6 Keahlian yang Membuat Anda Layak Jadi Pemimpin di Perusahaan

Menjadi atasan atau pemimpin di sebuah perusahaan merupakan impian sebagian orang. Semakin maju karier seseorang, otomatis gaji pun akan mengikuti.

Tetapi menjadi pemimpin tidak mudah. Butuh keterampilan dan keahlian khusus agar dapat mengemban amanat dengan baik.

Hal itu diperlukan karena pemimpin memiliki tanggung jawab besar. Bukan sekadar mengarahkan bawahan saja, tetapi lebih dari itu. Utamanya memajukan perusahaan dan mencapai target-target yang telah ditetapkan.

Siapapun bisa menjadi pemimpin, tak peduli berasal dari mana atau keturunan siapa. Jika layak didapuk sebagai pemimpin, maka jabatan itu bisa Anda raih. Keahlian apa saja yang harus Anda miliki jika ingin menjadi pemimpin perusahaan? Berikut ulasannya.

Baca Juga: 3 Hal Penting yang Wajib Dicek sebelum Tanda Tangan Kontrak

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Keahlian Bekerja Sama dengan Tim

loader
Mampu bekerja sama dengan tim

Untuk menjadi pemimpin yang baik, Anda perlu suatu keahlian untuk dapat bekerja sama dengan tim. Membangun tim yang solid dan kompak sehingga mampu meraih berbagai target perusahaan.

Anda dapat berlatih untuk hal ini. Coba mengambil peranan dalam sebuah tim kerja. Jadilah lead, PIC, atau koordinatornya. Dengan begitu, Anda bisa belajar, mulai dari mengorganisasi dan mengarahkan tim, memikirkan ide pengembangan produk, sampai menentukan strategi pemasaran.

Anda bukan hanya akan mengerti tentang perusahaan, tetapi juga memahami karakter masing-masing personal dalam tim. Menjadi penengah dan mencari solusi apabila terjadi perbedaan pandangan dan pendapat, serta menyelesaikan masalah atau kendala yang timbul di dalam tim.

2. Kemampuan Komunikasi yang Baik

loader
Kemampuan komunikasi yang baik

Skill komunikasi sangat penting bagi seorang pemimpin. Bukan asal sekadar bicara, tetapi ada teknik yang harus dikuasai agar Anda terlihat berwibawa, dan tidak nge-bossy.

Mampu memilah kata atau kalimat agar apa yang Anda sampaikan dapat diterima dengan baik oleh bawahan. Selain itu, komunikasi juga berkaitan dengan kemampuan mengontrol emosi, ego, dan memahami lawan bicara.

3. Keahlian menjadi Problem Solver

loader
Mampu menjadi problem solver

Seorang pemimpin harus mampu menjadi problem solver. Membantu memecahkan masalah di internal tim maupun perusahaan dalam situasi apapun. Misalnya saat ada project besar, krisis keuangan perusahaan, dan lainnya.

Jadilah orang pertama yang dipercaya bawahan maupun manajemen perusahaan untuk dimintai solusi dari sebuah permasalahan yang dihadapi. Itu artinya, pemimpin harus punya pemikiran luas, solutif demi keberlangsungan tim dan masa depan perusahaan.

Baca Juga: Pemimpin Wajib Tahu! Begini Cara Menghadapi Konflik Internal dalam Perusahaan

4. Kreatif dan Inovatif

loader
Kreatif dan inovatif

Dalam sebuah tim atau perusahaan, ada kalanya sedang berada di titik jenuh. Penjualan perusahaan merosot, produk mulai ditinggal konsumen, persaingan makin sengit.

Seorang pemimpin harus memiliki pemikiran kreatif dan inovatif. Mampu menciptakan ide-ide cemerlang untuk kemajuan perusahaan. Dalam tim pun demikian, agar semangat kembali bergelora.

5. Menjadi Pribadi yang Peka

loader
Menjadi pribadi yang peka

Seorang pemimpin juga harus peka. Anda dapat mengasah kepekaan dengan banyak berlatih. Mampu memahami kondisi dan situasi bawahan. Dengan begitu, hubungan antara atasan dan bawahan dapat berjalan baik.

Hubungan yang baik akan berpengaruh terhadap performa atau kinerja tim dan kemajuan perusahaan. Kepekaan dibutuhkan untuk menumbuhkan rasa simpati.

6. Menjadi Sosok Panutan

loader
Menjadi sosok panutan

Seorang pemimpin harus menjadi panutan bagi timnya. Dengan memberi contoh sikap yang positif, maka tim akan lebih mudah menghargai pemimpin. Tim juga tak segan-segan mengikuti arahan Anda.

Dengan menjadi panutan, Anda bisa menjadi sosok inspirasi bagi tim. Apalagi jika Anda mau berbagi pengalaman kepada mereka. Misalnya proses Anda bisa sampai ke pucuk pimpinan, sehingga jejak positif Anda bisa diikuti tim.

Hindari Sikap Nge-Bossy

Walaupun Anda belum jadi pemimpin, tak ada salahnya sedari sekarang menjauhi sikap nge-bossy alias tukang merintah. Memang ketika menjadi pimpinan, Anda punya hak untuk memberi perintah, tetapi tidak seenaknya. Itulah pentingnya skill komunikasi.

Jangan buat perusahaan atau kantor seperti neraka bagi bawahanmu. Jadilah pemimpin yang mengayomi dan membimbing tanpa harus nge-bossy.

Jika Anda sudah punya keahlian seperti di atas, Anda sudah pantas menjadi seorang pemimpin. Pemimpin bukan hanya sekadar mampu mendorong timnya mencapai target-target perusahaan, tapi juga disukai rekan kerja dan bawahannya. Gaya kepemimpinan Anda yang baik bisa dijadikan contoh oleh atasan lain di perusahaan Anda.

Baca Juga: Karir Makin Sukses dan Penghasilan Bertambah, Ini Alasan Pentingnya Ikuti Sekolah Public Speaking