Persiapan Melahirkan: Pilih Menabung atau Gunakan Asuransi?

Positif hamil? Yakin? Apakah seperti itu reaksi Anda ketika mendengar bahwa istri sedang mengandung? Pada mulanya pasti semua orang tua akan bahagia, bagaimana tidak, bukankah diberi anak agar melengkapi struktur dalam keluarga adalah karunia yang sangat besar? Mendengar kabar itu dudah pasti Anda langsung berpikir ke depan dengan segala persiapan seperti mental dan keuangan.

Contohnya saat nanti istri melahirkan pasti sudah harus mengeluarkan uang untuk biaya rumah sakit, lalu ada aturan-aturan agama atau budaya yang mengharuskan adanya syukuran saat janin di perut sang ibu sudah berusia 4 dan 7 bulan itu semua juga memerlukan biaya. Dengan banyaknya pengeluaran untuk persiapan melahirkan, Anda sudah harus bisa memilih dari sekarang antara menabung atau menggunakan asuransi ibu hamil.

Membuat Persiapan 

Membuat Perencanaan Keuangan

Salah Satunya Membuat Perencanaan Keuangan via dynamicplanningpartners.ca

Dalam menghadapi persiapan melahirkan, Anda bersama pasangan bisa menyiapkanya dengan tabungan atau asuransi untuk ibu hamil. Apapun pilihan Anda yang tak kalah pentingnya adalah Anda  harus mengerti Perencanaan keuangan untuk ibu-hamil dan pasangan yang akan punya anak. Disitu banyak biaya yang harus Anda persiapkan.

Banyak diantara para orang tua yang menunggu kelahiran anak pertama mereka sering disibukkan dengan menyiapkan pengeluaran yang sebetulnya tidak begitu penting, misalkan baju bayi, aksesoris, dekorasi kamar anak, kamar mandi bayi dan lain lain. Yang membuat terkadang melupakan hal yang penting dan salah dalam skala prioritas.

Persiapan persalinan adalah hal yang menyenangkan, Anda tidak perlu panik saat hari H mendatangi Anda, walau bagaimanapun juga seorang buah hati pasti akan mengubah keuangan dalam suatu keluarga. Idealnya mungkin kehamilan harus direncanakan jauh-jauh hari agar bisa mengontrol keuangan tapi, pada kenyataannya kabar bahagia itu justru datang tanpa direncanakan.

Cari tahu apakah kantor atau tempat Anda bekerja membiayai seluruh fasilitas kehamilan dan persalinan? Jika iya cari informasi yang mendetail berapa uang yang dikeluarkan oleh kantor. Setelah itu carilah informasi biaya rumah sakit atau bidan yang sesuai dengan dana yang dikeluarkan oleh kantor Anda.

Baca Juga : 4 Cara Mengatur Keuangan Bagi Ibu Hamil

Hitung Dengan Rinci

Hitung Dengan Rinci

Hitung Dengan Rinci via mymoneyplatform.com

Agar biaya persiapan melahirkan dapat disesuaikan dengann budget, hitunglah dengan rinci seperti ini:

1. Bandingkan Biaya

Bandingkan biaya control rutin dengan bidan atau dokter dan hitung berapa kali control yang dilakukan. Serta estimasikan biaya untuk vitamin anak.

2. Biaya Persalinan Normal

Biaya persalinan normal dengan dokter (bukan bidan) di rumah sakit di kota besar bervariasi, ada yang normal tanpa tindakan dan ada juga yang dengan tindakan. Ada beberapa pilihan mulai kelas kamar biasa sampai VIP dengan biaya Rp2,5 juta-Rp12 juta.

3. Biaya Persalinan Caesar

Persalinan Caesar ada beberapa kondisi yaitu Caesar perlengketan + sterelisasi; Gemeli/Triplet + sterilisasi, dan Caesar tunggal Sungsang/Lintang/Miom; Sectio Caesar Janin Tunggal + Sterilisasi. Rumah sakit di kota besar mempunyai rentang biaya mulai dari yang termurah sampai termahal berkisar di biaya Rp8 juta-Rp30 juta.

4. Biaya yang tidak terduga baik sebelum maupun setelah persalinan

Seringkali ada banyak biaya tak terduga, dan biasanya bervariasi tergantung masing-masing bayi. Biaya tersebut misalnya saja mengurus bayi berarti kunjungan rutin ke dokter anak dan ke ahli kandungan (terlebih lagi saat sebelum melahirkan).

