Cara Mengumpulkan Uang untuk Kuliah S2

Banyak orang mau meneruskan pendidikan ke tingkat strata 2 atau S2, namun terkendala biaya. Uang kuliah untuk meraih gelar magister, baik di dalam maupun di luar negeri memerlukan biaya cukup besar.

Selain berburu program beasiswa dari pemerintah dan lembaga, cara untuk mewujudkan kuliah S2 adalah menyiapkan keuangan. Jika beasiswa tidak tembus, kamu dapat menempuh pendidikan tersebut dengan uang atau biaya sendiri.

Baca Juga: 11 Cara Cerdas Menabung untuk Beli Rumah

Bingung cari investasi Reksa Dana yang aman dan menguntungkan? Cermati solusinya!

Mulai Berinvestasi Sekarang!  

Berapa Perkiraan Biaya Studi S2 di Indonesia?

loader
biaya kuliah s2

Mahalnya biaya kuliah S2 adalah rahasia umum yang sudah diketahui oleh banyak orang. Jika melihat dari sejumlah informasi dari internet, rerata biaya yang harus dikeluarkan agar bisa melanjutkan studi S2 adalah belasan juta, puluhan, atau bahkan mencapai ratusan juta Rupiah.

Perbedaan biaya kuliah S2 tersebut biasanya tergantung dari universitas dan program pendidikan yang dipilih. Studi S2 yang mahal kebanyakan berasal dari jurusan Ilmu Kefarmasian, Profesi Dokter, Kenotariatan, dan lain sebagainya. Apabila program studi S2 yang kamu tuju merupakan salah satu dari jurusan tersebut, maka jangan heran jika biaya yang harus disiapkan bisa sangat besar.

Pembagian biaya studi S2 secara umum dibagi ke dalam 2 kategori, yaitu biaya akademis dan biaya akomodasi. Berikut adalah penjelasannya.

  1. Biaya Akademis

    Biaya akademis mencakup biaya uang pangkal, biaya semester, dan berbagai biaya lain yang berkaitan dengan urusan universitas dan perkuliahan. Biaya ini juga dibebankan mulai dari awal registrasi sampai lulus kuliah.

    Pada kebanyakan perguruan tinggi, biaya akademis umumnya telah dimasukkan pada biaya semester. Tetapi, tidak sedikit pula kampus yang membebankan biaya tambahan pada program studi tertentu, seperti biaya sidang untuk tugas akhir, registrasi ulang pada mata kuliah, wisuda, dan sebagainya.

    Intinya, biaya akademis ini mencakup segala pengeluaran yang harus dipenuhi selama menjalani studi S2 dan wajib diperhitungkan sebaik mungkin. Biasanya, detail tentang biaya ini bisa dilihat melalui situs resmi universitas sesuai jurusan yang dituju. Ketika menghitung biaya ini, jangan lupakan pula biaya lainnya, sebagai contoh, mencetak tugas, fotokopi, buku kuliah, penelitian, dan lain sebagainya.

  2. Biaya Akomodasi

    Sementara untuk biaya akomodasi mencakup kebutuhan hidup selama menjalani pendidikan S2. Hal tersebut meliputi tempat tinggal, makan, sampai transportasi. Khususnya jika harus merantau, biaya ini wajib diperhitungkan dengan matang dan detail agar kamu dapat mengetahui jumlah uang yang tersisa untuk kebutuhan konsumtif maupun menabung dan investasi.

Jadi, berdasarkan kategori biaya di atas, contoh gambaran biaya yang dibutuhkan untuk mengenyam pendidikan S2 adalah sebagai berikut.

Kebutuhan Biaya
Biaya Pendaftaran Rp1.200.000
Uang Pangkal atau Biaya Masuk Rp22.000.000
Biaya Operasional Rp19.000.000
Biaya Semester Rp20.000.000 x 4 semester = Rp80.000.000
Uang Kos Bulanan Rp1.000.000 x 24 bulan = Rp24.000.000

Berdasarkan gambaran biaya tersebut, diketahui jika kebutuhan dana kuliah S2 mencapai 146.2 juta. Jumlah tersebut tentu perlu ditambah lagi dengan biaya hidup sehari-hari. Jika tidak dipersiapkan sedini mungkin, impian memiliki gelar pascasarjana tentu berisiko hanya menjadi isapan jempol belaka.

Baca Juga: Biar Tak Boros, Begini Tips Menabung Seminggu Sekali

loader
Menabung

Persiapan Umum Menjelang Studi S2

Jenjang pendidikan S2 memang membutuhkan beragam persiapan agar bisa berjalan lancar sampai kelulusan. Berikut adalah beragam hal yang perlu dipersiapkan menjelang melanjutkan kuliah S2.

  1. Tentukan Tujuan Kuliah dan Jurusan

    Hal pertama yang perlu dilakukan saat ingin melanjutkan kuliah S2 adalah menentukan tujuan serta disiplin ilmu yang akan dipilih. Misalnya, tidak jarang orang mengenyam pendidikan pascasarjana karena menjadi syarat promosi jabatan, atau sekadar menambah ilmu dan memperluas peluang kerja. Terlepas dari apa pun tujuannya, pastikan kamu menentukannya dengan jelas dan memilih jurusan sesuai kemampuan serta keinginan.

    Lihat juga kemampuan kamu dalam jurusan pilihan tersebut, terutama jika akan memilih jurusan yang berbeda dari jurusan sebelumnya. Hal ini penting, apalagi jika kamu berniat untuk lulus tepat waktu.

    Jangan sampai kamu sulit mendapatkan kelulusan, atau jadi mahasiswa abadi hanya karena salah memilih jurusan dan tidak kamu kuasai atau sukai sama sekali. Ini akan membuatmu menghabiskan banyak waktu dan uang selama kuliah nanti.

