Pilihan Jenis Kredit untuk Renovasi Rumah yang Bisa Dipilih

Punya rencana buat renovasi rumah, tapi terkendala biaya? Apakah mungkin mengajukan pinjaman dengan tujuan renovasi rumah? Tentu saja bisa, karena bank punya produk pembiayaan yang bisa digunakan untuk membantu mendanai proses renovasi rumah.

Bahkan, bukan hanya satu jenis pembiayaan saja, tapi ada banyak jenisnya. Dari mulai Kredit Multiguna, KTA, Kredit Renovasi Rumah hingga top up pinjaman KPR. Saat ini, ada banyak lembaga bukan bank yang turut serta menawarkan pendanaan untuk renovasi rumah.

Hanya saja, lembaga yang secara prosedur dan legalitas paling aman baru lembaga perbankan saja. Buat yang tertarik mengajukan pendanaan untuk renovasi rumah, simak berbagai pilihan kredit berikut ini.

Baca juga: Butuh Uang Cepat untuk Renovasi, Pilih KTA atau Kredit Renovasi Rumah?

Bingung Cari Produk Kredit Multi Guna Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KMG Terbaik! 

Jenis Kredit untuk Renovasi Rumah

loader

Renovasi Rumah

Disini ada empat jenis kredit dari bank yang bisa jadi opsi untuk membiayai perbaikan rumah. Apa saja? Berikut ini ulasannya.

  1. Renovasi Rumah dengan Kredit Multiguna

    Produk pinjaman Kredit Multiguna dapat ditemukan hampir di semua bank yang ada di Indonesia. Jenis pembiayaan yang diperoleh dari jenis kredit ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif. Misalnya, untuk biaya berobat di rumah sakit, biaya pendidikan, membeli kendaraan pribadi, dan paling penting bisa digunakan untuk merenovasi rumah.

    Syarat utama mengajukan pinjaman Kredit Multiguna adalah memiliki aset yang bisa menjadi jaminan. Misalnya, BPKB kendaraan (motor dan mobil) hingga sertifikat kepemilikan rumah.

    Jumlah dana pinjaman yang disetujui biasanya akan disesuaikan dengan nilai jaminan. Jadi, jika ingin mendapatkan pinjaman lebih tinggi dengan tenor panjang, kamu bisa menjaminkan sertifikat rumah. Sebab, nilainya yang dianggap lebih tinggi dan cenderung stabil.

    Skema pembiayaan ini bisa dibilang mirip dengan sistem Pegadaian. Hanya saja, Kredit Multiguna menyediakan tenor pinjaman hingga 10 tahun dengan suku bunga pinjaman sekitar 9%-18% setiap tahunnya.

    Biasanya proses persetujuan pengajuan pinjaman cukup lama, sebab butuh waktu yang panjang untuk verifikasi dan survei, baik pada calon nasabah maupun aset jaminan yang diajukan. Selain itu, juga harus melewati tahap pengujian kelayakan pinjaman untuk menentukan jumlah pinjaman bisa dicairkan.

  2. Gunakan Pembiayaan dari KTA atau Kredit Tanpa Agunan

    Jenis pembiayaan selanjutnya untuk renovasi rumah adalah Kredit Tanpa Agunan atau KTA. Sebagaimana namanya, kamu tidak perlu memberikan jaminan apapun untuk mendapatkan pinjaman. Jadi, jangan heran jika ada banyak nasabah yang tertarik dengan jenis pembiayaan pinjaman, terlebih prosesnya juga cepat.

    Di Indonesia, kisaran pinjaman yang diberikan mulai dari Rp1.000.000 hingga Rp500.000.000. Dengan tenor pinjaman yang cukup singkat, antara 1 tahun hingga 3 tahun saja. Namun, beberapa bank tertentu saat ini telah menawarkan tenor pinjaman yang lebih lama sampai dengan 5 tahun.

    Proses pengajuan dan persetujuan pinjaman yang cepat dengan syarat yang cukup mudah membuat jenis pembiayaan ini sangat diminati. Beberapa jenis KTA bahkan bisa diajukan secara online tanpa perlu repot-repot datang ke kantor.

  3. Top Up Kembali Pinjaman KPR

    Top Up KPR merupakan fasilitas pinjaman berupa penambahan kredit dalam kredit yang sedang berjalan. Penambahan pinjaman ini diberikan khusus bagi nasabah pinjaman KPR. Pengajuan top up dapat dilakukan di bank tempat KPR sedang berlangsung ataupun bank lainnya.

    Top Up KPR dapat menjadi solusi tepat mendapat tambahan dana untuk renovasi rumah tanpa harus memberikan jaminan lagi di bank. Sementara, untuk prosesnya bisa dilakukan langsung ke kantor cabang bank.

    Namun, beberapa ada juga yang menyediakan layanan via online. Nah, jika berniat datang langsung ke bank, lakukan dengan cara ini.

    • Datangi kantor cabang tempat kredit KPR sedang berjalan.
    • Temui layanan KPR di bank tersebut.
    • Lakukan sesi konsultasi terkait pengajuan Top Up KPR.
    • Mengisi formulir sebagai syarat pengajuan pinjaman.

    Terakhir adalah menunggu hingga proses selesai. Dana pun akan segera ditransfer ke rekening kamu begitu permintaan tambahan pembiayaan KPR disetujui.

  4. Gunakan Kredit Renovasi Rumah

    Selain layanan Kredit Multiguna, ada juga kredit yang memang khusus untuk renovasi rumah. Nama produk pinjamannya adalah Kredit Khusus Renovasi Rumah. Produk ini umumnya tersedia hampir di setiap bank.

    Kenapa sebaiknya menggunakan Kredit Khusus Renovasi Rumah? Tentu saja ini berkaitan dengan keunggulan yang lebih baik daripada Kredit Multiguna. Contohnya keunggulan berikut ini:

    • Bunga pinjaman per tahun lebih rendah dibandingkan Kredit Multiguna ataupun KTA (Kredit Tanpa Agunan).
    • Jangka waktu pinjaman atau tenor lebih panjang.
    • Batas pengajuan nominal pinjaman yang diberikan lebih tinggi.

    Keunggulan dari jenis pembiayaan ini tentu cukup menguntungkan, karena bisa membantu mendapatkan dana renovasi rumah yang lebih besar. Meskipun demikian, kamu juga perlu mengetahui kelemahan dari produk pinjaman ini. Berikut beberapa diantaranya.

    • Rumah yang direnovasi harus dijadikan sebagai jaminan.
    • Dana pinjaman yang disetujui maksimal adalah 80% dari nilai pengajuan anggaran.
    • Proses pencairan pinjaman lambat yang tentu kurang efisien karena kebutuhan renovasi rumah biasanya termasuk kebutuhan mendesak.
    • Memiliki banyak syarat yang harus dilengkapi dalam proses pengajuan.

    Namun, setiap kelebihan dan kelemahan sebaiknya dipertimbangan dengan baik sebelum memilih jenis pembiayaan khusus untuk renovasi rumah.

Baca juga: Cara Cerdas Merenovasi Rumah Tanpa Perlu Berutang

Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Bijak Memilih Sumber Pembiayaan Renovasi Rumah Dari Bank

Dengan banyaknya sumber pembiayaan, maka kamu perlu bijak dalam memilihnya. Tidak perlu harus mendapatkan pinjaman besar, cukup dengan nominal yang dibutuhkan saja sehingga tidak akan memberatkan ketika membayar cicilan. Pastikan penggunaannya tepat sasaran dan sebagai peminjam bisa tetap bijak dalam mengelolanya. Semoga bermanfaat.