Penyakit dengan Biaya Pengobatan Termahal yang Wajib Terlindungi Asuransi Kesehatan

Kerap tak disadari, kebanyakan orang terlupa jika memiliki tubuh yang sehat dan jauh dari penyakit merupakan anugerah paling indah yang diberikan oleh Sang Pencipta. Pasalnya, jika sampai tubuh terserang penyakit, biaya pengobatan yang harus ditanggung bisa sekejap mengacaukan kondisi keuangan.

Bahkan, untuk jenis penyakit dan masalah kesehatan tertentu, biaya pengobatannya bisa sangat besar dan mampu menguras habis isi tabungan. Karenanya, diperlukan siasat untuk mengantisipasi besarnya biaya rumah sakit yang setiap tahun mengalami kenaikan cukup signifikan. 

Di samping itu, tidak sedikit penyakit dengan biaya yang mahal ditengarai oleh proses pengobatan yang rumit dan memiliki tingkat risiko kematian begitu tinggi. Lantas, apa saja jenis penyakit dengan biaya pengobatan termahal yang wajib dilindungi oleh proteksi asuransi kesehatan? Untuk lebih jelasnya, simak 6 jenis penyakit dengan biaya pengobatan termahal berikut ini dan tips menyiapkan perlindungan dari asuransi kesehatan.

Baca Juga: Kenali 5 Perspektif yang Kurang Tepat terhadap Asuransi Kesehatan

6 Jenis Penyakit dengan Biaya Termahal

loader

Penyakit dengan Biaya Termahal

  1. Penyakit Jantung

    Penyakit pertama yang memiliki biaya pengobatan begitu mahal adalah penyakit jantung. Jenis penyakit kardiovaskular ini memang termasuk sebagai salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Bahkan, di Indonesia sendiri, tingkat kematian akibat penyakit ini mencapai 35 persen. 

    Sebenarnya, biaya pengobatan untuk penyakit kardiovaskular ini cukup beragam, tergantung dari jenis gejala yang dirasakan oleh pasien. Meski begitu, jika sudah sampai pada tahap penyakit yang lebih serius, sebagai contoh, penyumbatan arteri, biaya pengobatan yang dikeluarkan oleh pasien bisa mencapai nominal ratusan juta Rupiah. 

    Sementara untuk kasus yang lebih ringan, misalnya, pengobatan aritmia atau penanganan pasien dengan detak jantung yang terlalu cepat, beban biaya pengobatan yang harus ditanggung ialah 150 ribu sampai 350 ribuan saja. Lain halnya dengan tindakan medis operasi besar yang biayanya mencapai angka 20 juta Rupiah, bahkan di atasnya.

    Selain itu, ada beberapa rincian biaya pengobatan penyakit jantung lain yang perlu dipahami. Yang pertama adalah biaya pengecekan jantung yang berada di kisaran harga 3 sampai 4 juta Rupiah, dan operasi bypass jantung sebesar 150 juta sampai 300 juta Rupiah. Selain itu, ada pula biaya ring jantung sekitar 50 juta sampai 100 juta Rupiah.

  2. Penyakit Kanker

    Semua orang pasti tahu jika kanker merupakan jenis penyakit dengan tingkat kematian yang sangat tinggi. Penyakit tersebut juga dianggap sebagai penyakit yang begitu kompleks dan membutuhkan proses perawatan serta pengobatan yang rumit dan memakan biaya tergantung dari jenis penyakit kanker yang diderita oleh pasien.

    Misalnya, untuk kanker usus, biaya pengobatannya bisa mencapai angka yang fantastis, meski tidak bisa dipatok secara merata. Biaya serupa juga berlaku pada jenis penyakit kanker lainnya, misalnya kanker otak

    Untuk mengatasi jenis penyakit ini, biaya operasi yang diperlukan paling mahal mencapai nominal 102 juta hingga 106 juta Rupiah. Nominal tersebut tentu bisa jauh lebih besar tergantung dari jenis perawatan apa yang harus dilakukan oleh pasien agar menekan risiko penyakit bertambah parah.

  3. Penyakit Paru-Paru

    Penyakit paru-paru juga termasuk sebagai masalah kesehatan kritis yang memiliki tingkat kematian begitu tinggi. Hal ini membuat biaya pengobatan untuk jenis penyakit ini termasuk mahal dan bisa seketika mengganggu kondisi keuangan. 

    Untuk tindakan terapi dan juga rawat inap penderita penyakit paru ini, pasien harus siap merogoh kocek hingga 3,5 juta Rupiah per bulannya. Selain itu, ada beragam biaya pengobatan lain yang juga harus siap ditanggung oleh penderita penyakit ini. Beberapa di antaranya adalah biaya konsultasi dokter sebesar 1 sampai 2 juta Rupiah tiap bulan, obat-obatan sebesar 1 sampai 2 juta Rupiah tiap bulan, biaya operasi sebesar 15 juta sampai 20 juta Rupiah, dan lain sebagainya. 

  4. Diabetes

    Sama halnya dengan penyakit yang telah dijelaskan sebelumnya, diabetes juga menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia saat ini. Di samping itu, tingkat risiko seseorang mengidap penyakit ini juga terbilang sangat tinggi akibat gaya hidup yang kurang sehat dan sering tak menjaga kebiasaan makan. 

    Jika seseorang mengidap penyakit diabetes, ada banyak beban biaya pengobatan dan perawatan yang perlu ditanggung. Sebagai contoh, pasien diabetes harus rutin melakukan konsultasi dengan dokter yang bisa memakan biaya 1 sampai 2 juta Rupiah tiap bulan, biaya obat sebesar 1 sampai 2 juta Rupiah tiap bulan, biaya operasi yang mencapai angka 20 juta Rupiah, serta biaya cuci darah sebesar 50 juta sampai 100 juta Rupiah tiap tahunnya. 

