Mengenal Sim Racing, Balapan Virtual yang Makin Populer

Perkembangan teknologi yang sangat pesat memunculkan banyak inovasi dalam berbagai sisi kehidupan manusia. Kehadiran inovasi ini membuat pekerjaan manusia semakin mudah. Tak jarang inovasi yang dihadirkan memberikan pengalaman baru bagi pemakainya. 


Salah satu inovasi yang tengah ramai dibahas adalah racing simulator atau sim racing, baik para gadget nerd maupun gamers. Kehadiran perangkat ini dianggap sebagai suatu terobosan dalam dunia gadget, game, dunia balap.

Baca Juga: Rekomendasi Game Balap Mobil di Android yang Wajib Kamu Mainkan

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Apa itu Sim Racing?

loader

Racing Simulator

Sim racing merupakan kegiatan balap mobil yang dilakukan melalui alat atau simulator berbasis komputer. Ada pun perangkat keras yang digunakan meliputi setir, pedal gas dan rem, layar berukuran besar, hingga shifter atau handbrake layaknya yang terdapat pada kendaraan sungguhan.

Kepopuleran sim racing yang terus berkembang turut mendorong tumbuhnya komunitas-komunitas di masyarakat. Hal ini pun turut mengerek skala sim racing yang semakin besar hingga bisa mengadakan kompetisi. Kehadiran sim racing juga ikut berpengaruh dalam perkembangan e-sport. Semakin banyak olahraga konvensional yang akhirnya mengadaptasi sim racing untuk menghadirkan cabang olahraga virtual, termasuk olahraga balap.

Saat ini, sejumlah ajang balap seperti Formula 1 (F1), NASCAR, hingga Rally ikut menggelar kompetisi virtual, baik skala nasional maupun global. Beberapa kompetisi sim racing juga sudah diakui oleh lembaga resmi. Fédération Internationale de l'Automobile (FIA), misalnya, sebagai otoritas yang mengatur regulasi balap mobil, telah mengakui sim racing. Pada 2018, FIA bahkan menetapkan sim racing sebagai Digital Motor Sport.


Dalam segmen balapan mobil konvensional, sim racing kerap digunakan sebagai sarana latihan bagi pembalap. Sim racing akan diprogram untuk meningkatkan skill dan menguji sirkuit sebelum pertandingan dimulai.

Tim-tim besar seperti Ferrari dan Mercedes merupakan dua tim balap yang memanfaatkan sim racing untuk melatih pembalap mereka. Tak hanya bagi pembalap, sim racing juga membantu official untuk merekam data terkait variabel kendaraan, seperti suhu ban, geometri suspensi, dan reaksi kendaraan saat melaju di atas aspal.

Bisa dibilang, sim racing dapat mengisi celah antara virtual dan realita. Tak heran jika sim racing sangat diandalkan menjadi andalan para tim balap untuk mengenal lintasan lebih baik sebelum balapan.

Kembali soal kompetisi sim racing, antusiasme perlombaan balap ini semakin meningkat sejak pertama kali diadakan. Sejumlah tim-tim besar dunia pun terbentuk dari kompetisi ini, misalnya Rebellion GPX Esport, Rocket Simmesport, Floyd ByKolles Burst, dan masih banyak lagi.

Saat ini, sim racing menjadi salah satu kompetisi yang populer. Memang, jika dibandingkan dengan cabang e-sport lain, sim racing masih tertinggal. Namun, sim racing masih memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. 

Minat Sim Racing di Indonesia

Sim racing mungkin masih terdengar asing di Indonesia. Namun, sebenarnya olahraga ini sudah ada sejak 2018.

Sim racing di Indonesia diinisiasi oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai otoritas resmi penyelenggara. Melihat sambutan yang baik, FIA pun memutuskan untuk mengembangkan sim racing di Indonesia.

Masih di tahun yang sama, IMI segera membentuk komite khusus untuk membawahi sim racing. Inilah awal mula berdirinya Komisi Digital Motorsport di IMI. Seiring berjalannya waktu, sim racing pun semakin berkembang di Indonesia.

Pada 2019, IMI mengadakan Racing Simulator Festival. Acara ini diikuti oleh sejumlah komunitas dan pihak terkait. Acara ini diadakan dalam rangka memperkenalkan sim racing kepada masyarakat.

Kepopuleran sim racing pun perlahan terus bertumbuh. Puncaknya adalah saat pandemi Covid-19 yang membuat segala aktivitas offline dibatasi. Sejak saat itu, kompetisi sim racing pun semakin sering digelar karena memang sudah menggunakan konsep pertandingan online. Kompetisi yang tadinya hanya diadakan di Pulau Jawa, kini juga dilaksanakan di Kalimantan dan Sulawesi. Bahkan, banyak masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kompetisi sim racing.

