Inspiring! Dulu Sering Dirisak, Kini Tara Basro Sukses Jadi Aktris Berprestasi

Bagi para penikmat film horor Tanah Air, tentu sudah familiar dengan nama Tara Basro. Aktris cantik ini tengah naik daun karena aktingnya yang memukau dalam Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam. 

Andi Mutiara Pertiwi Basro, demikian nama lengkapnya, terjun ke industri hiburan sejak tahun 2005. Berprofesi sebagai aktris dan model, ia telah berhasil meraih penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik dari Festival Film Indonesia di tahun 2015 untuk perannya dalam film A Copy of My Mind.

Tara Basro juga ikut membintangi film laga yang tengah menjadi sorotan yaitu Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot dari Jagad Sinema Bumilangit (Bumilangit Cinematic Universe/ BCU). Dalam film superhero tersebut, Tara berperan sebagai Wulan (Merpati).

Di tengah puncak karirnya yang kini sedang meroket, tak banyak yang tahu perjuangan panjang seorang Tara dalam meniti karirnya.

Berangkat dari GADIS Sampul

View this post on Instagram

A post shared by Tara Basro (@tarabasro) on

Tara memulai karirnya sebagai model ketika masih berusia remaja. Saat itu, ia masih menetap di Makassar yang menjadi salah satu tempat asal orang tuanya. Kiprah perdana Tara di dunia hiburan diawali saat ia mengikuti ajang GADIS Sampul di tahun 2005.

Belakangan, Tara yang hobinya menari dan menyanyi itu juga pernah membintangi video musik salah satu band kawakan Tanah Air, Letto. Ketika itu, ia menjadi model dari lagu Sebenarnya Cinta.

Ikut Audisi Film dan Gagal

View this post on Instagram

A post shared by Tara Basro (@tarabasro) on

Kecintaan Tara pada dunia seni tak hanya membuatnya berhasil memulai karir sebagai model. Ia juga menemukan dirinya mempunyai minat besar pada dunia akting. Namun di waktu yang bersamaan, Tara merasa dirinya tak berbakat dalam hal seni peran.

Karya film selalu memicu rasa penasarannya. Sejak remaja, ia sudah jatuh hati pada karya film musikal garapan Joko Anwar. Hingga kemudian ketika usianya menginjak 19 tahun, Tara nekat mengikuti audisi untuk sebuah film. 

Sayangnya, casting tersebut berujung gagal. Pantang menyerah, Tara terus belajar dan mulai mengikuti sejumlah pelatihan akting. Seluruh proses pembelajaran tersebut terus ia jalani dengan sepenuh hati.

Baca Juga: Aurel Hermansyah Buktikan Diri Sukses Berkarir Meskipun Sempat Tuai Kontroversi dan Dibully Haters

Debut Perdana dan Dedikasi Berakting

View this post on Instagram

A post shared by Tara Basro (@tarabasro) on

Kesempatan yang dinantikan muncul sewaktu Tara berperan menjadi tokoh bernama Putri dalam Catatan (Harian) Si Boy di tahun 2011. Sejak saat itu, Tara semakin sering bermain di sejumlah film seperti Hi5teria serta Rumah dan Musim Hujan (Hoax) di tahun 2012. Dengan kemampuan akting yang kian terasah, Tara lantas kembali melakoni Make Money di tahun 2013.

Memasuki 2014, ia membintangi beberapa film seperti Pendekar Tongkat Emas, Killers, The Right One serta Princess, Bajak Laut, dan Alien. Perjalanan karirnya terus berlanjut seiring jam terbangnya yang bertambah banyak.

Di tahun berikutnya, ia kembali terlibat dalam film Another Trip to the Moon dan Flutter Echoes and Notes Concerning Nature. Barulah di tahun 2016, ia membintangi film A Copy of My Mind, 3 Srikandi, dan tak ketinggalan Ini Kisah Tiga Dara.

Raih Prestasi Lewat Seni Peran

View this post on Instagram

A post shared by Tara Basro (@tarabasro) on

Film A Copy of My Mind yang ia lakoni bersama Chicco Jerikho diketahui mengikuti sejumlah ajang film bergengsi seperti Venice Film Festival 2015 serta Toronto International Film Festival 2015. 

Dalam film garapan Joko Anwar tersebut, Tara berani berakting penuh dedikasi dan totalitas. Pasalnya, berakting sebagai tokoh bernama Sari dalam film A Copy of My Mind membuat Tara harus beradegan ranjang secara profesional dengan lawan mainnya.

Berkat totalitasnya memerankan Sari, Tara pun dianugerahi penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik dari Festival Film Indonesia. Selain menyabet Piala Citra tersebut, Tara juga menyabet trofi dari Usmar Ismail Awards tahun 2016 untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terfavorit.

Nama Tara Basro pun semakin diperhitungkan sebagai aktris bertalenta. Ia tak hanya menjadi nominasi Aktris Pendatang Baru Terbaik dan Aktris Pendatang Baru Terfavorit. Namanya juga ikut masuk dalam berbagai nominasi sejumlah penghargaan bergengsi.

