Kunci Sukses Menjalani Usaha Konveksi agar Berhasil Meraih Keuntungan Optimal

Tak sedikit orang yang menyamakan usaha konveksi dengan bisnis garmen. Padahal, konveksi dan garmen merupakan dua jenis usaha yang berbeda. Hal ini dapat terlihat dari pengertian usaha konveksi dan usaha garmen itu sendiri. 

Usaha konveksi adalah jenis usaha yang tergolong sebagai kelompok kecil atau menengah dengan target produksi terbilang fleksibel, tergantung dari permintaan pelanggan. Biasanya, produksi dari usaha konveksi ini hanya berada di kisaran kurang dari 500 potong dalam satu bulan, serta hanya didukung oleh belasan, sampai puluhan karyawan saja. 

Di sisi lain, usaha garmen biasanya berada di pabrik serta menggunakan berton-ton kain. Jumlah karyawan pada usaha garmen ini juga mencapai ratusan orang dan masing-masing memiliki mesin jahitnya sendiri. Dibanding konveksi, usaha garmen termasuk sebagai bisnis skala besar karena bisa memproduksi pakaian mencapai ribuan unit setiap bulannya. 

Sebagai jenis bisnis skala kecil dan menengah, tentu banyak orang yang lebih mungkin dan tertarik untuk mencoba menekuni usaha konveksi. Nah, jika kamu adalah salah satunya, jangan asal terjun dan menyelami bisnis tersebut tanpa memahami berbagai informasi penting terkait peluang usaha konveksi berikut ini.

Baca Juga: Ingin Belanja Baju Online, ini 15 Jenis Bahan yang Perlu Diketahui

Tips Cerdas Memulai Usaha Konveksi

loader

Tips Cerdas Memulai Usaha Konveksi

Setiap orang yang menekuni suatu bisnis tertentu pasti berharap meraih keuntungan melimpah dan kesuksesan, tak terkecuali pada usaha konveksi ini. Akan tetapi, namanya berbisnis, pasti ada saja kendala yang mungkin muncul tanpa sepengetahuan pebisnis atau terjadi secara tiba-tiba. Nah, agar lebih andal untuk menyiasati potensi terjadinya hal tersebut, ada beberapa tips yang sebaiknya kamu ketahui, antara lain:

  • Tentukan Jenis Produk yang Ingin Diproduksi

    Hal pertama yang perlu dilakukan dalam menjalani bisnis jenis apapun, termasuk usaha konveksi, adalah menentukan produk yang bakal menjadi spesialisasi usaha. Sebagai contoh, kamu bisa membuka jasa pembuatan jaket, kaos, polo shirt, seragam, dan sebagainya. Namun, agar konsumen lebih mengenal bisnis tersebut, kamu perlu menentukan salah satu jenis produk yang bakal menjadi spesialisasi dan unggulan usaha, sebagai contoh, jaket atau kaos saja. 

  • Persiapkan Modal Usaha

    Setelah menentukan jenis produk yang bakal difokuskan, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menyiapkan modal usahanya. Tak selalu dengan budget selangit, usaha konveksi dapat didirikan dengan modal yang tak terlalu besar dan kebutuhan sumber daya manusia yang sedikit. Berbeda dengan usaha garmen yang memerlukan banyak pegawai agar bisa beroperasi dengan optimal. 

  • Cari Lokasi Usaha yang Sesuai

    Menjadi faktor yang tak kalah pentingnya, kamu juga perlu menentukan lokasi yang tepat. Jika memang belum memiliki modal yang cukup besar, bisnis konveksi dapat dijalankan di rumah terlebih dahulu. Meski begitu, tetap kumpulkan modal agar bisa menyewa tempat yang lebih optimal dan strategis dijadikan sebagai tempat usaha. 

  • Rutin Jalani Promosi

    Guna menggaet pelanggan baru, usahakan untuk rutin melakukan promosi pada bisnis konveksi dengan strategi penjualan yang menarik. Misalnya, kamu bisa memasang brosur, pamflet, banner, dan juga media sosial. 

    Tak perlu ribet, promosi bisnis konveksi bisa berupa potongan harga pada pelanggan yang baru pertama kali melakukan pembelian. Dengan begitu, bisnis akan lebih mudah menarik minat beli konsumen dan berpotensi mendapatkan pelanggan setia. 

  • Persiapkan Sarana yang Diperlukan

    Nah, hal terakhir yang perlu diperhatikan saat memulai usaha konveksi adalah menyiapkan segala sarana yang diperlukan. Beberapa sarana yang wajib dimiliki pada bisnis konveksi, meliputi, mesin obras, mesin overdeck, mesin potong, mesin steam, mesin rantai, mesin jahit, dan juga peralatan untuk menjahit lainnya. 

Baca Juga: 7 Alasan Kenapa Usaha Menjahit Baju Menguntungkan

Perkiraan Modal serta Keuntungan Usaha Konveksi

Banyak orang pasti memahami bahwa memulai sebuah usaha pasti membutuhkan modal yang tidak sedikit. Hal tersebut mungkin juga terlintas di benakmu saat berencana untuk memulai usaha konveksi ini. Tak perlu repot menghitung lagi, berikut sudah ada perkiraan kebutuhan modal serta biaya bulanan saat menjalani bisnis konveksi.