Dari kompetisi tersebut, lahirlah nama-nama pembalap sim racing atau sim racer dan tim yang menaunginya. Misalnya, Daffa Ardiansa ari Tim JMX Phantom, Anandyo Dwiki, dan  Ilhammulkarim Shaquille yang ikut dalam Honda Racing Simulator Championship (HRSC) 2022.

Dengan semakin naiknya pamor sim racing, HRSC pun semakin memperluas kesempatan bagi penantang baru yang ingin menjadi sim racer. Tahun, lalu, pelaksanaan HRSC diikuti oleh 118 orang. HRSC dilaporkan akan kembali menyelenggarakan kompetisi pada akhir 2023. Diperkirakan, peminatnya akan lebih dari tahun-tahun sebelumnya.

Sejauh ini, event sim racing dunia juga makin menarik minat sim racer di Indonesia. ENASCAR misalnya, menjadi ajang yang sukses diselenggarakan dengan lebih dari 40 pembalap dari seluruh dunia. 

Selanjutnya, Porsche TAG Heuer juha menarik perhatian penggemarnya. Ajang yang diadakan oleh iRacing ini diikuti oleh 35 pembalap dari berbagai negara. Ada pula Esport Racing World Cup yang diikuti oleh lebih dari 30 tim dari seluruh dunia. Terakhir, ADAC GT Masters Esport Championship yang diikuti oleh sim racing terkenal dan profesional.

Artinya, tren sim racing masih akan bersinar gemilang tahun ini. Kompetisi sim racing berpotensi untuk menarik peminat lebih banyak lagi menyusul banyaknya event dan kejuaraan yang diadakan.

Cara Jadi Sim Racer Pemula

Dengan peluang yang terbuka lebar, apakah kamu berminat menjadi sim racer mewakili Indonesia di dalam ajang sim racing skala nasional dan internasional? Semua itu bisa saja dilakukan dengan persiapan yang matang.

Pertama, kamu harus paham konsep dasar mengemudi. Sebab, pada dasarnya mekanisme sim racing sama seperti mengendarai mobil sungguhan. Kamu harus familiar dengan pedal gas dan rem, kopling, shifter, dan cara menyetir yang benar.

Selanjutnya, kamu harus mempelajari jenis lintasan dengan seksama. Pahami di tikungan berapa dapat melakukan overtake dan titik pengereman. Untuk mempelajarinya, kamu dapat bermain game di konsol atau personal computer (PC) untuk membiasakan diri.

Latih jiwa kompetitif melalui game yang dimainkan dengan mengikuti perlombaan yang diadakan. Upayakan selalu mendapatkan catatan waktu yang konsisten dan tingkatkan kemampuan mengemudi.

Sebelum benar-benar ikut seleksi, kamu dapat bergabung dengan komunitas sim racing. Kamu dapat mempelajari pengaman dari sesama anggota dan mendapatkan teman berlatih. Jika sudah lebih percaya diri, coba ikuti turnamen-turnamen yang diselenggarakan untuk umum. Ada banyak kompetisi sim racing yang diadakan secara online yang bebas diikuti oleh siapa saja selama memenuhi persyaratan.

Jadi, apa sudah yakin dan siap menjadi sim racer? Nikmati prosesnya dengan sungguh-sungguh dan kembangkan skill-mu agar dapat meraih hasil yang terbaik.

Baca Juga: Ketahui Cara Menonton F1 Live Lewat Platform Streaming Resminya, Jadwal Lengkap F1 2023 dan Fakta Menarik F1

Budget Membuat Racing Simulator

loader

Sim Racing untuk Pemula dan Budget Rendah

Untuk berlatih sim racing secara mandiri, tentunya ada budget yang harus dipersiapkan. Budget ini meliputi perangkat keras dan lunak untuk mengoperasikan sim racing.

Untuk perangkat keras, budget yang dibutuhkan dapat berbeda-beda, tergantung kebutuhan masing-masing pemakai. Semakin banyak perangkat, semakin real pengalaman sim racing. Tentunya akan semakin besar pula budget yang diperlukan. 

Berikut adalah hal-hal yang perlu kamu miliki untuk membuat racing simulator:

  1. Steering Wheel

    Harga satu set steering wheel dan pedal untuk sim racing dimulai dari Rp3.000.000 hingga Rp 15.000.000 per unit. Harganya ini tergantung pada kelengkapan elemen dan merek yang dipilih.