Kesuksesan Pengabdi Setan

View this post on Instagram

A post shared by Tara Basro (@tarabasro) on

Tara memang sudah sejak lama jatuh hati pada dunia akting. Setelah A Copy of Mind, cita-cita Tara semakin terealisasikan. Ia kembali mendapat lebih banyak kesempatan untuk bekerja sama lagi dengan sutradara dan produser andal tersebut.

Di tahun 2017, Tara kembali bermain dalam Pengabdi Setan (Satan’s Slave), yang disusul dengan Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot dan Perempuan Tanah Jahanam di tahun 2019. Seperti diketahui, film remake Pengabdi Setan menuai sukses akbar. 

Selain bersaing dengan film horror dari negara-negara lain, film ini juga diputar di Taiwan, Amerika Serikat, dan Jerman. Mencetak prestasi membanggakan, film yang dibintangi Tara ini telah menjadi nominasi dalam sejumlah ajang festival film skala internasional. 

Film ini juga meraih predikat Film Terbaik dari Overlook Film Festival tahun 2018. Selain itu, Pengabdi Setan ini juga berhasil menjuarai kategori Most Scary Film dan Best Horror Film dari Toronto After Dark Film Festival 2018, dalam Specialty Category Winners.

Baca Juga: Berkenalan dengan Istri Chef Arnold, Tiffany Soetanto Si Cantik Pemilik Bebini Gelati di Surabaya

Impian Jadi Nyata Berkat Gundala

View this post on Instagram

A post shared by Tara Basro (@tarabasro) on

Pencapaian film Gundala yang Tara lakoni juga tak kalah menarik untuk disimak. Selain ditayangkan di Amerika Utara, pembuatan kostum para superhero di film ini juga dibuat di Daredevil. Perusahaan yang memproduksi kostum superhero Marvel.

Menariknya lagi, film yang melibatkan hampir orang selama syutingnya ini juga ikut menampilkan aktor beladiri Cecep Arif Rahman. Tak tanggung-tanggung, Cecep Arif Rahman yang juga merangkap sebagai koreografer bela diri film Gundala ini diketahui pernah membintangi John Wick 3: Parabellum

Alhasil, Tara pun harus berlatih fisik dan mempelajari koreografi pertarungan bersama Cecep selama beberapa bulan sebelum shootingnya dilaksanakan. Tara pun merasa sangat bersyukur berhasil lulus casting lantaran ini merupakan impiannya sedari dulu.

Perempuan Tanah Jahanam Tembus Box Office

View this post on Instagram

A post shared by Tara Basro (@tarabasro) on

Film yang dibintangi Tara selanjutnya kembali meramaikan kancah perfilman internasional. Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) yang menampilkan Tara sebagai pemeran utamanya ini juga tayang dalam Sundance Film Festival 2020, sebuah festival film independent Amerika.

Di Tanah Air sendiri, film yang bergenre Horror/ Gore/ Psychology ini mendapat antusias tinggi dari para sineas. Terbukti, jumlah penonton yang menjajal hari pertama pemutaran film ini telah mengalahkan Pengabdi Setan.

Tembus sejuta penonton dalam jangka waktu sembilan hari menjadikan Perempuan Tanah Jahanam sebagai film box office. Bandingkan dengan Gundala yang berhasil meraih 1,69 juta penonton.

Kini Tara baru saja diperistri aktor tampan blasteran Jawa-Ceko, Daniel Adnan. Kehidupan personal dan profesionalnya sudah sukses dan bahagia. 

Pernah Dibully

View this post on Instagram

A post shared by Tara Basro (@tarabasro) on

Namun siapa sangka jika semasa SD, Tara pernah mengalami kejadian tak nyaman saat sekolah. Seringkali Tara pulang ke rumah dengan menangis akibat perisakan (bullying) yang dialaminya. Bahkan, perundungan tersebut menyebabkan Tara tak punya teman.

Hal serupa juga terjadi semasa sekolah menengah. Ia pernah dimusuhi oleh teman-teman di sekolah. Alhasil, Tara remaja pun sempat enggan masuk sekolah. 

Itulah sebabnya belakangan ini Tara menjadi semakin lantang dalam menyuarakan mengasihi diri sendiri (self-love) dan memandang diri secara positif (body positivity). Meski memicu sejumlah kontroversi, namun ia hanya ingin menyampaikan kampanye positif mengenai perempuan dan standar kecantikan masyarakat. 

Bersyukur dan Berpikir Positif

Dari pada merasa malu dan jelek menyikapi ketidaksempurnaan tubuh, alangkah baiknya jika perempuan lebih mampu menerima, merangkul, dan mengasihi kekurangannya. Tara dengan kulit sawo matangnya yang cantik itu tetap tampil cantik khas wanita Indonesia. 

Jika dulunya Tara kerap menjadi korban perundungan karena ‘ketidaksempurnaannya’, kini justru kekhasan itulah yang menjadikan sosoknya unik dengan daya pikat tersendiri. Seperti Tara, Anda juga bisa terus membiasakan diri untuk berpikir positif dan mensyukuri semua hal yang sudah dimiliki. 

When life gives you lemons, make lemonade. Dengan memanfaatkan keunikan diri secara maksimal, niscaya Anda pun pasti akan mendapatkan hasil yang optimal.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Aktor Sonny Septian, Berubah Total Setelah Alami Masa Sulit