6 Sifat Mental Lemah yang Perlu Ditinggalkan. Yuk, Perbaiki dengan Cara Ini

Secara tidak sadar banyak dari kita yang ternyata memiliki mental yang lemah walaupun sudah memasuki usia dewasa. Faktor yang menyebabkan seseorang memiliki mental yang lemah pun bisa dipengaruhi oleh banyak hal seperti lingkungan tempat dia tinggal, pola pikir yang melekat dari kecil, kurangnya pengalaman dan perlakuan yang di dapatkan dari keluarga sejak kecil.

Untuk itu, dalam meraih kesuksesan baik dalam berkarir atau berbisnis, hal-hal seperti skill, hoki, uang, latar belakang pendidikan atau wawasan saja tidak cukup. Mental yang kuat juga memainkan peranan yang besar dalam menyukseskan setiap jalan dan rencana yang ingin dilakukan dan goal yang ingin dicapai.

Tidak ada kata telat untuk belajar dan memperbaiki diri. Jadi, jika kamu ingin tahu apakah kamu bermental lemah dan ingin memperbaikinya. Berikut 6 sifat yang menunjukan bahwa kamu memiliki tanda-tanda bermental lemah dan tips menghilangkannya:

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Tidak Dapat Membuat Keputusan untuk Diri Sendiri

tidak bisa membuat keputusan

Sifat atau kebiasaan ini biasanya timbul karena kita terlalu sering membiarkan orang lain mengatur dan mengarahkan arah hidup kita.

Seperti orang tua yang memilih jurusan kuliah untuk kita. Atau membiarkan teman kelompok belajar yang memutuskan ide, tema atau konsep atau tidak pernah berani menjadi pimpinan untuk sebuah organisasi.

Kebiasaan membiarkan orang lain menentukan segala sesuatu yang berhubungan dengan diri kamu akan membuat kamu menjadi ragu untuk memilih pilihanmu sendiri. Jika ini terus berlanjut, kebiasaan ini akan menjadi perilaku ketergantungan yang nantinya akan merugikan kamu dimasa depan.

Sesuatu yang terlalu banyak dicampuri orang lain dan bukan dari hasil keputusan kita sendiri biasanya akan berujung terhadap penyesalan loh, kamu tidak mau kan?

TIPS: Cara memperbaiki hal seperti ini bisa dimulai dari hal kecil. Karena sifat ini bisa timbul karena kurangnya kemandirian dan terlalu bergantung terhadap orang lain.

Perubahan kecil yang bisa dilakukan untuk mengurangi bahkan menghilangkan sifat ini dengan mencoba melakukan apapun sendiri, seperti pergi belanja sendiri, menonton film pilihan sendiri, makan direstoran favorit sendiri atau pergi liburan/travelling sendiri.

Dengan melakukan semua hal diatas secara sendiri, kamu bisa belajar untuk memutuskan hal-hal kecil murni dari diri sendiri tanpa pengaruh orang lain.

2. Ketergantungan yang Berlebihan

ketergantungan yang berlebihan

Apakah kamu merasa akhir-akhir ini kamu tidak bisa melakukan apapun jika orang lain tidak menyuruh atau melakukannya untuk kamu? Baik itu kepada orang tua, teman atau pacar?

Kalau iya, itu artinya kamu sudah memasuki tahap perilaku ketergantungan yang berlebihan. Apalagi hal itu kamu alami pada usia produktif yaitu 21 tahun keatas. Dimana di usia tersebut harusnya kamu sudah bisa melakukan dan memutuskan segalanya sendiri.

Jika ini terus dibiarkan, sifat ketergantungan berlebihan yang kamu alami saat ini bisa pelan-pelan merusak kepercayaan dirimu sehingga bisa menyulitkan kamu seperti dalam mencari kerja atau bahkan dalam bersosialisasi dan bisa juga dimanfaatkan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.

