7 Macam Tantangan yang Harus Dilewati Saat Belajar Hidup Hemat

Mengubah kebiasaan dalam mengelola finansial bukan hal yang enteng. Terkadang, berbagai macam godaan sering datang menghampiri. Hal ini yang acap kali menyebabkan Anda gagal dalam membuat perubahan gaya hidup yang boros menjadi lebih hemat.

Namun, berpasrah dan putus asa bukan langkah yang tepat untuk menyikapi hal semacam ini. Dengan membatasi diri, yakinlah kalau Anda bisa mewujudkan perubahan finansial ke arah yang lebih baik.

Di sisi lain, Anda juga harus mengetahui jenis tantangan seperti apa yang harus dilewati dalam proses belajar untuk hidup hemat. Apa saja kira-kira?

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Menjaga Pandangan Agar Tidak Lirik Sana-Sini

belanja

Kebisaan “lihat ini, beli dan lihat itu, juga beli” harus mulai dikikis secara perlahan. Sekarang, Anda mesti belajar untuk menjaga pandangan saat pergi ke mana saja. Tujuannya untuk meminimalisir godaan membeli barang yang sama sekali tidak dibutuhkan, sehingga uang tunai, ATM, dan kartu kredit tetap aman di dompet.

Utamakan barang-barang kebutuhan yang ada dalam list, sementara keinginan dikesampingkan dahulu untuk sementara waktu. Alhasil, pengeluaran Anda tidak melenceng dari anggaran yang telah dibuat.

Lakukan hal ini setiap kali berbelanja agar Anda menjadi terbiasa. Dengan demikian, proses untuk belajar hidup hemat pun menjadi berhasil. 

Baca Juga: 12 Cara Mudah Menghemat Air di Rumah Anda

2. Menahan Nafsu untuk Mencicipi Makanan Terbaru

mencicipi makanan

Bagi yang hobi kuliner, pastinya tahu daftar makanan apa saja yang lagi hits atau kekinian di kalangan anak muda. Tertarik untuk mencobanya? Sebaiknya pikir-pikir ulang, apalagi sekarang Anda lagi belajar untuk mengontrol pengeluaran.

Daripada uangmu habis untuk mencicipi aneka kuliner terbaru, lebih baik buat sendiri saja di rumah. Selain hemat, makanan yang dibuat sendiri juga tak kalah lezat bahkan lebih sehat daripada yang dijual di luar sana.

Untuk cara membuatnya, Anda bisa cari referensi di internet atau menonton video tutorialnya sehingga cita rasa makanannya tetap nikmat. Tidak sulit, kan?

3. Menahan Diri untuk Tidak Menggesek “Kartu Sakti”

kartu kredit

Dalam satu bulan, berapa kali Anda menggunakan “kartu sakti” untuk berbelanja? Apabila sering, sekarang saatnya untuk belajar mengucapkan selamat tinggal pada kartu ini. Sebab penggesekan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pengeluaran melonjak karena Anda harus membayar tagihannya setiap bulan.

Sebagai gantinya, coba gunakan uang tunai saat berbelanja sehingga Anda bisa merasakan betapa sedihnya melihat isi dompet yang semakin menipis. Semoga kondisi ini menyadarkan Anda betapa pentingnya mengelola keuangan secara optimal, sehingga uang tidak terbuang secara percuma.

4. Belajar Melupakan Kebiasaan Nongkrong

nongkrong

Sejatinya, nongkrong paling asyik dilakukan saat pulang kerja atau weekend. Namun, kebanyakan nongkrong justru menguras isi dompet secara perlahan karena ada biaya yang dikeluarkan. Entah itu membeli makan, minum, maupun membayar parkir. 

Namun saat belajar hidup hemat, Anda harus berani mengatakan tidak untuk godaan yang satu ini. Awalnya memang sulit, tapi saat tantangan ini berhasil dilewati, percayalah kalau Anda akan semakin terbiasa untuk melewatinya pada hari-hari berikutnya.

Alhasil, riwayat pengeluaran Anda bulan ini lebih sedikit dibandingkan bulan lalu sehingga kondisi keuangan jauh lebih stabil dan sehat.

Baca Juga: Cek isi Dompet Anda, Pastikan Benda-Benda Berikut Ini Tidak Perlu Ikut Dibawa

5. Menghilangkan Kebosanan dengan Main Gadget

gadget

Bagi yang candu bermain gadget, melewati tantangan ini mungkin sedikit lebih sulit dibandingkan empat tantangan di atas. Sebab gadget sudah terlanjur menjadi obat untuk menghilangkan rasa bosan. Jadi setiap kali merasa bosan, maka gadget lah yang pertama kali dicari.

Tanpa disadari, gadget menyedot uang Anda secara perlahan. Coba hitung berapa banyak anggaran yang dihabiskan untuk membeli kuota, berlangganan aplikasi, atau menyewa ruang penyimpanan tambahan untuk menampung semua aplikasi dan data Anda pada gadget.

Jika rasa bosan datang, lebih baik lakukan aktivitas yang lebih bermanfaat. Seperti mendengarkan podcast, membaca berita atau jurnal seputar keuangan. Dengan demikian, pengetahuan Anda tentang cara mengelola finansial jadi bertambah dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

6. Memupuk Utang

utang

Sah-sah saja bila ingin berutang, tapi jangan menjadikan ini sebagai suatu kebiasaan. Karena sampai kapanpun, berutang tidak akan pernah menyelamatkan kondisi finansial Anda. Tetapi sebaliknya, utang dapat menghancurkan keadaan finansial yang selama ini berusaha untuk diubah.

Jika terlanjur punya utang, maka bayarlan utang-utang tersebut sampai lunas. Bayar secara rutin sebelum utang jatuh tempo, hindari pembayaran minimum, dan yang paling penting jangan membuat utang baru.

Kendalikan pengeluaran Anda sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya utang. Dengan demikian, kondisi keuangan segera menemukan titik cerah.

7. Malu Saat Memanfaatkan Fasilitas Murah dan Gratis

kupon gratis

Saat ini, ada banyak fasilitas murah bahkan gratis yang bisa dimanfaatkan untuk penghematan. Mulai dari alat transportasi, wifi gratis, dan berbagai promo untuk mengurangi pengeluaran. Namun bila Anda sudah terlanjur diselimuti gengsi, percayalah kalau keinginan untuk hidup hemat akan sulit tercapai. 

Mulai dari sekarang, tantang diri untuk menghilangkan rasa malu ini. Lagipula, orang yang memanfaatkan fasilitas murah dan gratis bukan cuma Anda saja, melainkan banyak orang. Jadi, untuk apa malu?

Ambil Hikmah dari Setiap Tantangan yang Dilalui

Tantangan demi tantangan yang Anda lewati dalam proses menuju hidup hemat akan mengajarkan Anda banyak hal mengenai teknik mengelola keuangan. So, ambil hikmah dari setiap tantangan tersebut. Semoga dengan cara ini, Anda bisa jadi lebih menghargai eksistensi uang sehingga dapat berhenti memfoya-foyakan uang demi hal yang kurang penting.

Baca Juga:  Hidup Minimalis dapat Meningkatkan Keuangan Anda