  2. Pasang Target Waktu

    Dengan pentingnya jenjang pendidikan ini untuk kemajuan karier serta besarnya dana yang dibutuhkan, kamu harus memasang target berapa lama waktu kuliah akan ditempuh. Sebab, semakin lama pendidikan tersebut berjalan, biaya yang dibutuhkan juga akan menjadi lebih tinggi. Agar risiko waktu, biaya, dan tenaga terbuang percuma tak sampai terjadi, pasang target waktu kapan kelulusan akan dicapai sebelum mendaftar studi lanjutan ini.

  3. Sesuaikan Waktu Kuliah

    Kebanyakan orang yang melanjutkan pendidikan pascasarjana masih mempunyai tanggung jawab pekerjaan, bahkan keluarga. Karenanya, pastikan untuk menyusun waktu seoptimal mungkin agar seluruh kegiatan tersebut bisa berjalan lancar tanpa kendala yang menghambat satu sama lain.

  4. Siapkan Dana Kuliah

    Terakhir, jangan sampai lupa untuk menyiapkan pula biaya kuliah S2. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kebutuhan akan biaya tersebut bisa sangat masif. Jika tak disiapkan dari jauh-jauh hari, risiko kondisi keuangan berantakan karena harus menanggung terlalu banyak pengeluaran akan menjadi terlalu tinggi.

Tips Mengumpulkan Biaya Kuliah S2

Lalu, bagaimana tips untuk mengumpulkan biaya kuliah S2? Berikut beberapa tips yang bisa kamu aplikasikan.

  1. Ketahui Sumber Pemasukan

    Tentunya, agar bisa mengumpulkan biaya kuliah S2, kamu harus memiliki dulu sumber pemasukan, baik itu, gaji bulanan, keuntungan bisnis sampingan, kerja freelance, dan lain sebagainya. Semakin besar dana yang bisa disisihkan untuk kebutuhan ini, biaya pendidikan tersebut tentu bisa lebih lekas terkumpul sesuai target.

  2. Jalani Hidup Lebih Hemat

    Selain mengetahui sumber pemasukan, mengumpulkan dana pendidikan S2 juga bisa dilakukan lebih optimal dengan menjalani hidup yang lebih hemat. Cek pengeluaran bulanan dan jangan ragu untuk menghilangkan kebutuhan yang dirasa kurang perlu atau tak mendesak. Jangan sampai impian memiliki gelar S2 harus tertunda hanya karena hasrat belanja konsumtif yang sulit dibendung.

  3. Cari Penghasilan Tambahan

    Tips lainnya, usahakan untuk meningkatkan sumber penghasilan melalui berbagai cara. Hal ini penting untuk dilakukan khususnya jika gaji tidak cukup dijadikan sebagai simpanan biaya pendidikan S2. Beberapa contoh sumber penghasilan tambahan adalah berbisnis, menjadikan hobi sebagai sumber uang, hingga kerja freelance.

  4. Menabung Setiap Bulan

    Kamu dapat mengalokasikan lebih banyak uang untuk menabung dalam jangka waktu tertentu. Misalnya target lanjut S2 adalah 2 tahun mendatang. Dengan perkiraan biaya misalnya Rp146.200.000 di tahun 2022, ditambah asumsi kenaikan 10% per tahun, berarti total biaya kuliah S2 pada tahun 2024 sekitar Rp160.820.000. Jika ingin menabung, kamu harus menyisihkan sekitar Rp6.7 juta per bulan sehingga kamu dapat mengumpulkan uang dengan jumlah di atas.

  5. Investasi reksadana

    Kamu juga dapat menyiapkan biaya kuliah S2 dengan investasi reksadana. Investasi reksadana adalah salah satu jenis investasi yang cocok untuk pemula. Alasannya, karena instrumen investasi ini bisa dimulai dengan modal terjangkau dan memiliki tingkat risiko beragam.

Baca Juga: 3 Tips Menabung untuk Penganut Gaya Hidup Cashless

Cara Memanfaatkan Investasi untuk Siapkan Biaya Kuliah S2

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, investasi menjadi salah satu sarana mengumpulkan biaya kuliah pascasarjana yang ideal untuk dipilih. Alasannya karena melalui platform tersebut dana pendidikan bisa terus berkembang dengan tingkat imbal hasil tertentu. Tentunya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar menyiapkan biaya kuliah S2 dengan investasi reksa dana menjadi lebih optimal.

Pertama, pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan rencana investasi. Misalnya, jika rencana kuliah ingin dilakukan dalam waktu kurang dari 1 tahun, akan lebih baik jika dananya disimpan pada produk reksa dana berisiko rendah, seperti reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap. Sedangkan untuk jangka waktu 1 sampai 3 tahun mendatang, obligasi mungkin menjadi pilihan yang cocok karena memiliki tingkat risiko sedang.

Pastikan legalitas dan kredibilitas penyedia investasi agar terhindar dari risiko penipuan atau layanan bodong. Dengan begitu, rencana menjadi lulusan pascasarjana dapat terwujud dengan lancar.

Jangan Biarkan Masalah Biaya Menghalangimu Menggapai Pendidikan S2

Tidak sedikit orang yang langsung memupuskan impiannya mengenyam pendidikan S2 karena terkendala biaya. Padahal, asalkan ada niat dan semangat untuk mencapainya, impian tersebut pasti bisa terwujud. Nah, agar peluangnya menjadi lebih tinggi, jangan ragu mengikuti tips dan cara mengumpulkan biaya kuliah S2 yang telah dijelaskan di atas, ya!

Baca Juga: 10 Trik Menabung Paling Ampuh, Patut Dicoba!