TIPS: Nah cara menghilangkan sifat ketergantungan yang berlebihan ini adalah dengan mencoba melakukan segala aktivitas sehari-hari sendiri sebisa mungkin. Seperti memasak makanan sendiri, memilih hobi yang bisa mengekspresikan diri kamu semaksimal mungkin seperti melukis atau memainkan alat musik.

Dengan melakukan hal ini secara disiplin kamu secara perlahan akan terbiasa melakukan setidaknya satu hal yang rutin kamu lakukan secara sendiri dan mandiri, mulai dari mencari informasinya sendiri, belajar sendiri dan mempraktikannya sendiri.

Baca Juga: 7 Alasan Orang Sederhana Kelihatan Lebih Bahagia Daripada yang Lain

3. Attention Seeker

attention seeker

Attention Seeker atau pencari perhatian adalah perilaku seseorang yang akan menggunakan berbagai cara agar bisa diperhatikan dan diakui. Biasanya kebiasaan ini dimiliki oleh orang-orang yang memang terbiasa menjadi pusat perhatian. Baik itu dari segi visual, latar belakang keluarga atau kemampuannya.

Biasanya orang-orang yang memiliki tanda-tanda ini akan melakukan hal yang bahkan tidak penting sama sekali hingga bisa merugikan dirinya sendiri hanya untuk sebuah perhatian atau pengakuan.

Banyak yang mengira orang yang memiliki sifat attention seeker = narsis atau terlalu mencintai dirinya sendiri. Padahal itu sama sekali tidak benar. Justru sebaliknya, orang yang memiliki sifat ini artinya kurang percaya dengan penampilannya sendiri.

Yep, attention seeker adalah salah satu perilaku yang lahir karena kurangnya kepercayaan diri. Misalnya, demi mendapatkan perhatian sekitarnya hingga menjadi orang lain, membeli barang yang tidak disukainya, memakan makanan yang tidak disukainya agar bisa diakui.

Bahkan, untuk level yang lebih parah, attention seeker bisa sampai melukai dirinya sendiri demi menjadi pusat perhatian baik dari sebuah kelompok atau terhadap orang tertentu.

TIPS: Langkah awal yang bisa dilakukan demi mengurangi perilaku ini bisa dengan mencoba liburan/travelling sendiri. Dimana kamu hanya membutuhkan dirimu sendiri dalam menyelesaikan masalah yang kamu temukan selama travelling.

Dengan travelling sendiri, kamu bisa lebih fokus terhadap dirimu sendiri dan semakin lama kamu bisa menyadari bahwa perhatian atau pengakuan orang lain tidak sepenuhnya bisa membuat hidupmu lebih bahagia.

Selain itu istirahatlah sementara dari sosial media yang bisa memicu rasa iri seperti Instagram, misalnya selama 2-3 bulan. Perbanyak baca buku tentang meningkatkan kepercayaan diri dan pengembangan diri.

4. Susah Move On

susah move on

Julukan susah move on seringkali diberikan kepada mereka yang baru putus dan belum memiliki pacar. Padahal sebenarnya, susah move on itu tidak hanya seputar masalah percintaan saja.

Orang yang susah move on artinya dia orang yang sulit melepas kenangan buruk, sulit memaafkan dan tidak menyukai perubahan. Orang-orang seperti ini dikatakan bermental lemah karena mereka tidak mau lepas dari masa lalu dan tidak ada keinginan untuk maju atau memperbaiki diri menjadi lebih baik.

TIPS: Jika kamu atau ada orang terdekat kamu yang memiliki sifat seperti ini, langkah awal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan sifat ini sedikit demi sedikit adalah dengan banyak bercerita kepada sahabat, keluarga atau orang yang kamu percaya bisa memberika solusi terhadap masalah yang kamu alami.

Kamu bisa juga mencoba hal baru yang tidak pernah kamu lakukan sebelumnya untuk bisa mengurangi trauma dari masa lalu mu seperti memelihara binatang, solo travelling atau belajar hal baru seperti melukis, menyetir, menjahit dan sebagainya.

