5 Pengeluaran Bayi Baru Lahir Ini Bisa Bikin Pusing Kalau Anda Gak Nabung

Setelah menikah, hidup terasa lengkap dengan kehadiran buah hati tercinta. Anak akan menjadi perekat hubungan semakin menambah kebahagiaan pasangan suami istri.

Namun punya anak, berarti pengeluaran bertambah besar. Sebab Anda dan pasangan bukan hanya memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papannya saja. Tetapi juga mulai mempersiapkan biaya pendidikan, dan sebagainya.

Untuk Anda yang baru memiliki bayi, pengeluaran akan diprioritaskan untuk lima hal berikut ini:

Baca Juga: Syarat dan Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir, Bunda Wajib Tahu

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

1. Biaya imunisasi 

Imunisasi
Biaya imunisasi

Bayi perlu diimunisasi secara rutin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Terhindar dari berbagai penularan macam penyakit, seperti polio, hepatitib B, TBC, tetanus, campak, dan lainnya.

Imunisasi diberikan secara berkala mulai dari anak usia 0 bulan sampai 24 bulan. Imunisasi wajib untuk si kecil, antara lain imunisasi BCG, Polio, Hepatitis (B-1, B-2, B-3, B-4), imunisasi campak, dan imunisasi DPT-HB-HiB. Pemberian imunisasi, yakni dengan cara disuntik dan diteteskan ke mulut.

Belum lagi imunisasi tambahan, yakni pemberian vaksin (zat berupa virus atau bakteri yang sudah dijinakkan) MMR, hepatitis A dan tifoid, HPV, serta masih banyak lainnya.

Biaya imunisasi anak sebetulnya murah meriah jika dilakukan di Puskesmas. Pakai BPJS Kesehatan (nama anak), biayanya gratis. Tetapi kalaupun bayar, hanya merogoh kocek Rp 10 ribu per sekali imunisasi.

Beda dengan Puskesmas, biaya imuniasi maupun vaksin di rumah sakit lebih mahal. Kisarannya sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta sekali imunisasi.

Bila imunisasi lengkap sebanyak 10 kali (ketika bayi baru lahir, usia 2, 3, 4, 6, 9, 12, 15, 18, dan 24 bulan), dengan asumsi biaya sekali imunisasi Rp 200 ribu, maka total 2 juta. Itu biaya di luar vaksin. Cukup mahal kan?

2. Biaya berobat ke dokter 

Bayi Baru Lahir
Biaya berobat ke dokter

Bayi baru lahir umumnya menderita demam, flu, dan batuk. Belum lagi kalau ada alergi dan gangguan kesehatan lain. Demam disebabkan paska imunisasi atau lainnya. Paling enak kalau si kecil bisa sembuh hanya dengan mengonsumsi obat paracetamol dari bidan atau beli di apotek seharga Rp 50 ribu.

Tetapi bila anak membutuhkan pengobatan atau perawatan khusus di rumah sakit, kontrol ke dokter spesialis, maka biayanya akan lebih mahal. Bolak balik ke dokter. Oleh sebab itu, penting sekali Anda mendaftarkan anak sebagai peserta BPJS Kesehatan maupun asuransi kesehatan swasta.

Jika tidak, Anda yang akan kelimpungan sendiri untuk memenuhi biaya pengobatan tersebut. Alih-alih berhemat dengan tidak ikut asuransi kesehatan atau BPJS Kesehatan, malah harus mengeluarkan uang banyak untuk biaya tersebut.

3. Biaya syukuran kelahiran 

Bayi Baru Lahir

Memang sih tidak wajib, tetapi biasanya orangtua akan membuat pesta sukuran kelahiran anak. Baik secara besar-besaran atau sederhana. Kalau dalam Islam, aqiqah. Untuk bayi perempuan, memotong kambing 1 ekor. Sedangkan laki-laki 2 ekor.

Bujet untuk pesta syukuran ini cukup besar lho. Bahkan bisa mengalahkan biaya kelahiran. Kalau melahirkan secara normal di Puskemas pakai BPJS Kesehatan gratis.

Tetapi untuk aqiqah potong kambing 1 ekor saja, mengundang syukuran 150 orang bisa menghabiskan uang sekitar Rp 8-10 juta. Termasuk bagi-bagi hantaran untuk tetangga yang sudah berkunjung menjenguk bayi Anda.

Baca Juga: Biar Gak Bingung, Ini Persiapan Ibu Hamil di Trimester Satu, Dua, dan Tiga

4. Biaya tetek bengek ASI 

ASI
Biaya tetek bengek ASI

Bersyukurlah buat ibu yang bisa memberikan ASI ekslusif kepada anak tanpa ditambah susu formula. Bisa menghemat biaya susu yang harganya sampai ratusan ribu rupiah. Itu tidak sampai sebulan.

Namun untuk Anda yang ASI-nya berlebih atau si kecil belum terlalu kuat menyedot, Anda membutuhkan alat pemompa. Harganya mulai dari ratusan ribu untuk alat pompa ASI manual hingga jutaan rupiah untuk yang elektrik.

Belum lagi perlengkapan ASI lain, seperti wadah menyimpan ASI, seperti botol atau plastik khusus ASI, alat steril botol, penghangat ASI, ice gel pack, tas untuk menyimpan ASI jika bekerja, dan lainnya.

Anda tidak perlu membeli seluruh perlengkapan tersebut. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda, jangan dipaksakan. Sebab, kalau dituruti, perlengkapan bayi tidak akan ada habisnya. Ada saja yang bisa membuat ibu ‘lapar mata’ berbelanja. Lebih baik pikirkan untuk masa depan anak.

5. Biaya Popok dan Susu 

Bayi Baru Lahir

Emak-emak zaman now memang tidak bisa lepas memberikan anak popok sekali pakai, kendati baru lahir. Alasannya lebih praktis. Tinggal buang, tidak perlu cuci kering pakai.

Tetapi keputusan itu harus dikompensasi dengan uang. Pampers yang beredar di pasaran, bisa Anda beli dalam jumlah banyak ataupun eceran. Misalnya satu hari habis 4 pampers, berarti dalam sebulan 120 buah. Kalau satu bal ukuran S isi 60 seharga Rp 90 ribu, artinya Anda membutuhkan dua bal total seharga Rp 180 ribu.

Seperti disebutkan di atas, tidak semua anak minum banyak ASI dari sang ibu. Salah satu kendalanya karena produksi ASI sedikit. Oleh karenanya, perlu dibantu susu formula. Harganya tergantung pada merek. Ada yang puluhan ribu sampai ratusan ribu. Jadi, pilihan tergantung Anda.

Mulai Menabung Sejak Hamil 

Anda dan pasangan perlu mempersiapkan biaya persalinan dan paska melahirkan. Menyisihkan uang untuk kebutuhan-kebutuhan di atas. Bisa dimulai dari Anda setelah menikah atau saat istri hamil. Simpanlah uang tersebut pada produk tabungan.

Pastikan ‘tangan’ Anda dan pasangan tidak gatal untuk mengutak atik tabungan tersebut. Komitmen pada tujuan awal bahwa Anda menabung untuk biaya melahirkan dan keperluan bayi baru lahir.

Baca Juga: Bikin Melongo, Segini Biaya Ikut Program Bayi Tabung demi Punya Anak