5. Biaya Setelah Bayi Lahir

Semua rincian harus bersifat riil, surveilah terlebih dahulu rumah sakit atau bidan yang ingin dituju agar Anda bisa mengestimasikan dana sebaik mungkin. Baru setelah itu diukur apakah estimasi sudah sesuai dengan biaya yang Anda miliki.

Baca Juga : 5 Cara Menghemat Pengeluaran Sebelum Melahirkan

Pilih Menabung atau Asuransi?

Setelah mendapat perkiraan tentang kebutuhan dana persalinan, lalu Anda tinggal menentukan apakah itu semua akan ditanggung sendiri dengan cara menabung ataukah membeli produk asuransi ibu hamil. Anda bisa mengkakulasikan dengan cermat kedua opsi tersebut.

Menabung

  Menabung Saat Hamil

Menabung Saat Hamil via adopt-connect.com

Jika Anda memilih untuk menabung, maka sudah seharusnya target jumlah saldo tabungan sampai hari H harus lebih besar dari rincian yang sudah Anda buat. Agar tabungan yang ditargetkan berjalan lancar maka Anda dan istri harus disiplin masalah pengeluaran sampai si buah hati keluar menyapa dunia.

Buat tiga alokasi pengeluaran seperti tabungan, cicilan hutang seperti dari kartu kredit (jika ada), dan biaya hidup sehari-hari. Dan jangan lupa untuk menyisihkan uang keperluan bayi setelah lahir nanti opsi itu bisa Anda masukan ke biaya hidup.

Penting untuk dipertimbangkan, Anda harus dengan teliti memilih rumah sakit yang biayanya akan tercover dalam pertanggungan asuransi kesehatan Anda. Jangan lupa untuk konfirmasi dahulu tentang hal tersebut ke dokter kandungan dan anestesi sebelum Anda membuat appointment kelahiran. Cara praktis ini bisa membantu Anda untuk menghemat uang yang sangat banyak, dari biaya kelahiran hingga biaya rumah sakit.

Menggunakan Asuransi

  Asuransi Untuk Ibu Hamil

Asuransi Untuk Ibu Hamil via d120fd3cr6hk64.cloudfront.net

Lalu bagaimana jika Anda lebih tertarik dengan asuransi kehamilan? Pilihan ini sangat cocok untuk Anda yang sudah merencanakan kehamilan jauh-jauh hari karena biasanya nasabah yang mendaftar untuk asuransi kehamilan harus menunggu 9-12 bulan baru dana bisa diproses.

Menggunakan asuransi kehamilan juga tetap harus mengkakulasikan seluruh pengeluaran saat kehamilan dan persalinan berlangsung. Sebagai contoh, misalkan uang pertanggungjawaban sekitar Rp10.000.000 dan preminya Rp4.000.000 dalam setahun itu akan cukup atau tidak, jika tidak lebih baik Anda menabung sendiri.

Jika ikut asuransi, maka perusahaan asuransi akan membayar mayoritas biaya-biaya tersebut, dan sebagai pemegang polis, Anda cukup membayar biaya minimum nya saja. Sebelum melangkah lebih jauh, pastikan dulu bahwa perusahaan asuransi yang Anda pilih mencantumkan penanggungan biaya-biaya perawatan tersebut dalam klausul polisnya supaya Anda bisa berhemat.

Saat awal ikut program asuransi, biaya asuransi kesehatan tambahan untuk kelahiran anak memang sedikit lebih mahal, tapi pada akhirnya pengeluaran biaya premi tersebut masih tidak seberapa dibandingkan pengeluaran yang harus Anda tanggung sendiri. Dan biasanya jika tidak ikut asuransi orang lebih cenderung tidak siap sehingga harus berhutang kesana-kesini untuk menutup biaya persalinan anak.

Rencanakan Untuk Kesejahteraan Anak  Anda

Apapun pilihan Anda dalam menghadapi persiapan melahirkan nantinya, rencanakanlah semua dengan baik untuk kesejahteraan anak Anda. Pilihlah yang sesuai dengan kemampuan finansial keluarga Anda. Dengan begitu Anda tidak akan merasa terlalu terbebani dengan berbagai macam biaya yang tidak terlalu penting. Tidak hanya itu dengan perencanaan yang tepat, kebutuhan akan anak Anda pun akan terjamin.  

Baca Juga : Jenis-Jenis Anggaran Untuk Persiapan Melahirkan