  1. Perkiraan Modal Awal Usaha Konveksi

    Modal awal pada usaha konveksi mayoritas ditujukan untuk membeli peralatan dan mesinnya. Rincian kebutuhan modal awal untuk bisnis konveksi adalah:

    PeralatanEstimasi Harga (dalam Rupiah)
    Mesin Jahit 3 juta
    Mesin Obras 7 juta
    Mesin Overdeck 15 juta
    Mesin Rantai 6 juta
    Mesin Potong 2 juta
    Setrika Uap 1,5 juta
    Meja Potong 2 juta
    Perlengkapan Jahit 1 juta
    Total 37.5 juta

    Jika melihat perhitungan tersebut, modal untuk mendirikan bisnis konveksi memang relatif besar. Nominal tersebut tentu saja bisa bertambah atau berkurang tergantung dari selisih harga yang ada di pasaran dan seberapa lengkap peralatan yang disiapkan. 

  2. Perkiraan Biaya Operasional Setiap Bulan

    Selain modal awal tersebut, kamu juga perlu menyiapkan anggaran bulanan untuk kebutuhan operasional. Rincian dari estimasi pengeluaran usaha konveksi untuk kebutuhan operasional adalah:

      Estimasi Harga (dalam Rupiah)
    Listrik 500 ribu
    Transportasi 250 ribu
    Bahan Baku 3 juta
    Gaji Karyawan 4 juta
    Biaya Lain-Lain 600 ribu
    Total 8,35 juta

    Jadi, berdasarkan perhitungan tersebut, perkiraan pengeluaran bulanan untuk bisnis konveksi adalah sebesar 8,35 juta.

  3. Perkiraan Keuntungan Setiap Bulan 

    Keuntungan bisnis konveksi tergantung dari penjualan yang mampu dihasilkan setiap bulan. Namun, jika mengambil contoh omzet bulanan sebesar 1 juta setiap harinya, maka berdasarkan data pengeluaran sebelumnya, penghitungan keuntungan yang mampu diperoleh setiap bulannya menjadi:

    Keuntungan per bulan – pengeluaran per bulan = (30 hari x 1 juta) – 8,350 juta = 30 juta – 8,350 = 21, 650 juta

    Dengan keuntungan bersih 21,650 juta, modal awal usaha konveksi tentu bisa kembali dalam kurun waktu 2 bulan saja. Namun, tetap pahami bahwa setiap jenis usaha pasti mengalami pasang surut penjualan. Dalam kata lain, keuntungan usaha konveksi pasti akan mengalami fluktuasi setiap bulannya tergantung dari banyaknya permintaan konsumen. 

Sejumlah Kendala / Masalah yang Mungkin Terjadi pada Pengusaha Konveksi

  • Modal Terbatas

    Usaha konveksi memang tergolong sebagai bisnis yang membutuhkan modal cukup besar. Maka dari itu, diperlukan perhitungan matang saat akan mendirikan bisnis tersebut. Ada dua cara agar modal usaha konveksi ini bisa didapatkan, yakni dengan menabung, atau mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan. 

    Untuk cara yang pertama memang membutuhkan waktu yang cenderung lebih lama dan membutuhkan kesabaran. Namun, jika modal usaha didapatkan dengan cara menabung, risiko memulai bisnis konveksi juga akan menjadi lebih kecil. 

    Di sisi lain, mengajukan pinjaman bisa mempercepat proses memulai usaha konveksi. Akan tetapi, hal ini membuat kamu merasa terbebani dengan beban angsuran yang harus dibayarkan setiap bulannya. 

  • Barang Return atau Reject

    Walaupun diupayakan bagaimanapun juga, risiko produk yang tak lolos proses quality control dan menyebabkan barang return atau barang reject akan selalu ada. Kalau hal ini terjadi, tentu saja keuntungan usaha menjadi terpangkas karena modal pembuatan produk tersebut tidak bisa kembali. Untuk itu, cari cara paling optimal guna meminimalisir potensi munculnya barang return atau reject ini.

  • Terjadi Inflasi

    Ketika terjadi inflasi, daya beli konsumen akan menurun dan akan memberi pengaruh krusial terhadap segala jenis bisnis, tak terkecuali usaha konveksi. Selain itu, harga baku juga biasanya akan ikut melonjak. Keuntungan yang bisa didapatkan oleh pemilik bisnis konveksi saat terjadi inflasi pun akan menjadi lebih tipis sehingga perlu memutar otak untuk bisa mengoptimalkannya kembali. 

  • Perubahan Industri Mode Begitu Cepat

    Peralihan tren mode dan fashion di masyarakat berjalan dengan amat cepat. Hal ini tentu saja membuat pebisnis konveksi berisiko mengalami kerugian akibat terlambat membaca tren di pasaran dan popularitas produk yang telah diproduksi dalam jumlah besar ternyata sudah menurun. Karena itu, usaha konveksi memerlukan riset yang dilakukan secara cepat dan kontinyu agar bisa memproduksi barang yang sesuai dengan tren serta kebutuhan pasar.

Tumbuhkan Sikap Ulet dan Pantang Menyerah saat Menjalankan Usaha Konveksi

Menjalankan usaha konveksi memerlukan sikap ulet dan pantang menyerah karena bisnis tersebut tak bisa selalu menjanjikan keuntungan yang besar. Selain itu, agar bisnis dapat berkembang dengan lebih pesat, jangan lupa pula untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital, terutama internet. Dengan begitu, kamu akan menjadi lebih mudah dalam mempromosikan usaha tersebut dan membaca tren fashion yang tengah digandrungi oleh masyarakat. 

Baca Juga: Tips Bisnis Jualan Baju agar Laris Manis