Apakah Emas Digital Aman untuk Investasi? Simak Panduan dan Tipsnya!
Kehadiran teknologi membuat berbagai aktivitas kini jauh lebih praktis, termasuk investasi emas yang sekarang bisa dilakukan secara online. Kemudahan ini membuat emas digital menjadi sangat populer di kalangan milenial dan Gen Z. Meski begitu, wajar jika investor pemula masih ragu dan mempertanyakan apakah investasi emas digital aman.
Kekhawatiran tersebut sebenarnya penting sebagai bentuk kewaspadaan agar investasi kamu tetap berjalan lancar. Untuk menjawab keraguan tersebut, mari kita bahas lebih dalam mengenai sistem keamanan emas digital dan perbandingannya dengan emas fisik sebagai bahan pertimbangan kamu.
Apa itu Emas Digital?
Emas digital adalah instrumen investasi yang memiliki fungsi serupa dengan emas fisik dalam melindungi nilai aset dari inflasi, namun seluruh transaksi dan penyimpanannya dilakukan secara elektronik melalui platform resmi. Alih-alih memegang fisik logam mulia, investor membeli aset berdasarkan nominal saldo atau gramasi yang tercatat di aplikasi fintech atau marketplace berizin. Keamanan penyimpanannya sendiri dikelola oleh penyedia layanan resmi yang bermitra dengan platform tersebut, sehingga investasi jadi lebih praktis tanpa perlu memikirkan tempat penyimpanan fisik.
Apakah Emas Digital Aman untuk Investasi?
Investasi emas digital pada dasarnya aman dan bisa menjadi alternatif praktis selain emas fisik. Namun, karena aset tidak dipegang langsung, kamu wajib memastikan platform yang digunakan telah memiliki izin resmi dari BAPPEBTI. Selain itu, selalu cek lisensi dan rekam jejak penyedia layanan untuk menjamin legalitas serta keamanan aset kamu dari risiko penipuan.
Perbandingan Emas Digital dan Emas Fisik
Dari segi potensi keuntungan, emas digital dan emas fisik pada dasarnya sama saja karena mengikuti harga pasar yang berlaku. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar dari sisi aksesibilitas dan cara penyimpanan.
Berikut tabel perbandingan antara investasi emas digital dan emas fisik.
|
Aspek |
Emas Fisik |
Emas Digital |
|---|---|---|
|
Akses |
Hanya bisa melakukannya via toko ataupun layanan penyedia emas resmi. Sehingga, akses investasi emas fisik tergolong lebih terbatas. |
Lebih mudah karena bisa dilakukan secara online. Proses pembelian dan penjualan emas digital bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi smartphone atau situs resmi. |
|
Biaya Penyimpanan |
Ada biaya penyimpanan yang berkaitan dengan pengamanan emas, seperti brankas. Investor juga bisa menggunakan layanan penyimpanan emas di bank dengan membayar biaya tertentu. |
Umumnya, penyimpanan emas digital yang dilakukan oleh pihak penyedia layanan membebankan biaya tertentu pada investor. |
|
Varian Berat |
Lebih terbatas karena hanya bisa dibeli dengan varian berat yang tersedia. Meski begitu, variasi gramasi emas fisik sudah sangat beragam. |
Emas digital menawarkan jumlah pembelian yang bisa disesuaikan dengan modal investor. Bahkan, investasi emas digital bisa dilakukan dengan modal mulai dari 10 ribu rupiah saja dengan gramasi menyesuaikan harga terbaru di pasar. |
|
Proses Transaksi |
Transaksi emas fisik membutuhkan waktu karena hanya bisa dilakukan langsung di toko atau tempat transaksi emas. |
Bisa dilakukan langsung via aplikasi smartphone secara online. |
|
Risiko Investasi |
Selain risiko perubahan harga, emas fisik juga memiliki risiko kehilangan atau pencurian yang perlu diantisipasi dengan pengamanan yang terpadu. |
Umumnya hanya memiliki risiko perubahan harga. Tapi, jika tidak cermat memilih layanan, ada risiko platform dan likuiditas ketika operasional layanan bermasalah. |
|
Tingkat Likuiditas |
Likuiditas tergolong tinggi karena bisa diperjualbelikan di toko emas resmi, terutama yang dicetak oleh lembaga terpercaya. |
Tingkat likuiditas tinggi karena bisa dijual langsung di platform investasi online. |
|
Nilai Spread |
Nilai spread emas fisik umumnya lebih lebar karena ada biaya penyimpanan, keamanan, dan biaya cetak. |
Nilai spread emas digital cenderung lebih rendah karena tidak perlu biaya cetak dan pengamanan langsung dilakukan pihak penyedia layanan. |
Baca Juga: Emas Fisik vs Emas Digital, Mana yang Lebih Bagus untuk Kebutuhan Investasimu?
Tips Berinvestasi Emas Digital yang Aman dan Menguntungkan
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan selama investasi emas digital, pastikan kamu meninjau 3 hal berikut ini.
- Cek Legalitas (BAPPEBTI & OJK): Hanya gunakan platform yang terdaftar resmi di BAPPEBTI. Ini menjamin aset kamu aman secara hukum dan fisik emasnya benar-benar tersedia.
- Keamanan Akun Berlapis: Pilih aplikasi dengan fitur keamanan ketat, seperti verifikasi OTP, PIN, dan email, untuk mencegah risiko peretasan.
- Transparansi & Biaya Tambahan: Pastikan penyedia layanan terbuka mengenai harga emas real-time. Perhatikan juga biaya admin atau biaya cetak agar keuntungan kamu tidak terpotong biaya tersembunyi.
- Pantau Harga Secara Berkala: Meski untuk jangka panjang, memantau pergerakan harga penting agar kamu bisa membeli di saat harga sedang terkoreksi (turun) demi mendapatkan gramasi lebih banyak.
- Konsisten dan Jangka Panjang: Mulailah menabung secara rutin meski dengan nominal kecil. Simpan aset ini minimal 3–5 tahun agar kenaikan harganya terasa lebih optimal.
Jadi, Tertarik untuk Investasi Emas Digital?
Secara umum, investasi emas digital menawarkan keamanan yang setara dengan emas fisik selama kamu memilih platform yang berizin BAPPEBTI dan diawasi OJK. Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, emas digital bisa menjadi sarana praktis untuk menjaga kondisi keuangan di masa depan. Kuncinya, pahami perbedaan antara emas digital dan fisik, lalu pilih layanan yang kredibel seperti Cermati untuk menjamin keamanan serta kenyamanan investasi kamu.
Baca Juga: Pas Jadi Pilihan, Ini Keuntungan Nabung Emas di Cermati