Kelebihan Kartu Kredit Syariah dan Perhitungan Tagihannya

Penggunaan kartu kredit terbilang sangat tinggi selama beberapa tahun belakangan ini. Hal inilah yang membuat produk perbankan yang satu ini menjadi begitu populer dan banyak diminati oleh kalangan masyarakat. Pihak perbankan juga tentu tidak mau kehilangan kesempatan baik dalam tingginya permintaan tersebut, dengan serta merta mereka menyediakan beragam jenis kartu kredit untuk memenuhi permintaan pasar.

Bukan rahasia lagi jika satu bank bisa menerbitkan beberapa atau bahkan belasan jenis kartu kredit di dalam layanan mereka, hal ini semata-mata dilakukan demi memenuhi beragam jenis kebutuhan nasabah dan juga calon nasabah yang masih akan berdatangan. Tingginya animo masyarakat akan kartu kredit membuat dunia perbankan juga memiliki potensi yang cukup luas dalam mengambil keuntungan. Pertimbangan seperti inilah yang membuat lahirnya berbagai jenis kartu kredit yang diharapkan bisa memenuhi permintaan tersebut.

Baca Juga: Asuransi Syariah: Jenis Produk dan Ketentuan Menggunakannya

Kartu Kredit Syariah

Bank Penyedia Kartu Kredit Syariah

Bank Penyedia Kartu Kredit Syariah via bsdm.co.id

 

Meski masih tergolong baru, namun kartu kredit syariah memiliki jumlah pengguna yang semakin bertambah setiap harinya. Keberadaan kartu kredit ini memberikan warna tersendiri di dalam perkembangan kartu kredit itu sendiri, di mana masyarakat dapat memilih dan menggunakan sebuah produk yang memiliki nilai lebih dan kebijakan istimewa di dalamnya.

Kartu kredit syariah dijalankan dengan menerapkan prinsip dan kebijakan syariah di dalamnya. Hal ini dilakukan sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional selaku pihak yang berwenang dalam hal tersebut. Dengan begitu, segala kebijakan dan juga aturan di dalam kartu kredit syariah telah memenuhi kriteria dan juga aturan yang semestinya. Ada banyak kelebihan yang bisa didapatkan dari kartu kredit syariah, beberapa di antaranya seperti di bawah ini:

1. Sesuai dengan Prinsip Islami
Sebagaimana kita ketahui bersama, kartu kredit syariah menerapkan sejumlah kebijakan dan aturan yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional. Yang artinya, kartu kredit ini telah disesuaikan dengan prinsip-prinsip yang berlaku di dalam Islam, sehingga tidak melanggar kaidah yang semestinya.

Kartu kredit syariah memiliki sejumlah aturan dalam berbagai transaksi yang dilakukan, di mana terdapat pembatasan untuk berbagai transaksi atas barang/jasa yang dilarang di dalam Islam. Hal ini dijalankan oleh pihak bank dengan cara melakukan pembatasan terhadap berbagai transaksi yang dilarang tersebut, misalnya: menutup akses transaksi di diskotik/bar, menolak transaksi yang dilakukan dengan tujuan pembelian minuman keras.

Tindakan pembatasan tersebut dianggap perlu dan telah sesuai dengan prinsip syariah yang berlaku, di mana prinsip ini melarang berbagai macam tindakan seperti di bawah ini:

    • Adanya riba atau penambahan pendapatan secara tidak sah
    • Terjadinya transaksi yang tidak pasti dan bersifat untung-untungan
    • Adanya transaksi yang objeknya tidak jelas
    • Terjadinya transaksi yang objeknya dilarang dalam hukum Islam
    • Terjadinya transaksi yang menimbulkan ketidakadilan bagi pihak lain
    • Adanya praktik penimbunan terhadap barang-barang yang dibeli

Adanya pembatasan pada poin-poin tersebut di atas, tentu saja membuat nasabah menjadi lebih nyaman dan merasa tenang saat akan melakukan transaksi dengan kartu kredit syariah. Dengan begitu, beragam transaksi bisa dilakukan dengan lebih menyenangkan.

2. Tidak Ada Bunga
Jika biasanya bank penerbit kartu kredit konvensional akan menerapkan sejumlah bunga di dalam layanan mereka, maka hal tersebut tidak akan ditemui dalam kartu kredit syariah. Kartu kredit syariah tidak mengenakan sejumlah bunga atas berbagai macam transaksi yang dilakukan nasabahnya.

Di dalam prakteknya, kartu kredit syariah menerapkan beberapa akad untuk menjalankan sistemnya. Sehingga pendapatan bank penerbit hanya berdasarkan pada akad berikut ini:

    • Menerimaan sejumlah fee (ujrah kafalah) yang disesuaikan dengan perjanjian bersama nasabah pemegang kartu kredit dan dilakukan dengan menggunakan akad kafalah dan akad qardh.
    • Menerima iuran tahunan yang dilakukan dengan menggunakan akad ijarah.

3. Beramal Melalui Denda
Di dalam kartu kredit syariah, biaya keterlambatan tidak dikenakan dalam bentuk bunga, namun hanya berupa denda yang lazim disebut dengan tawidh. Denda tersebut akan dihitung berdasarkan jumlah persentase tertentu dari tagihan dan juga jumlah biaya yang dikeluarkan oleh pihak bank selama proses penagihan tersebut.