  5. Transplantasi Sumsum Tulang

    Penyakit dengan biaya termahal lainnya adalah transplantasi sumsum tulang. Tindakan medis ini sebenarnya masih terbilang jarang dilakukan dan jumlah pasiennya tidak terlalu banyak. 

    Menjadi bagian tubuh yang amat penting dalam tubuh, sumsum tulang bertugas untuk memproduksi sel darah yang sehat. Karenanya, jika sampai sistem kerja dari bagian tubuh ini terganggu, penderitanya akan mengidap berbagai masalah kesehatan yang mampu mengancam nyawa. 

    Untuk biaya pengobatannya sendiri, biaya transplantasi sumsum tulang mencapai angka 300 ribu USD, atau sekitar 4,4 miliar Rupiah. Tidak hanya biayanya yang selangit, tindakan medis ini juga hanya bisa dilakukan di rumah sakit tertentu di beberapa negara saja. Alasannya karena transplantasi sumsum tulang memerlukan teknologi medis canggih dan hanya tersedia di beberapa rumah sakit saja. 

  6. Penyakit Hati

    Jenis penyakit terakhir yang memiliki biaya pengobatan sangat mahal adalah penyakit hati. Menjadi organ yang berperan untuk menghancurkan racun di dalam darah, membentuk protein, dan lain sebagainya, menjaga kesehatan organ hati amat penting untuk dilakukan. Pasalnya, jika sampai fungsi dari organ hati terganggu, akan ada banyak sekali zat beracun yang mengendap dan tak terbuang di dalam tubuh. 

    Di sisi lain, biaya pengobatan untuk penyakit ini juga sangat mahal karena memerlukan proses yang rumit dan kompleks. Untuk mengatasi penyakit tumor hati yang ganas, biaya yang dibutuhkan mencapai 88 juta Rupiah. Belum lagi jika sampai harus melakukan transplantasi hati yang biayanya bisa mencapai angka miliaran Rupiah.

Baca Juga: 10 Penyakit yang Tidak Ditanggung Asuransi Kesehatan

Manfaat Menyiapkan Perlindungan Asuransi Kesehatan

Dengan mahalnya biaya pengobatan untuk penyakit berbahaya, kamu tentu perlu mempertimbangkan untuk memiliki asuransi kesehatan. Sebab, ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari menyiapkan perlindungan asuransi kesehatan ini. 

Salah satunya adalah memberi jaminan ganti rugi terhadap biaya pengobatan terhadap penyakit tertentu sesuai ketentuan pada polis. Manfaat ganti rugi tersebut mencakup santunan untuk keluarga pihak tertanggung, biaya pengobatan di rumah sakit, konsultasi dokter, dan obat-obatan.

Cara Mengumpulkan Premi Asuransi Kesehatan

Selain itu, ketahui pula beberapa cara mengatur keuangan agar mampu lebih optimal mengumpulkan pembayaran premi asuransi kesehatan berikut ini. 

  1. Pilih Masa Pertanggungan Sesuai Kebutuhan

    Umumnya, manfaat perlindungan asuransi kesehatan bakal terus aktif hingga umur 99 tahun atau lebih. Padahal, harapan hidup orang Indonesia menurut data dari BPS atau Badan Pusat Statistik adalah 69 sampai 73 tahun. Sedangkan, besaran premi usia 73 tahun sampai 100 tahun bisa dibilang cukup jauh. Agar biaya premi menjadi lebih terjangkau, akan lebih bijak jika kamu mengajukan asuransi dengan masa pertanggungan sesuai kebutuhan atau usia rerata harapan hidup masyarakat Indonesia. 

  2. Siapkan Sedini Mungkin Selagi Sehat

    Semakin dini asuransi kesehatan diajukan, semakin optimal manfaat yang diberikan oleh produk keuangan tersebut. Alasannya karena proteksi yang diberikan lebih lekas didapatkan, serta jika diajukan pada kondisi masih sehat, biaya preminya akan menjadi lebih terjangkau. Sebaliknya, jika sudah ada diagnosis penyakit tertentu, perusahaan asuransi biasanya akan membebankan biaya premi lebih mahal karena tingkat risiko yang ditanggungnya lebih tinggi. 

  3. Manfaatkan Investasi 

    Terakhir, jika memilih untuk membayar premi asuransi secara tahunan, mengumpulkan dananya via investasi akan menjadi langkah yang bijak. Pasalnya, dana untuk kebutuhan ini bisa ditempatkan pada instrumen investasi berisiko rendah seperti, reksa dana, yang mana nilainya bisa terus bertumbuh seiring waktu. Jadi, beban membayar premi asuransi kesehatan ini akan terasa lebih ringan.

Bingung cari investasi Reksa Dana yang aman dan menguntungkan? Cermati solusinya!

Mulai Berinvestasi Sekarang!  

Jangan Tunggu Sampai Terlambat untuk Menyiapkan Asuransi Kesehatan

Itulah beberapa penyakit dengan biaya pengobatan termahal dan mencapai angka ratusan juta Rupiah. Jika tidak terlindungi dengan asuransi kesehatan, sudah pasti risiko penyakit tersebut bisa seketika menjadi mala petaka bagi keuangan penderitanya. Karenanya, jangan tunggu sampai terlambat untuk menyiapkan asuransi kesehatan ini agar terhindar dari risiko masalah yang tak diinginkan.

Baca Juga: 14 Strategi Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat