8 Tips Mendidik Siswa yang Memiliki Kebutuhan Khusus

Tantangan bagi seorang guru tidak sebatas menyiapkan modul belajar mengajar, tapi juga mendidik para siswa-siswinya di kelas. Tantangan ini akan semakin bertambah kalau siswa yang ditanganinya adalah yang memiliki kebutuhan khusus. Tidak mudah memang, maka tak heran kalau beberapa guru pusing setiap kali mengajar.

Namun, menyerah bukanlah jalan keluarnya karena anak-anak berkebutuhan khusus sebenarnya bisa diajari dengan cara yang tepat. Berikut beberapa tips yang bisa guru lakukan saat mendidik siswa yang memiliki kebutuhan khusus.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Mampu mengenal situasi dan kondisi

mengajarkan anak
Mampu mengenal situasi dan kondisi

Mengingat siswa yang diajar disini bukan siswa normal, Anda sebagai guru dituntut mampu mengenal situasi dan kondisi dengan baik. Ketika siswa tidak mau belajar, lebih baik biarkan dia asyik dengan dunianya sendiri. Jika dipaksa, yang ada malah jadi mengamuk.

Ketahuilah kalau siswa berkebutuhan khusus tidak bisa diajari sebagaimana anak-anak pada umumnya. Harus lebih telaten, lebih sabar juga tentunya karena butuh tenaga ekstra agar siswa bisa memahami materi yang dijelaskan di depan kelas.

2. Awasi aktivitas siswa secara berkala

Siswa-siswi berkebutuhan khusus tidak bisa ditinggalkan begitu saja, apalagi dalam kurun waktu yang lama. Mereka harus selalu dalam pengawasan. Kalau tidak, bisa saja malah melakukan hal-hal yang tidak seharusnya, yang dapat membahayakan kesehatan bahkan nyawanya sendiri.

Kalau ingin meninggalkan mereka, dalam kurun waktu berapa lama pun itu, sebaiknya mintalah bantuan guru lain untuk menjaga mereka selama Anda pergi. Jika terjadi sesuatu, setidaknya ada yang langsung sigap menangani sehingga siswa-siswi berkebutuhan khusus tidak terabaikan begitu saja.

3. Tempatkan mereka di barisan paling depan

anak

Ketahuilah kalau siswa berkebutuhan khusus perlu mendapat pengajaran yang jelas. Untuk itu, maka tempatkan mereka di barisan paling depan agar siswa bisa lebih fokus mendengar. Dengan begini, materi pelajaran dapat tersampaikan dengan baik dan siswa berkebutuhan khusus tanggap dengan pembelajaran.

Dengan menempatkan di barisan depan juga, Anda bisa lebih sering memperhatikan bagaimana perkembangan mereka, seberapa antusias mereka terhadap materi pembelajaran yang diberikan. Alhasil, kebutuhan mereka dapat terpenuhi dalam proses belajar mengajar. 

Baca Juga: Biar Tumbuh Kembang Baik, Ini 10 Tips Mengurus Anak Bagi Orangtua yang Bekerja

4. Jangan terlalu memaksakan mereka

Daya tangkap siswa berkebutuhan khusus berbeda dengan siswa pada umumnya. Tidak perlu terlalu memaksakan mereka untuk mengerti semua materi pembelajaran yang diberikan di sekolah. Sikap ini akan membebani mereka secara keseluruhan, bahkan bisa membuat mereka benci dengan materi yang diajarkan.

Selagi mereka bisa mengikuti pelajaran dengan baik, dalam arti fokus mendengar dan mau melakukan apa yang diperintahkan, maka ini sudah lebih dari cukup. Anda sudah mendapat nilai plus karena sabar mengajar mereka.

5. Bantu mereka memperbaiki kesalahan

anak
Bantu mereka memperbaiki kesalahan

Membiarkan siswa berkebutuhan khusus menyelesaikan masalahnya sendiri tidaklah tepat. Bukan selesai, masalah justru semakin bertambah dan situasi di kelas berubah menjadi ricuh. Sebaiknya berikan bantuan, tapi berupa penjelasan kenapa hal yang dilakukannya salah.

Setelah itu, tunjukkan apa yang benar. Jangan lupa peringatkan mereka agar tidak berbuat kesalahan sama di kemudian hari. Cara ini secara tidak langsung dapat mengasah daya ingat mereka juga.

6. Ajarkan siswa cara untuk bertanggung jawab

Saat siswa berkebutuhan khusus melakukan kesalahan, lebih baik jangan dibela. Hal ini akan membuat mereka tumbuh menjadi anak yang manja dan tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Sebaiknya ajari cara untuk bertanggung jawab, seperti meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Cukup sederhana, tapi mereka akan selalu ingat dan melakukannya saat berbuat salah. Setelah itu, Anda bisa ajarkan latihan tanggung jawab yang lain, seperti memimpin grup dalam kerja kelompok.

Baca Juga: Cara Sukses Mendidik Anak Agar Memiliki Masa Depan Cerah

7. Catat perkembangan anak setiap hari

anak
Catat perkembangan anak setiap hari

Mencatat bagaimana perkembangan anak memberikan gambaran tentang perubahan apa saja yang berhasil mereka lakukan selama ini. Apakah mereka semakin lancar membaca, semakin aktif, percaya diri, atau lain sebagainya. Jika perkembangan siswa kurang maksimal, Anda bisa mencari strategi mengajar baru yang efektif, namun tetap menyenangkan dilakukan di kelas.

Berikan catatan perkembangan anak kepada orang tua masing-masing, sehingga orang tua juga ikut mengajari anak di rumah tentang hal yang sama. Dengan begini, hasil yang lebih signifikan pun akan terlihat seiring berjalannya waktu.

8. Bersyukurlah!

Mengajar anak berkebutuhan khusus menguras waktu dan tenaga lebih banyak. Namun, bersyukurlah karena Anda telah dipercaya untuk mengajar mereka di sekolah. Tidak semua guru mendapatkan kesempatan yang sama, dan tidak semua mau.

Mengajari mereka otomatis menambah porsi sabar, melatih Anda untuk lebih dekat dan peka terhadap kebutuhan mereka. Jika Anda masih single, kemampuan ini bisa dijadikan bekal sebelum berumah tangga dan mempunyai anak nanti.

Sinergikan Kinerja dengan Orang Tua Anak

Tidak hanya di sekolah, di rumah pun anak berkebutuhan khusus perlu diperlakukan dengan sama. Maka dari itu, sinergikan pembelajaran ini dengan orang tua untuk meningkatkan daya eksplorasi, rasa percaya diri, dan karakter anak. Alhasil, perkembangan anak semakin terlihat dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Cara Tepat Mendidik Anak di Usia Emas, Nomor 1 Paling Penting Nih Bunda