Investasi Reksa Dana di Tengah Pandemi, Siapa Takut! Ikuti 5 Tips Sederhana Ini

Sekarang ini sudah banyak orang yang sudah melek investasi. Dengan investasi, masyarakat bisa menyiapkan dan memenuhi
berbagai kebutuhan dana di masa mendatang. Mulai dari dana pendidikan diri sendiri atau anak, dana pensiun, bahkan dana pesta pernikahan besar sekalipun.

Guna memenuhi hajat ini, investasi bisa menjadi solusi yang tepat. Investasi jangka menengah dan panjang yang diandalkan adalah reksa dana. Investasi reksa dana ini sangat mudah dilakukan, transparan, modal yang disetorkan mulai dari Rp10 ribu, dan tentunya memberikan return atau untung yang menarik.

Namun situasi ekonomi dengan wabah pandemi corona ini serba tak pasti. Hal ini jelas membuat masyarakat masih belum yakin untuk investasi reksa dana. Takut mengalami rugi padahal risiko kerugian reksa dana bisa diminimalisir.

Berikut ulasan tips memaksimalkan untung investasi reksa dana di tengah pandemi yang bisa Anda praktikkan.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Menetapkan Tujuan Investasi

tujuan
Menetapkan tujuan investasi

Sering kali investor hanya melakukan investasi saja tanpa mengetahui apa tujuan dari investasi yang dilakukan. Hal ini hanya akan membuat investor merugi karena tidak mengetahui strategi seperti apa yang akan diambil untuk mendapatkan keuntungan.

Untuk itu, bagi investor sangat penting untuk menentukan tujuan investasi reksa dana sejak awal. Apakah investasi reksa dana tersebut untuk dana pendidikan, pensiun dan lain sebagainya. Dengan begitu, investor bisa menentukan kiat-kiat untuk mendapatkan keuntungan lebih mudah.

Selain itu, jika investor reksa dana menemukan kendala di tengah jalan dalam investasi, maka investor akan lebih mudah menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan kendala tersebut sehingga terhindar dari kerugian.

Baca Juga: Punya Investasi Reksa Dana? Mainkan Strategi Ini Biar Raup Untung

2. Berusaha Tenang dan Pantau Perkembangan Investasi

perkembangan investasi
Berusaha tenang dan pantau perkembangan investasi

Meski semua sektor terkena dampak corona, jangan terburu-buru untuk memutuskan tidak melakukan investasi reksa dana. Sebaiknya tetaplah berusaha untuk tenang sambil memantau perkembangan sektor investasi di berbagai macam media terpercaya.

Cermati merangkum pendapat dari beberapa pengamat investasi di berbagai sumber, justru kondisi pandemi Covid-19 ini tak melulu soal kerugian. Jika dilihat, masa krisis ini justru menjadi waktu yang tepat bagi para investor untuk menyetorkan modal reksa dana. Hal ini dikarenakan, banyak unit investasi yang harga pembelian rata-ratanya menjadi turun alias para pengelola investasi melakukan diskon.

Dengan begitu, setelah pandemi corona mulai sirna dan kondisi pasar modal membaik, maka investor bisa mendapatkan keuntungan lebih besar sangat mudah dicapai.

3. Jangan Terburu-buru Mencairkan Dana

uang
Jangan terburu-buru mencairkan dana

Turunnya nilai di beberapa jenis investasi di tengah pandemi ini memang membuat investor panik, sehingga tak sedikit investor yang buru-buru mencairkan dana investasinya termasuk di produk reksa dana karena takut rugi besar.

Padahal selama investor tidak mencairkan atau melakukan redemption atas reksa dananya maka masih disebut sebatas sebagai potensi rugi. Justru kerugian terjadi ketika investor melakukan redemption atas reksa dana yang dimilikinya.

4. Pilih Produk Reksa dana yang Stabil

reksa dana
Pilih produk reksa dana yang stabil via finansial.bisnis.com

Reksa dana memiliki berbagai macam jenis produk, mulai dari konvensional, reksa dana saham, pendapatan tetap, campuran, pasar uang, syariah dan sebagainya. Mengingat nilai investasi reksa dana di tengah pandemi ini bisa naik turun, maka Anda jangan sampai salah memilih produk reksa dana yang bisa menyebabkan kerugian.

Pilihlah produk reksa dana yang benar-benar mampu bertahan atau perkembangannya relatif stabil. Intinya, meski tidak mendapatkan untung besar, setidaknya investasi yang Anda lakukan akan tetap aman.

Dari keseluruhan jenis reksa dana yang ada di Indonesia, reksa dana pasar uang menjadi pilihan yang tepat. Reksa dana pasar uang memiliki potensi risiko yang paling rendah bahkan saat IHSG terguncang karena dampak dari pandemi corona.

Baca Juga: Resiko yang Umum dalam Berinvestasi di Reksa Dana

5. Beli Reksa dana di Online

bareksa
Beli reksa dana online

Meski sudah memasuki new normal, tetap berada di rumah menjadi pilihan yang tepat guna mencegah penyebaran virus corona. Namun, dengan di rumah saja jangan jadikan halangan untuk menunda beli produk reksa dana.

Kini, banyak penyelenggara reksa dana yang bisa diakses investor secara online, baik melalui website bahkan aplikasi smartphone sekalipun. Investor hanya perlu melakukan registrasi akun, top up saldo, beli jenis reksa dana hingga memantau perkembangan reksa dana.

Jadi, tak perlu lagi datang ke lokasi atau kantor penyelenggara reksa dana untuk membeli produknya. Investor bisa top up investasi reksa dana dengan mudah, kapanpun dari rumah, Berikut beberapa penyelenggara reksa dana online terpercaya:

1. Bareksa (aplikasi dan website)

2. Aplikasi Xsaver dari PT Xdana Investa Indonesia

3. Bukareksa dari Bukalapak

4. IpotFund

5. Tokopedia Reksa dana

6. Bibit Reksa dana (aplikasi)

7. Berbagai bank di Indonesia

Waspada Investasi Reksa dana Abal

Di tengah pandemi ini, banyak orang atau oknum penipuan yang mengatasnamakan jasa investasi demi meraup keuntungan besar. Untuk itu, Anda jangan mudah percaya dan tergiur dengan tawaran yang menarik dari jasapenyelenggara investasi yang menawarkan produk reksa dana yang belum jelas identitasnya. Lebih amannya, lakukan investasi reksa dana di penyelenggara investasi terpercaya yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Baca Juga: Tips Pintar Belanja Reksa Dana Online