Namun di dalam kartu kredit syariah, sejumlah denda yang ditarik oleh bank penerbit kartu kredit tersebut bukanlah bentuk penghasilan bagi mereka. Denda tersebut akan disumbangkan sebagai dana sosial pada lembaga sosial yang telah ditunjuk oleh pihak bank. Dengan begitu, nasabah tetap bisa beramal pada saat menggunakan kartu kredit mereka.

Baca Juga: Mengenal Deposito Syariah Dan Manfaatnya

Perhitungan Tagihan Kartu Kredit Syariah

Simulasi Hitungan Tagihan

Simulasi Hitungan Tagihan via businessinsider.com

 

Kartu kredit syariah menggunakan sistem yang berbeda dengan kartu kredit konvensional, hal ini juga tentu berlaku di dalam perhitungan berbagai komponen biaya yang terdapat di dalamnya. Seperti penerapan biaya tagihan yang diterapkan di dalam kartu Hasanah yang dikeluarkan oleh bank BNI Syariah.

Penerapan biaya yang dilakukan di dalam kartu Hasanah didasarkan pada limit kartu kredit yang disetujui oleh pihak bank penerbit, biaya ini biasa disebut dengan monthly fee. Biaya ini dibebankan dalam jumlah yang sama besar terhadap semua jenis kartu kredit yang dikeluarkan oleh pihak bank penerbit, yang biasanya ditetapkan berdasarkan limit kredit, yakni antara Rp4 juta sampai dengan Rp900 juta. Besaran monthly fee yang ditetapkan tersebut adalah sebesar 2,95% dari jumlah limit yang diberikan oleh pihak bank kepada pemegang kartu kredit.

Biaya yang dihitung dan dikenakan kepada pemegang kartu tersebut biasanya dinamakan net monthly fee, yang didasarkan pada perhitungan berikut ini:

Net monthly fee = Outstanding (sisa hutang) x (monthly fee : limit kartu)

Contoh : Seorang nasabah memiliki sebuah kartu Hasanah dengan limit sebesar Rp12 juta, maka monthly fee nya adalah sebesar Rp354.000,- (Rp12 juta x 2,95%).

Nasabah tersebut melakukan transaksi belanja pada tanggal 3 Maret 2016 sebesar Rp1.000.000,-. Tagihan tersebut akan dicetak pada tanggal 15 Maret 2016 dan jatuh tempo pada tanggal 5 April 2016. Namun nasabah yang bersangkutan melakukan pelunasan tagihan sebesar Rp600.000,- pada tanggal 2 April 2016, sehingga utang yang tersisa dan belum terbayarkan adalah sebesar Rp400.000,-

Net monthly fee : Rp400.000,- x (Rp354.000,- : Rp12.000.000,-) = Rp11.800,-    

Besaran biaya yang diterapkan oleh bank syariah di dalam layanan kartu kredit mereka tentu akan sangat jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan besaran bunga yang diterapkan oleh kartu kredit konvensional. Hal ini terjadi karena pola perhitungan di dalam kartu kredit syariah hanya mengenakan sejumlah fee terhadap sisa utang saja. Sedangkan di dalam kartu kredit konvensional besaran biaya bunga akan dihitung berdasarkan jumlah keseluruhan pemakaian/tagihan yang terjadi pada bulan sebelumnya. Dengan begitu, maka pembayaran sebagian tagihan atau pembayaran tagihan minimum (10% dari total tagihan) yang biasanya dilakukan nasabah dalam kartu kredit konvensional tidak efektif sama sekali dalam mengurangi besaran biaya yang dikenakan oleh pihak bank penerbit. Hal ini tentu sangat berbeda dengan kartu kredit syariah yang menghitung besaran fee berdasarkan sisa utang saja. Kartu kredit syariah memungkinkan nasabah untuk membayar sejumlah biaya yang muncul dari hutang yang tersisa saja, hal inilah yang membuat biaya tersebut jauh lebih kecil dari sejumlah bunga yang biasa ditagihkan oleh kartu kredit konvensional.

Manfaat Besar dengan Biaya Kecil

Saat akan menggunakan sebuah fasilitas, maka sudah sewajarnya semua manfaat dan juga keuntungan yang akan didapatkan dari hal tersebut diperhitungkan sejak awal. Kenyamanan menjadi poin penting dalam menggunakan sebuah layanan. Kartu kredit syariah dapat memberikan hal tersebut, di mana nasabah tidak perlu khawatir dengan kelayakan berbagai transaksi yang akan dilakukannya.

Meski masih tergolong sebagai produk yang sangat baru, namun kartu kredit syariah terbilang sangat pantas untuk diperhitungkan. Selain penerapan sejumlah akad syariah di dalamnya, kartu kredit ini juga menerapkan sejumlah biaya yang jauh lebih ringan bila dibandingkan dengan kartu kredit konvensional lainnya. Selalu gunakan kartu kredit dengan bijak, sebab semua transaksi yang timbul di dalamnya adalah bentuk utang yang akan membutuhkan pelunasan.

Baca Juga: Investasi Saham Syariah: Pengetahuan Umum dan Cara Investasinya