Bercak Merah di Kulit Bikin Gak Pede, Kenali Tanda dan Cara Mengobatinya

Gangguan pada kulit bisa terjadi dalam berbagai bentuk, salah satunya bercak merah yang cukup mencolok pada permukaan kulit. Kondisi ini bisa saja menandakan adanya gangguan kesehatan, baik dalam skala ringan maupun serius.

Mungkin Anda pernah mengalami bercak merah pada kulit. Kemunculan bercak merah ini ada yang menimbulkan reaksi pada permukaan kulit, tapi ada juga yang tidak. Perubahan permukaan kulit yang terjadi akibat bercak merah biasanya kult terasa lebih kasar dan tebal. Diikuti dengan keluhan lain, seperti rasa perih dan nyeri, iritasi, gatal, serta lainnya.

Jika Anda memahami jenis-jenis bercak merah, maka Anda dapat mengatasinya dengan cara yang tepat, seperti berikut ini:

Baca Juga: Wajib Dicoba, 9 Makanan Murah Ini Ampuh Bikin Kulit Putih Berseri

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

1. Biduran atau urtikaria

Biduran
Biduran atau urtikaria

Tahu dong biduran? Adalah reaksi pada kulit yang ditandai dengan munculnya bentol berwarna kemerahan, disertai rasa gatal. Biduran dapat meluas hingga ke sekujur tubuh, sehingga ada yang mengalami biduran ringan, akut, dan biduran kronis.

Umumnya penyebab biduran karena reaksi alergi. Namun juga bisa timbul akibat stres, olahraga, infeksi, reaksi terhadap suhu panas, dan penyakit tertentu seperti tiroid atau kanker.

Bercak merah akibat biduran yang masih dalam skala ringan, biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi bagi yang akut atau kronis, dapat diobati dengan mengonsumsi obat antihistamin, kartikosteroid, agonis leukotrien, dan omalizumab.

2. Kurap

Kurap
Kurap adalah infeksi jamur yang menimbulkan ruam merah

Jenis bercak merah pada kulit lainnya adalah kurap. Kurap merupakan infeksi jamur pada kulit yang memicu ruam kemerahan berwarna lebih terang. Bentuknya melingkar dan menimbulkan rasa gatal. Kurap biasa menyerang selangkangan, kaki, kepala, kuku, dan tubuh bagian atas.  

Munculnya kurap biasanya juga terjadi karena udara panas dan lembab, berbagi handuk dengan penderita infeksi jamur, sering memakai pakaian ketat, berat badan berlebih, diabetes, hingga pakai kaos kaki atau sepatu saat kaki lembab.

Bercak merah akibat kurap dapat disembuhkan dengan resep obat anti jamur dari dokter, bedak, dan paling penting hindari menggunakan pakaian ketat serta rajin membersihkan daerah yang terinfeksi agar tetap kering.

3. Dermatitis kontak

Dermatitis Kontak
Peradangan kulit dermatitis kontak

Peradangan kulit yang ditandai dengan ruam gatal kemerahan. Biasanya timbul akibat iritasi setelah bersentuhan langsung dengan zat tertentu. Pekerjaan atau profesi yang rentan terkena dermatitis kontak, di antaranya pekerja kontsruksi, penata rambut dan ahli rias, mekanik, penyelam atau perenang, cleaning service, tukang kebun, dan tukang masak.

Gejalanya berupa kulit kering, melepuh, perih, gatal parah, hingga pembengkakan pada mata, muka, atau selangkangan. Cara mengatasi dermatitis kontak yang menyebabkan bercak merah, yaitu menghindari bersentuhan dengan zat atau produk yang membuat iritasi atau alergi, setop pemakaian produk tersebut, gunakan pelembab kulit, konsumsi obat kortikosteroid dalam bentuk salep atau tablet, atau terapi imunosupresan, pemberian obat untuk mengurangi peradangan.

Baca Juga: Dear Ladies! Biar Makin Cantik, ini 10 Resolusi Kecantikan 2020 yang Perlu Dicoba

4. Eksim Atopik

Dermatitis Atopik
Peradangan kulit dermatitis atopik

Dermatitis (eksim) akibat peradangan kulit disertai kulit memerah, kering, dan pecah-pecah. Bercak merah ini dapat berlangsung lama, sampai bertahun-tahun. Umumnya gejala eksim ini, rumah merah dan terasa gatal parah di area belakang leher, lutut, dan siku.

Gejala lainnya, ruam mengeluarkan cairan, kulit kering dan bersisik, sampai dengan mengeluarkan darah. Dermatitis atopik disebabkan karena banyak faktor, di antaranya faktor keturunan, lingkungan, gangguan kulit, faktor imunologi, dan infeksi.

Bercak merah pada penderita dermatitis atopik dapat diobati dengan rajin merawat dan menjaga kebersihan kulit, seperti mandi dengan air hangat selama 10-15 menit dan menggunakan sabun antiseptik atau PH 5,5-6. Setelah mandi, oleskan pelembab ke seluruh kulit, kecuali kulit kepala. Jika eksim bertambah parah, segera periksakan ke dokter.

5. Pityriasis Rosea

Pityriasis Rosea
Penyakit kulit pityriasis rosea

Adalah penyakit kulit yang menimbulkan ruam merah dan bersisik di sekitarnya. Memberikan reaksi sangat gatal, dan biasanya muncul di area punggung, dada, lengan atas, leher, dan perut.

Gejala awal pityriasis rosea adalah demam, sakit tenggorokan, tak nafsu makan, nyeri sendi, dan sakit kepala berhari-hari. Jika mengalami kondisi tersebut, segera periksa ke dokter.

Sebetulnya mengobati penyakit ini tidak ada yang khusus, karena akan hilang dalam jangka waktu 2-8 minggu. Tapi bila sudah parah, dokter akan memberikan krim kult hydrocortisone untuk mengurangi iritasi. Anda juga dapat minum obat histamine untuk meminimalkan rasa gatal di kulit.

Lindungi Diri dari Risiko Penyakit dengan Asuransi Kesehatan

Meski hanya bercak merah, namun penyakit-penyakit di atas dapat memicu risiko lain bila dibiarkan terus menerus. Kalau sudah parah, maka pengobatan pun rasanya terlambat. Oleh karena itu, jaga kesehatan Anda dengan menerapkan pola hidup sehat. Jangan lupa, lindungi diri dari risiko penyakit dengan asuransi kesehatan.

Baca Juga: Tahukah Kamu, Daun Salam Bisa Usir Ketombe sampai Cegah Kanker Payudara