Belum Minat Tidak Masalah, Begini Cara Menolak Penawaran Produk Asuransi

Asuransi sudah menjadi begitu populer selama belasan tahun terakhir. Di tanah air sendiri, jumlah pengguna asuransi memang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kesadaran yang sudah semakin tinggi tentang resiko kesehatan dan juga kematian sudah semakin besar. 

Jadi wajar saja, jika di luar sana ada banyak produk asuransi yang bisa ditemukan dengan mudah. Dibandingkan dengan produk keuangan lainnya, pemasaran asuransi memang terbilang sangat gencar. 

Tiba-tiba dihubungi teman dan ditawari asuransi, bertemu dengan kerabat dan ditawari asuransi, kamu mungkin sudah pernah mengalami salah satu kejadian tersebut. Penawaran asuransi kerap datang tanpa diduga, bahkan seringkali dari orang-orang dekatmu. Entah teman lama atau bahkan kerabat, kamu tentu sedikit sungkan untuk menolaknya. 

Sementara di lain sisi, kamu belum yakin jika benar-benar sudah membutuhkan produk yang ditawarkan tersebut. Selain itu, pembelian asuransi ini akan melibatkan sejumlah besar uang, tentu saja harus dipertimbangkan dengan sangat matang. Lalu, bagaimana cara menolak penawaran asuransi yang terbilang gencar ini? 

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Tolak Penawaran Asuransi dengan Pertanyaan

loader
Menolak penawaran asuransi

Rasa sungkan atau tidak enak bisa saja muncul, apalagi jika yang menawarkan asuransi adalah teman atau kerabat. Asuransi memang penting, namun  tentu tetap harus direncanakan dengan matang dan sesuai kebutuhan. 

Asuransi juga akan menjadi pengeluaran tetap yang cukup besar dan dalam waktu yang panjang, itulah mengapa sangat penting untuk membelinya dengan secermat mungkin. Jika kamu merasa ini belum waktu yang tepat, maka satu-satunya cara adalah menolaknya. 

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang bisa diajukan untuk menolak penawaran asuransi:

  • Apakah Saya membutuhkan Asuransi yang Dijual? 

Sebelum memulai pertanyaan di atas, kamu tentu harus mengetahui tentang kebutuhanmu akan asuransi terlebih dahulu. Jika kamu memiliki tanggungan, maka sudah tentu kamu akan membutuhkan layanan asuransi jiwa. Hal ini penting, apalagi jika kamu menjadi satu-satunya pencari nafkah di tengah-tengah keluarga. 

Kamu juga perlu melihat siapa saja yang menjadi tanggunganmu, apakah anak dan pasangan saja, orangtua, atau bahkan ada kerabat lainnya. Namun jika ternyata saat ini tidak memiliki tanggungan, maka sudah jelas membeli asuransi jiwa bukanlah sesuatu yang mendesak untuk saat ini. Hal ini bisa dijadikan sebagai salah satu alasan untuk menolak.  

Hal yang sama juga bisa dilakukan terkait dengan kebutuhanmu akan asuransi kesehatan. Lihatlah perlindungan kesehatan apa yang kamu butuhkan, hal ini bisa kamu tentukan berdasarkan kondisi kesehatanmu saat ini atau resiko kesehatan di beberapa waktu ke depan. 

Namun, jika ternyata layanan asuransi BPJS Kesehatan sudah dianggap cukup untuk mengcover semua resiko tersebut, maka membeli asuransi kesehatan tentu bukan hal yang mendesak dan kamu bisa menolak penawaran dengan cepat. 

Pastikan kamu sudah mengetahui kebutuhanmu dan keluarga terkait layanan asuransi terlebih dahulu. Lalu ajukan pertanyaan di atas kepada agen asuransi yang memberikan penawaran. Jika mereka berusaha meyakinkanmu, maka kamu tinggal menyampaikan kebutuhanmu akan asuransi.

Ajukan Pertanyaan Tambahan Lain

Masih berkaitan dengan poin pertama di atas, kamu bisa mengajukan ketiga pertanyaan ini ketika agen asuransi masih tetap ngotot mengajukan penawarannya. Sampaikan ketiga pertanyaan ini:

  • Asuransi apa yang dijual?

Kamu harus siap untuk berdiskusi tentang produk-produk asuransi dengan agen yang menawari. Kamu bisa tetap tenang, apalagi jika kamu sudah memahami kebutuhanmu seperti poin di atas. Ketika agen asuransi menawarkan produk yang menggiurkan berbalut investasi, maka jelaskan dengan tegas bahwa kamu membutuhkan asuransi, bukan investasi.

Baca Juga: Kenali 5 Perspektif yang Kurang Tepat terhadap Asuransi Kesehatan

  • Nilai pertanggungannya berapa?  Bisa menutupi kebutuhan saya, tidak? 

Ajukan dua pertanyaan ini berbarengan kepada agen asuransi. Biarkan yang bersangkutan menjawab dan menyampaikan berapa nilai pertanggung dari produk yang ditawarkan. 

Pada umumnya, asuransi investasi yang ditawarkan hanya memberikan nilai pertanggungan yang kecil dan kamu bisa menjadikan ini sebagai alasan untuk menolak. Katakan jika nilai pertanggungan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhanmu.

  • Bisakah nilai investasi diperkecil dan nilai pertanggungan diperbesar? 

Jika agen asuransi masih tetap bertahan dan berusaha meyakinkanmu untuk membeli produknya, maka ajukan pertanyaan pamungkas di atas. Biasanya permintaan di atas tidak mungkin dipenuhi oleh perusahaan asuransi. 

Kamu mungkin akan diiming-imingi dengan banyak hal, seperti: manfaat uang tunai sekian milyar kelak bisa dicairkan ketika kamu berusia lebih dari 90 tahun dan tidak perlu bersusah payah mengelola investasi, dan yang lainnya. 

Kamu bisa menjawab berbagai “godaan” tersebut dan sekaligus menolak penawaran di saat bersamaan. Sampaikan saja jika kamu lebih tertarik untuk melakukan investasi penuh, tanpa embel-embel layanan asuransi di dalamnya. 

Katakan juga jika kamu yakin investasi seperti reksa dana atau saham kelak bisa memberikan imbal hasil yang besar dan memenuhi kebutuhan keuanganmu di masa depan. Dijamin, agen asuransi akan segera menutup pembicaraan dengan cepat.

Lihat kebutuhan dan ambil keputusan yang paling tepat

Menghadapi penawaran asuransi memang tidak selalu menyenangkan, apalagi jika penawaran ini datang dari teman atau bahkan kerabat. Namun ini terkait dengan keuangan dan kebutuhanmu akan layanan tersebut. Pastikan kamu melihat kebutuhanmu secara detail terlebih dahulu terkait produk asuransi ini, sehingga kamu bisa mengambil keputusan yang paling tepat dan menguntungkan.

Baca Juga: Asuransi dari Kantor Sudah Cukup? Kenali 4 Jenis Asuransi Jiwa untuk Karyawan