Ingin Beli Produk Elektronik dengan PayLater? Pertimbangkan Dulu Hal Ini!

Saat ini PayLater telah menjadi opsi pembayaran yang sangat populer dan banyak digunakan oleh masyarakat untuk berbelanja. Contohnya, untuk membeli barang-barang elektronik.

Dibanderol dengan harga yang tidak murah, membuat sebagian orang kesulitan untuk membeli barang elektronik secara tunai. Sehingga, mereka lebih memilih menggunakan layanan PayLater atau cicilan tanpa kartu kredit untuk membelinya.

Sebelum mulai belanja barang-barang elektronik idaman dengan fitur PayLater, ada baiknya untuk mempertimbangkan beberapa hal berikut ini.

Baca Juga: Awas Marak Pencurian Data Pribadi, Begini Cara Lapor dan Menghindarinya

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan sebelum Beli Barang Elektronik dengan PayLater

loader

Contoh Barang Elektronik

  1. Kualitas dan Masa Pakainya

    Hal pertama yang wajib dipertimbangkan adalah kualitas. 

    Kualitas ini akan memengaruhi performa dan juga masa pakai barang elektronik tersebut. Jangan sampai cicilan PayLatermu belum lunas, eh barang tersebut sudah rusak.

    Sebab itulah, penting sekali bagimu untuk melakukan riset mendalam seputar kualitas dari barang elektronik yang akan dibeli. Tak ada salahnya memilih barang elektronik dengan harga lebih mahal asalkan kualitasnya jempolan.

    Hal ini dilakukan supaya transaksi pembelianmu menggunakan PayLater tak merugi dan barang tersebut bisa digunakan dalam waktu yang lama.

  2. Bisa Digunakan untuk Aktivitas Produktif

    Alih-alih beli barang elektronik untuk tujuan konsumtif atau demi memuaskan keinginan saja, akan lebih baik jika kamu membeli barang elektronik untuk tujuan produktif. 

    Misalnya, kalau punya usaha Laundry, kamu bisa mempertimbangkan untuk membeli mesin cuci baru atau setrika untuk menunjang usaha. Pembelian barang-barang produktif ini akan meningkatkan produktivitas kerjamu.

    Jadi, nanti kamu bisa membayar cicilan PayLater dengan uang yang didapatkan dari usaha tersebut.

  3. Kondisi Finansial

    Hal lainnya yang sangat penting untuk dipertimbangkan sebelum mulai menggunakan layanan PayLater adalah kondisi finansial. Jangan sampai cicilan PayLatermu melebihi kemampuan membayarmu. Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko gagal bayar yang bisa membuat tagihan semakin menumpuk.

    Idealnya, alokasi pendapatanmu untuk bayar cicilan atau utang adalah maksimal 30%. Jadi, jika kamu sudah punya utang lain pastikan tambahan utang PayLatermu tidak melebihi persentase di atas ya.

    Contoh, Konsumen A memiliki pendapatan sebesar Rp3.000.000 per bulannya. Total maksimal utang ideal yang bisa ia tanggung adalah sebesar Rp900.000 (Rp3.000.000 x 30%) per bulannya.

    Jadi, jika konsumen A ingin membeli sebuah kamera senilai Rp3.000.000 dengan opsi cicilan 3 bulan dan bunga 3,58% per bulannya. Itu artinya cicilan per bulan yang harus ia tanggung adalah Rp1.107.400, melewati batas maksimal alokasi pendapatan untuk utang.

    Jika dipaksakan hal ini akan memengaruhi kondisi finansial Konsumen A, lantaran ia harus mengambil uang yang dialokasikan untuk kebutuhan lain. Jika barang tersebut sangat urgent dan dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan, ada solusi alternatif yang konsumen A bisa pertimbangkan.

    Caranya adalah memilih tenor cicilan yang lebih panjang. Konsumen A bisa memilih opsi cicilan 6, 9, hingga 12 bulan sesuai dengan kemampuan finansialnya.

  4. Promo

    Pertimbangan lainnya yang perlu diperhatikan ketika ingin belanja barang elektronik dengan PayLater adalah penawaran promo yang bisa digunakan. Promo-promo ini tentunya bisa membantu untuk lebih hemat.

    Promo yang ditawarkan biasanya cukup beragam, mulai dari cicilan 0%, cashback, hingga beragam reward lainnya. Biasanya, promo ini punya masa berlaku yang terbatas. Jadi, mumpung ada, yuk gunakan dan manfaatkan promo ini sebaik mungkin.

  5. Total Limit atau Sisa Limit

    Ketika hendak membeli barang elektronik, limit tentu saja jadi pertimbangan dasar yang harus diperhatikan apalagi umumnya harga barang elektronik tidaklah murah. Bisa jadi harga barang elektronik yang diincar lebih dari jumlah limit yang bisa digunakan.

    Kalau hal ini terjadi, kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan kombinasi metode pembayaran lainnya. Misalnya, harga barang yang hendak dibeli adalah Rp2.000.000, sementara limit PayLater tinggal Rp1.500.000. Kekurangan Rp500.000 bisa ditutup dengan metode pembayaran lain, misal dengan transfer bank. Hal ini juga akan mengurangi beban cicilan di kemudian hari.

  6. Dimensi Barang dan Berat

    Beberapa barang elektronik seperti kulkas dan TV memang memiliki dimensi dan bobot yang besar. Hal ini harus jadi perhatian khusus mengingat total tagihan PayLatermu mencakup harga barang + ongkos kirim + biaya lain-lain. Biaya lain-lain adalah gabungan dari biaya jasa aplikasi, bunga, asuransi, dan sebagainya.

    Makin besar dimensi dan beratnya, maka ongkos kirimnya juga semakin mahal, alhasil tagihan PayLatermu juga semakin besar.

  7. Bunga dan Periode Cicilan

    Hal terakhir yang harus kamu perhatikan adalah besaran bunga dan tenor atau lamanya waktu cicilan. Umumnya tenor PayLater tersedia mulai dari 1, 3, 6, dan 12 bulan.

    Kamu bisa memilihnya sesuai dengan kemampuan pembayaran, makin lama jangkanya maka makin besar juga bunga yang harus ditanggung.

Baca Juga: 4 Kesalahan yang Wajib Dihindari Saat Menggunakan PayLater

Pertimbangkan Baik-baik sebelum Memutuskan Belanja Produk Elektronik dengan PayLater 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kamu memutuskan untuk membeli barang menggunakan opsi pembayaran PayLater. Mulai dari kualitas dan masa pakai, produktivitas, kondisi finansial, promo, limit, dimensi dan bobot, hingga bunga dan tenornya. Dengan memerhatikan hal-hal di atas, pembelian barang elektronik dengan PayLater akan jadi lebih hemat dan bermanfaat.

Baca Juga: Beda Bunga PayLater, Pinjol, dan KTA