    Ada beberapa rekomendasi setir yang cocok untuk sim racing. Berikut ulasannya. 

    • Logitech G29 atau G920

      loader

      Setir ini cocok bagi pemula sebagai entry level jika ingin mendalami sin racing. Fitur pada G29 dan G920 juga cukup lengkap meski dengan model yang simpel. Sebenarnya G29 dan G920 merupakan produk yang hampir identik, hanya saja G920 merupakan upgrade dari G29. 

      G920 dilengkapi dengan rotasi setri hingga 900 derajat serta memiliki force feedback yang halus. Satu set G920 juga dilengkapi dengan pedal, rem, gas, dan kopling layaknya mobil sungguhan. 

      Pengoperasianya juga terbilang sehingga sangat beginner friendly. Harganya pun relatif murah, dimulai dari G29 yaitu sekitar Rp4.000.0000 dan G920 sehargarga Rp5.200.000

    • Thrustmaster T248

      loader

      Dilengkapi dengan LED pada bagian setir, tampilan Thrustmaster T248 memang berbeda dan menarik dibandingkan setir lainnya. Pada layar LED, bisa ditampilkan informasi yang dibutuhkan, seperti catatan waktu terbaik, jenis force feedback, dan RPM saat berkendara. 

      Peletakan tombol pada setir juga dibuat senyaman mungkin bagi pengguna. Desainnya yang fresh dan compatible dipadukan dengan performa yang baik sehingga T248 bisa dibilang lebih unggul dibanding perangkat serupa. 

      Dengan harga mulai dari Rp5.000.000 hingga Rp Rp7.000.000, T248 cocok jika kamu ingin memiliki setir yang lebih high level. Harga tersebut sudah termasuk magnetic pedal set dan shifters. 

    • Thrustmaster T300 RS GT Edition

      loader

      Masih dari Thrustmaster, seri ini memberikan pengalaman sim racing yang lebih baik. Salah satu alasannya adalah karena tingkat customize yang tinggi. 

      Selain itu, T300 juga memiliki durabilitas yang baik dan force feedback yang konsisten meski sering digunakan. Meski setir dibalut dengan bahan karet, nyatanya pengguna masih akan merasa nyaman dan tetap terasa kokoh. 

      Feels berkendara layaknya mobil sungguhan juga menjadi kelebihan T300. Selain itu, kendali melalui setir juga diklaim lebih responsif dan realistik. Harga T3000 dijual mulai dari Rp5.000.000 per unit.

      Kamu dapat memilih steering wheel sesuai kebutuhan dan menggabungkannya dengan perangkat keras lain. Misalnya, jika ingin menggunakan seat yang lebih proper, budget yang diperlukan mulai dari Rp5.000.000 hingga Rp15.0000.000. 

  2. Layar Monitor

    Selanjutnya, layar berukuran besar untuk menampilkan first person view. Namun, jika ingin view yang lebih real, layar berukuran besar sebanyak tiga unit sangat disarankan. Hal ini juga akan membantu untuk melihat sisi kiri dan kanan mobil lebih baik. Akan tetapi, tidak masalah bila kamu hanya menggunakan satu monitor saja.

  3. Meja atau Racing Rig

    Meja dibutuhkan untuk memasang steering wheel agar tidak terlepas. Meja kayu seperti meja belajar atau perkantoran biasa sudah cukup asalkan kamu bisa memasang steering wheel dan juga layar monitor.

    Bila memiliki budget yang lebih, racing rig merupakan solusi yang bagus dan paling cocok untuk bermain sim racing. Pasalnya, racing rig didesain khusus untuk memasang steering wheel dengan kencang, disertai kursi balapan dan juga posisi yang nyaman untuk bermain sim racing.

    Harga racing rig cukup beragam, mulai dari Rp3.000.000-Rp6.000.000 tergantung bahan dan juga kualitas. Bahkan ada racing rig yang disertai dengan suspensi hidrolik untuk memberikan pengalaman realistis saat bermain.

Perangkat yang Bagus Bukan Segalanya

Pada dasarnya, perangkat keras yang dipakai bukanlah hal terpenting dalam sim racing. Skill, determinasi, dan passion untuk menjadi sim racer justru yang terpenting. Jadi, dengan perangkat casual atau sederhana sekalipun, selama memiliki skill yang mumpuni, kamu bisa menjadi ahli dalam sim racing.

Bagaimana, apakah semakin tertarik menyelami dunia sim racing? Jika iya, lakukan dengan sungguh-sungguh dan jadilah yang terbaik di lintasan.

Baca Juga: Begini Kisah Inspiratif Lewis Hamilton Sebagai Pembalap Profesional