya biaya mudik diambil sebagian dari THR. Sementara liburan, mestinya dipersiapkan jauh-jauh hari.

    Kalaupun kamu belum punya dana liburan, jangan utak atik dana darurat. Jika ingin liburan, kamu dapat menunda mudik dan alokasi bujetnya dipakai untuk liburan.

    Duit THR bisa kamu bagi-bagi untuk kebutuhan Lebaran. Misalnya, 40% dialokasikan buat mudik atau liburan, 30% untuk bayar cicilan utang, 20% beli baju Lebaran dan lainnya, serta sisanya 10% untuk zakat dan sedekah.

    Jika memilih tidak mudik maupun liburan, kamu bisa mengalihkan THR untuk melunasi utang. Namun, bila catatan keuanganmu bersih dari kewajiban utang, makin besar uang yang dapat disisihkan untuk dana darurat, tabungan, atau investasi.

  3. Menarik Dana Investasi

    ‘Dosa’ keuangan lainnya adalah menarik dana investasi. Ini sama seperti menggunakan dana darurat buat Lebaran. Sama-sama tidak disarankan.

    Semestinya kamu mengamankan investasi dengan uang THR dan menambahnya, bukan malah mengurangi. Jika menarik dana investasi untuk tambahan Lebaran, berarti kamu sudah merusak masa depan dan tujuanmu.

  4. Mengabaikan Utang

    Penggunaan THR sebetulnya punya prioritas. Sangat disarankan uang THR untuk membayar kewajiban utang. Kalau perlu dilunasi biar gak jadi beban keuanganmu lagi.

    Utamakan membayar cicilan utang yang sudah mendekati jatuh tempo, bunga besar, atau yang sudah lama menumpuk. Misal, utang sewa kontrakan, kartu kredit, maupun pinjaman online.

    Jangan sampai dapat THR, tapi pura-pura lupa utang. Utang malah dinomorsekiankan. Kalau kamu menunggak, justru akan menimbulkan masalah besar setelah Hari Raya, seperti kena denda keterlambatan, utang pokok dan bunga menumpuk, sampai didatangi debt collector atau sita aset.

    Sisihkan 30% dari THR untuk bayar cicilan utang. Atau makin besar alokasinya, makin bagus supaya utang cepat lunas dan bisa tidur nyenyak.

  5. Cuek Menabung

    Tabungan akan menyelamatkanmu dari krisis finansial. Sebab, bisa ditarik sewaktu-waktu bila kamu membutuhkan uang tunai segera.

    Maka, THR jangan cuma dihabiskan untuk kesenangan sesaat. Pikirkan juga masa depanmu. Alokasikan 20% dari THR untuk tabungan agar hidupmu tenang.

Hindari ‘Dosa’ agar Keuangan Tetap Sehat

Momok keuangan seringkali terjadi setelah perayaan Lebaran. Biasanya, finansial berada dalam kondisi kritis. Itu berlaku buat orang yang gak cerdas mengelola THR-nya.

Namun, bagi kamu yang menghindari ‘dosa’ di atas, dijamin keuanganmu akan tetap sehat. Tabungan dan investasi, serta dana darurat aman, kebutuhan Lebaran pun terpenuhi.