e-Billing Pajak: Cara Bayar Pajak Secara Online yang Praktis

Pajak yang dibayarkan masyarakat adalah sumber utama pendapatan negara untuk pembangunan nasional. Pemerintah harus mencapai target pajak yang telah ditetapkan setiap tahun demi kelancaran pembangunan bangsa. Tujuannya tentu saja guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ada beberapa macam pajak yang harus dibayar masyarakat, di antaranya pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, serta jenis pajak lainnya yang sudah diatur pemerintah. Membayar pajak tepat waktu merupakan wujud peran aktif masyarakat dalam membangun negara.

Baca Juga: Cara Registrasi DJP Online dan Cara Mendapatkan e-FIN

Anda Bingung Cari Kredit Mobil Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Kredit Mobil Terbaik! 

Manfaat Pajak

Tol Trans Jawa
Manfaat Pajak via pu.go.id

Sebagai salah satu sumber penerimaan negara dengan kontribusi terbesar, pajak memiliki manfaat yang digunakan untuk beberapa hal, antara lain:

1. Uang pajak yang disetor masyarakat akan digunakan pemerintah untuk membiayai segala pengeluaran negara yang bersifat self liquidating atau hal lainnya. Contohnya adalah pengeluaran untuk biaya proyek produksi barang ekspor

2. Uang pajak untuk membiayai pengeluaran yang bersifat produktif, seperti membangun infrastruktur, anggaran pendidikan, kesehatan, pertanian, dan lainnya

3. Uang pajak dipakai untuk biaya pengeluaran non-produktif dan non-self liquidating, tetapi memiliki manfaat untuk masyarakat. Contohnya biaya pengeluaran untuk objek rekreasi atau pembangunan monumen bersejarah

4. Uang pajak digunakan untuk pembiayaan atau pengeluaran yang bersifat tidak produktif, tetapi diperlukan negara. Contohnya adalah pengadaan persenjataan dan penguatan pertahanan negara atau pengeluaran untuk warga yatim piatu dan yang membutuhkan.

Dengan membayar pajak secara jujur, benar, dan sesuai aturan, Anda akan ikut merasakan manfaat tersebut. Artinya uang pajak yang Anda setor ke negara, dikembalikan lagi untuk rakyat. Contohnya saja, fasilitas umum memadai, infrastruktur (jalan, sekolah, dan jembatan), pertahanan dan keamanan (senjata, pelatihan), subsidi, transportasi massal, dan masih banyak lainnya. 

Bayar Pajak Online dengan e-Billing Pajak

Bayar Pajak Online dengan e-Billing Pajak
Bayar Pajak Online dengan e-Billing Pajak

Banyak cara yang ditawarkan pemerintah untuk memudahkan wajib pajak dalam membayar pajak. Salah satunya bisa membayar pajak secara online. Jadi sangat cocok buat Anda yang tidak punya waktu untuk mengurus atau datang ke kantor pajak, bahkan ogah antre. Mengutip laman resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP), e-Billing pajak merupakan metode pembayaran pajak secara elektronik dengan menggunakan kode billing atau ID billing sebagai cara untuk membayar pajak.

Billing System adalah sistem yang menerbitkan kode billing untuk pembayaran atau penyetoran penerimaan negara secara elektronik, tanpa perlu membuat Surat Setoran (SSP, SSBP, SSPB) manual, yang digunakan e-Billing DJP. e-Billing berbasis MPN-G2 memfasilitasi wajib pajak untuk membayarkan pajaknya dengan lebih mudah, lebih cepat dan lebih akurat.

Manfaat e-Billing Pajak

Dengan menggunakan e-Billing Pajak, banyak manfaat yang bisa didapatkan, antara lain:

1. Membayar pajak jadi lebih mudah. Dengan membuat ID Billing, Anda dapat membayar pajak di mana saja dan kapan saja

2. Menghindari kesalahan dari pencatatan transaksi. Terkadang dalam pembayaran secara manual terdapat beberapa kesalahan pencatatan yang mungkin terjadi. e-Billing bisa meminimalkan terjadinya kesalahan dalam pencatatan transaksi yang bisa saja terjadi pada pembayaran manual

3. Transaksi real time. Data dan hasil transaksi akan langsung tersimpan di sistem DJP sehingga mengurangi risiko kehilangan data akibat kelalaian dan penyebab lainnya.

Baca Juga: Cara Isi dan Lapor SPT Pajak Online atau E-Filing 1770 SS

Langkah-Langkah Bayar Pajak Online

  Bayar Pajak Kantor Pajak

Konsultasi Pajak via peluangusahaterbaruku.com

Terdapat dua tahapan yang harus dilalui para wajib pajak jika ingin membayar pajak menggunakan e-Billing Pajak. Caranya dengan pembuatan kode billing atau ID Billing. Setelah itu, lakukan proses bayar pajak online.

1. Pembuatan Kode Billing atau ID Billing

Pembuatan kode billing atau ID Billing bisa dilakukan dengan 7 cara, antara lain:

  • Melalui suatu aplikasi resmi yang bernama OnlinePajak yang secara resmi terdaftar di DJP. OnlinePajak merupakan salah satu Application Services Provider (ASP) atau agen pajak yang disahkan dan disetujui DJP untuk membuat ID Billing berdasarkan surat keputusan Nomor: KEP-72/PJ/2016.
  • Dapat melalui teller bank tertentu yang telah disetujui, seperti BNI, Mandiri, BCA, BNI, dan Citibank. Juga bisa melalui Kantor Pos Indonesia.
  • Melalui website DJP online www.sse.pajak.go.id.
  • Untuk pelanggan Telkomsel, bisa melalui SMS ID Billing dengan menekan *141*500#.
  • Dapat melalui layanan Billing di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) yang dapat dilakukan secara mandiri.
  • Melalui layanan Kring Pajak ke nomor 1-500-200 (khusus wajib pajak pribadi).
  • Melalui layanan internet banking (untuk bank tertentu).

2. Bayar Pajak Online

Setelah membuat kode Billing dengan berbagai metode di atas, selanjutnya lakukan pembayaran melalui:

  • OnlinePajak dengan menggunakan fitur bayar pajak online (untuk nasabah CIMB Niaga dan BNI).
  • Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
  • Melalui teller bank yang bekerja sama dan bisa melalui kantor pos.
  • Mini ATM yang bisa ditemukan di seluruh KPP ataupun KP2KP.
  • Melalui internet banking.
  • Agen branchless banking.
  • Dapat pula melalui mobile banking (saat ini hanya untuk nasabah Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali.

Cara Bayar Pajak Online (Step by Step)

Cara Bayar Pajak Online
Cara Bayar Pajak Online

Bayar Pajak Online adalah metode baru dalam membayar pajak yang dilakukan secara online dan real time. Pembayaran dengan cara ini jauh lebih baik, simpel, dan fleksibel. Para wajib pajak tidak perlu lagi antre berjam-jam di bank maupun kantor pajak. Saat ini semuanya bisa dilakukan di depan komputer di mana pun Anda berada.

Berikut ini tahapan-tahapan yang mesti Anda lakukan:

1. Daftar di OnlinePajak. Sebelum menggunakan sistem e-Billing Pajak melalui ASP OnlinePajak, Anda diharuskan untuk mendaftarkan perusahaan dan mengisi secara lengkap profil perusahaan, termasuk Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

2. Buat ID Billing di ASP OnlinePajak. Ada dua cara untuk membuat ID Billing di OnlinePajak:

  • Menggunakan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang terdapat di OnlinePajak.
  • Tidak menggunakan SPT yang ada di OnlinePajak (khusus wajib pajak yang cuma ingin memanfaatkan fitur e-billing dan e-filling saja)

Untuk diketahui, ID Billing yang telah dibuat hanya berlaku selama 7 hari. Jika setelah 7 hari pajak belum dibayarkan, Anda harus membuat ID Billing baru.

3. Manfaatkan ID Billing untuk bayar pajak secara online. Caranya:

  • Masukkan nomor ID Billing yang telah dibuat dengan menggunakan fitur pembayaran pajak online di OnlinePajak (khusus CIMB Niaga dan BNI), bank persepsi, ATM, internet banking, sms banking, atau menyerahkan langsung ke teller di bank.
  • Anda kemudian akan mendapatkan Nomor Tanda Penerimaan Negara (NTPN) setelah menyelesaikan pembayaran. Kemudian masukan NTPN tersebut ke dalam laporan SPT Anda saat akan melakukan e-Filing atau pelaporan telah membayar pajak.

Mudah, Cepat, dan Simpel

Dengan fitur e-Billing atau bayar pajak online, kegiatan membayar pajak sudah bukan lagi hal yang melelahkan dan bertele-tele. Cara bayar pajak online menjadi mudah dan bisa dilakukan sendiri. Namun, apabila masih bingung dengan cara membayar pajak online, Anda bisa menghubungi customer service atau bertanya di situs DJP pajak.go.id maupun online-pajak.com.

Baca Juga: Cara Mengisi dan Lapor SPT Pajak Online atau E-Filing 1770 S