Hal yang Harus dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Menjawab Pertanyaan Seputar Gaji

Saat ditanya, “berapa gaji yang Anda inginkan dari perusahaan ini?”, Anda pasti bingung mau bilang apa. Tapi dalam hati, Anda berharap agar pewawancara menawarkan gaji yang tinggi. Sehingga hidup lepas dari yang namanya kemelaratan, terutama saat akhir bulan.

Sayangnya, apa yang Anda harapkan sering berbanding terbalik dengan kenyataan. Gaji yang ditawarkan malah tidak sesuai ekspektasi sebelumnya. 

Jadi, jawaban seperti apa yang harusnya Anda ucapkan bila ditanyakan soal gaji saat wawancara kerja berlangsung? Simak dalam do’s dan don’ts seputar gaji berikut ini. 

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

5 Hal yang Harus Dilakukan  Saat Menjawab Pertanyaan Seputar Gaji

gaji

1. Tidak menyebutkan  nominalnya

Dari lubuk hati yang paling dalam, Anda ingin sekali menyebutkan gaji dengan angka yang pasti kepada si pewawancara. Tapi, lebih baik Anda menahan keinginan ini karena dapat menimbulkan berbagai persepsi negatif. Misalnya dikatakan sok hebat atau sok berpengalaman padahal masih baru bekerja.

Sebutkan saja kisaran gaji yang Anda harapkan. Toh, perusahaan juga sudah memiliki standar gaji untuk karyawan baru seperti Anda. Terkadang, pewawancara hanya ingin menguji apakah jawaban Anda realistis dengan posisi yang dilamar atau tidak.

2. Sesuaikan dengan job desk

Pada umumnya, gaji yang ditawarkan oleh perusahaan sesuai dengan job desk Anda saat bekerja. Semakin rumit dan banyak bidang yang dikerjakan, maka semakin tinggi gaji yang diberikan, begitu pula sebaliknya. Dari penjelasan mengenai job desk yang disampaikan pewawancara, Anda sudah bisa menebak kisaran angkanya.

Tapi, tidak menutup kemungkinan bila perusahaan menawarkan gaji tinggi untuk job desk yang biasa saja. Maka dari itu, Anda perlu memastikannya lagi saat wawancara berlangsung untuk menghindari adanya miskomunikasi yang dapat merugikan Anda di masa mendatang.

3. Beri penjelasan tambahan

Setelah menyebutkan kisaran gaji, pewawancara tidak langsung mengiyakan. Beberapa pewawancara justru menanyakan apa alasan Anda menyebutkan nominal gaji tersebut. Disinilah Anda bisa memberi penjelasan tambahan unuk menguatkan statement, sehingga pada akhirnya statement bisa diterima oleh pewawancara.

Jangan ragu untuk menyebutkan pengalaman kerja kalau Anda memang sudah memilikinya. Ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Sejatinya, perusahaan baru tidak mungkin memberi gaji yang lebih rendah daripada perusahaan sebelumnya. Apalagi pada job desk yang sama. 

4. Katakan dengan percaya diri

Meski statement Anda tentang gaji tidak selalu bisa diterima, tapi apa salahnya untuk menyampaikan statement ini dengan penuh percaya diri. Dalam arti, jangan tunjukkan sikap ragu-ragu karena ini dapat membuat pewawancara ikutan ragu saat mengambil keputusan. Ucapkan dengan intonasi yang jelas, disertai ekspresi sungguh-sungguh. Ya, meskipun dalam hati Anda sudah deg-degan.

Kalau mau, Anda bisa memanfaatkan situasi ini untuk curhat sekaligus. Namun dengan syarat, tidak menjelek-jelekkan sistem penggajian di perusahaan lama. Tanpa diberitahu sekalipun, pewawancara bisa menebak kisaran gaji yang pernah Anda dapatkan. 

5. Tanyakan benefits lainnya

Bukannya mau lancang, tapi Anda punya hak untuk menyinggung tentang benefits atau keuntungan yang bisa diperoleh dari perusahaan yang sekarang. Terutama bila perusahaan lupa untuk menjelaskan hal ini kepada Anda saat wawancara. Entah itu uang lembur, bonus tahunan, bonus performa, THR, atau asuransi. 

Dengan mengetahui benefits, setidaknya Anda punya gambaran mengenai total penghasilan keseluruhan yang bisa diperoleh dari perusahaan baru. Hal ini bisa dijadikan sebagai bahan renungan saat Anda dinyatakan lolos wawancara kerja. Kalau ternyata tidak sesuai, lebih baik cari perusahaan lain yang menawarkan gaji yang lebih pas.

Baca Juga: Dapat Undangan Interview Kerja Online? Lakukan 8 Tips Ini Biar Wawancara Lancar!

3 yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Menjawab Pertanyaan Seputar Gaji

gaji

1. Jangan berbohong

Well, Anda tidak perlu membohongi pewawancara perihal pengalaman kerja untuk menaikkan gaji. Berpengalaman atau tidak, pewawancara bisa melihatnya dari cara Anda menjawab setiap pertanyaan, terutama yang berkaitan dengan bidang yang dilamar. 

Alih-alih berbohong demi gaji tinggi, pada akhirnya malah diblacklist karena kedapatan berbohong. Daripada rugi, lebih baik jawab dengan jujur tanpa ada kesan menutup-nutupi sesuatu.

2. Tatapan yang meragukan

Dari tatapan mata Anda, pewawancara bisa tahu apakah Anda menjawab dengan benar atau tidak. Jadi, jangan sesekali memberi tatapan meragukan yang dapat mengurangi peluang Anda untuk diterima di perusahaan.

Meskipun ragu, coba tatap mata pewawancara dengan penuh keyakinan. Sehingga apapun yang Anda ucapkan bisa membuat si pewawancara percaya kalau setiap jawaban benar adanya.

3. Menyerahkan sepenuhnya kepada pewawancara

Sebenarnya sah-sah saja bila Anda memberi umpan balik kepada pewawancara dengan menanyakan kisaran gaji yang perusahaan rela berikan kepada Anda. Tapi ingat, jangan menyerahkan hal ini sepenuhnya kepada pewawancara sebelum memberikan jawaban apapun.

Lebih baik jawab seadanya, sama seperti yang ada di dalam hati. Berapapun yang Anda terima nanti, biarkan itu menjadi urusan perusahaan. Anda tidak perlu mencampuri, cukup tunggu hasil akhirnya saja.

Baca Juga: Rahasia Penilaian Saat Wawancara Kerja Yang Wajib Diketahui 

Jawab dengan Ekstra Hati-hati

Pertanyaan seputar gaji masih cukup sensitif hingga sekarang. Jadi setiap kali ditanyakan tentang gaji, coba jawab dengan hati-hati dan sesuaikan dengan nilai jual Anda agar perusahaan bisa menerimanya.

Baca Juga: 4 Bahasa Tubuh yang Perlu Dicermati Saat Wawancara Kerja