Aktivitas baru memang penting, tapi pilih yang bisa menenangkan mu juga yah.

5. Mudah Menyerah

mudah menyerah

Mudah menyerah adalah sekian dari banyaknya dampak negatif yang timbul karena kurangnya kepercayaan diri.

Biasanya sifat mudah menyerah timbul karena tekanan baik dari lingkungan dan pekerjaan yang terlalu berlebihan tapi tidak memberi dukungan. Sehingga seseorang memilih untuk menyerah lebih cepat bahkan sebelum mencoba.

Untuk itu, dukungan dan nasehat adalah salah satu hal yang penting untuk membuat orang-orang yang mudah menyerah untuk kembali semangat dan optimis dalam menjalani apa yang sudah direncanakannya.

TIPS: Jika kamu merasa kamu tipe yang seperti ini. Cara mudah yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan sifat ini adalah menerapkan komitmen bahkan pada hal sekecil apapun. Misalnya berkomitmen untuk hanya menghabiskan Rp30 per hari untuk makanan selama seminggu.

Bisa juga, berkomitmen untuk menghabiskan serial drama korea favorit dengan catatan hanya menonton 1 episode per hari sampai episode akhir. Tidak ada yang salah kok menerapkan latihan memperkuat komitmen dan disiplin dengan hal-hal yang kita sukai.

Jangan lupa, catat setiap pencapaian yang kamu lakukan dan kembangkan latihan ini ke hal-hal yang lebih besar seperti komitmen belajar alat musik atau memasak makanan sampai bisa.

Baca Juga: Ini Pentingnya Lakukan Hobi di Tengah Kesibukan

6. Sulit Mengontrol Emosi

suli mengontrol emosi

 Sulit mengontrol emosi biasanya akan membuat kita melakukan hal yang implusif atau tiba-tiba tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Seperti berbicara yang bisa menyakiti orang lain sampai berbelanja hal yang tidak penting hanya karena bosan.

Kurang bisa mengontrol emosi juga bisa membuat hubungan mu dan orang lain baik itu teman dekat, teman kantor dan orang-orang sekitarmu menjadi renggang karena kamu yang terlalu sensitif, mudah tersinggung hingga keras kepala dan tidak mau mendengarkan orang lain.

Kesulitan mengontrol emosi juga bisa timbul karena stress dan beban kerja yang berlebihan, lingkungan yang toxic dan gaya hidup yang tidak sehat.

TIPS: Bisa sangat merugikan diri sendiri, salah satu hal mudah yang bisa kamu lakukan untuk masalah seperti ini adalah mencoba mencari informasi tentang anger management di internet, pergi konsultasi dengan psikolog, banyak bercerita kepada orang terdekat tentang masalah yang kamu hadapi, menjauh dari sosial media dan pergi berlibur untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran.

Dibalik Tubuh yang Sehat ada Jiwa yang Kuat

Selain tips-tips di atas, cara lain yang bisa membuat mu menjadi lebih baik secara mental adalah dengan menjaga kesehatan. Untuk itu penerapan pola hidup yang sehat bisa memberikan pengaruh yang baik dalam usaha mu untuk memperbaiki tidak hanya mental tapi juga kepribadian mu.

Seperti kata pepatah ‘kamu adalah apa yang kamu makan’ mengonsumi hal-hal yang baik tidak hanya untuk tubuh tapi juga mental kita tentu akan membawa kita ke jalan yang lebih baik pula. Untuk itu, selalu optimis dan berpikir positif dalam memulai hari.

Ingat, tanpa tubuh dan pikiran yang sehat rencana apapun pasti akan terhambat. Jadi tetap prioritaskan kesehatan mu yah!

Baca Juga: 5 Manfaat Membaca Buku ketika di Rumah selama Musim Pandemik Covid-19