Perbedaan Quality Control dan Quality Assurance yang Harus Kamu Ketahui

Saat melamar kerja, kamu mungkin sering melihat kalau perusahaan sedang membutuhkan seorang Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA). Meski sama-sama diawali dengan kata quality, namun keduanya memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. 

Memangnya apa yang membedakan Quality Control dan Quality Assurance? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini supaya kamu tidak salah sebut lagi.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Apa Itu Quality Control dan Quality Assurance? 

quality control

Sebelum membahas tentang perbedaannya secara detail, alangkah baiknya jika kamu mengetahui pengertian keduanya dulu. Quality Control adalah bagian dari manajemen yang bertugas untuk memastikan kalau kualitas produk sudah baik, sudah sesuai dengan ketentuan perusahaan. 

Sedangkan Quality Assurance adalah bagian manajemen yang bertugas untuk membuktikan kalau kualitas produk sudah sesuai dengan standar perusahaan. Sebelum produk masuk ke tahap akhir untuk dijual, maka QA akan melihat apakah kualitasnya sudah terpenuhi atau belum.

Baca Juga: Mengetahui Apa Itu Manajemen Risiko Serta Kegunaannya untuk Perusahaan

Perbedaan Quality Control dan Quality Assurance

quality assurance

1. Fokus kerjanya

Perbedaan pertama yang akan dibahas adalah dari segi fokus kerjanya. QC fokus untuk memperbaiki kesalahan yang terdapat pada suatu produk sebelum produk dipasarkan kepada konsumen. Jika ternyata mutu produk belum terpenuhi, maka bagian quality control yang bertanggung jawab untuk memperbaikinya.

Sedangkan fokus kerja QA lebih ke menjamin pemenuhan kualitas suatu produk. QA aktif berpartisipasi untuk membuat standarisasi suatu produk agar tidak salah produksi. Jika ternyata ada ketidaksesuaian, maka standarisasinya bisa langsung diperbaiki saat itu juga sebelum produk diproduksi.

2. Tujuan yang ingin dicapai

Selanjutnya adalah tujuan dari kedua profesi ini. QC dibutuhkan untuk menguji proses, tapi pada produk yang sudah selesai dikembangkan. Singkatnya sebelum produk dijual ke pasar, maka QC akan melakukan pengecekan ulang untuk menghindari barang yang rusak atau tidak sesuai permintaan konsumen. 

Sedangkan tujuan QA sebenarnya hampir sama, yaitu untuk melakukan pemeriksaan juga, tapi lebih ke proses pengembangan produk sebelum dicek oleh QC. Jadi, QA akan melihat dulu apakah ada produk yang ukurannya tidak sesuai, potongan produk yang salah, dan pemakaian warna pada produk. 

3. Kapan profesi QC dan QA dibutuhkan?

QC biasanya dibutuhkan sesudah proses produksi berlangsung. Jika memang terdapat ketidaksesuaian pada produk, maka QC akan membuat laporan yang berhubungan dengan kesalahan tersebut. Lalu, menyuruh bagian produksi untuk mengganti produk tersebut dengan yang baru agar jumlahnya sesuai permintaan konsumen.

Sedangkan QA lebih dibutuhkan sebelum proses produksi berlangsung. Bagian quality assurance yang akan membuat perencanaan, Standard Operational Procedure (SOP), dan spesifikasi produk itu sendiri sehingga saat dicek oleh QC nanti, maka produk akan terhindar dari kesalahan.  

4. Alasan kenapa QC dan QA sangat dibutuhkan

Kesalahan produksi tentu akan mengurangi value perusahaan di mata konsumen. Itulah kenapa kedua profesi ini dibutuhkan agar perusahaan bisa menghasilkan produk yang berkualitas. Coba bayangkan kalau misalnya perusahaan salah memproduksi produk, tentu akan menambah pengeluaran bukan?

Belum lagi kalau kualitas produknya berbeda dari pesanan sebelumnya, konsumen pasti menjadi skeptis terhadap perusahaan. Bukannya tidak mungkin jika perusahaan kehilangan beberapa konsumen hanya karena kesalahan kecil tersebut. Itulah kenapa QC dan QA memegang peranan penting dalam sistem produksi di perusahaan.

5. Tempat bertugas

Mengingat tugasnya berbeda, tempat kerjanya sudah pasti berbeda. Berhubung karena QC bertugas untuk memastikan kualitas, maka QC akan turun langsung untuk melakukan pemeriksaan. Jadi, tempat kerjanya kalau tidak di pabrik ya di gudang tempat produk disimpan.

Sedangkan QA lebih banyak menghabiskan waktu di kantor atau di dalam ruangan karena tugasnya lebih ke membuat perencanaan, prosedur kerja, menentukan spesifikasi produk, dan lain sebagainya. Ruang lingkup kerja QA umumnya lebih luas dan pada umumnya QA mampu membuat konsep yang terstruktur agar mudah dipahami oleh bagian produksi. 

6. Cara kerja QC dan QA

Dan yang terakhir adalah cara kerjanya secara keseluruhan. QC wajib tahu apa yang menjadi kesalahan dalam memproduksi suatu produk, lalu memperbaikinya dengan peralatan dan sumber daya yang ada. Dengan demikian, kualitas produk tetap terjaga.

Sedangkan QA lebih banyak bekerja untuk menyusun sistem manajemen produk yang bagus itu seperti apa. Jika standarisasinya berubah, maka QA akan segera laporkan kepada bagian produksi. Jadi, bisa dikatakan antara QA, bagian produksi, dan QC akan selalu berhubungan dalam aktivitas produksi.

Baca Juga: Sering Dianggap Sama, Ternyata Inilah yang Membedakan Revenue dengan Income

Pekerjaan QC dan QA Tidak Sama, Ya!

Meskipun sama-sama bertugas di bagian kualitas produk, pekerjaan sehari-hari Quality Control dan Quality Assurane tentu saja berbeda. Semoga dengan penjelasan di atas, kamu bisa membedakan tugas masing-masing profesi ini. Dengan begini, kamu tidak salah sebut profesi lagi di kemudian hari.

Baca Juga: Pengalaman Pelanggan sebagai Kunci Kesuksesan sebuah Bisnis Digital