SWDKLLJ: Pengertian, Besaran Biaya dan Cara Klaimnya

Dalam membeli kendaraan baik pribadi atau untuk kepentingan usaha, terdapat beberapa biaya yang harus ditanggung oleh pemilik kendaraan selama memiliki kendaraan tersebut yang dibayarkan kepada pemerintah.

Beban-beban biaya tersebut seperti pajak tahunan kendaraan, biaya pajak 5 tahunan kendaraan, biaya ganti plat kendaraan dan SWDKLLJ atau sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan, dan biaya admnistrasi lainnya juga denda jika ada keterlambatan pembayaran.

Berbicara tentang beban biaya yang menjadi tanggungjawab pemilik kendaraan kepada pemerintah, SWDKLJJ merupakan salah satu jenis beban biaya bersifat wajib yang tidak banyak orang tahu. Karena biaya ini dibayarkan langsung sekaligus dengan biaya pajak tahunan kendaraan.

Apa Itu SWDKLJJ?

loader

Pada setiap STNK selalu tertera SWDKLLJ yang ada di bagian daftar biaya pajak tahunan. Biasanya berada di urutan ketiga setelah PKB. Besarannya pun berbeda-beda di setiap kendaraan.

SWDKLLJ singkatan dari sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan. Ini merupakan sumbangan yang berfungsi sebagai jaminan bagi pengendara jika sekamuinya mengalami kecelakan di jalan.

Sederhananya, arti SWDKLLJ di SNTK serupa dengan asuransi, tetapi bersifat wajib yang diselenggarakan pemerintah kepada pemilik kendaraan bermotor. Dana yang terkumpul kemudian dikelola oleh BUMN PT Jasa Raharja (persero).

SWDKLLJ sendiri merupakan asuransi yang akan diberikan bagi korban kecelakaan lalu lintas. Asuransinya akan ditanggung oleh Jasa Raharja yang merupakan lembaga pengelola uang yang Kamu bayarkan setiap tahunnya.

Iuran dana untuk kecelakaan juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 16 Tahun 2017 Pasal 2. Di mana pembayarannya dilakukan bersamaan dengan pajak tahunan kendaraan.

Artinya, saat kita membayar pajak kendaraan, otomatis nama yang tertera dalam STNK terdaftar dalam asuransi yang dikelola oleh perusahaan BUMN, Jasa Raharja.

Baca Juga:  Telat Bayar Pajak Motor? Ini Dia Cara Menghitung Denda dan Cara Membayarnya

Besara Biaya SWDKLLJ dan Cara Hitung Dendanya

Besaran biayanya tergantung dengan tipe atau jenis kendaraannya. Penetapan biaya ini sudah ditentukan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 36 Tahun 2008. 

Secara umum untuk kendaraan roda dua dengan mesin 50 cc sampai 250 cc biayanya Rp35.000 dan roda empat biasanya Rp153.000. Secara terperinci biaya tersebut didapatkan dari tarif SWDKLLJ ditambah dengan biaya penggantian pembuatan karta dana/sertifikat (KD/ SERT).

Berikut ini beberapa penjelasan biaya dari masing-masing golongan kendaraan:

Golongan Kendaraan

Besaran Biaya SWDKLLJ

Kendaraan Golongan:

  • Mobil ambulans
  • Mobil pemadam kebakaran
  • Mobil jenazah
  • Sepeda motor mesin 50cc

Hanya dikenakan tari KD/SERT saja

=Rp3.000

Kendaraan Golongan B:

  • Mobil derek
  • Crane
  • Tractor
  • Bulldozer
  • Forklift
  • Excavator
  • Dan sejenisnya

Tarif SWDKLLJ (Rp20.000) + KD/SERT (Rp3000) = Rp23.000

Kendaraan Golongan C1:

  • Sepeda kumbang
  • Scooter 50cc – 250cc
  • Kendaraan motor roda tiga

Rp35.000

Kendaraan Golongan C2:

  • Sepeda motor dengan cc lebih dari 250cc
  • Scooter dengan cc lebih dari 250cc

Rp83.000

Kendaraan Golongan DP:

  • Mobil sedan
  • Mobil jeep
  • Mobil barang atau pickup sampai dengan 2400cc
  • Dan segala kendaraan roda empat yang bukan termasuk angkutan umum

Rp143.000

Kendaraan Golongan DU:

  • Mobil penumpang / angkutan umum dengan cc sampai 1600cc

Rp73000

Kendaraan Golonga EP:

  • Microbus
  • Bus yang bukan angkutan umum

Rp153.000

Kendaraan Golongan EU:

  • Microbus
  • Bus untuk angkutan umum
  • Mobil angkutan umum dengan cc lebih dari 1600cc

Rp90.000

Kendaraan Golongan F:

  • Truk
  • Mobil gandeng
  • Mobil tangka
  • Mobil barang dengan cc diatas 2400cc
  • Truk container dan sejenisnya

Rp163.000

Setelah mengetahui besaran biaya SWDKLLJ pada masing-masing jenis golongan kendaraan, berikutnya kamu juga harus mengetahui bagaimana cara menghitung dendanya ketika kamu melakukan keterlambatan pembayaran. Berikut caranya:

Denda Pajak Mobil:

Denda pajak mobil yang dikenakan ke pemilik kendaraan karena keterlambatan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) adalah 25% dari total PKB per tahun.

Maka, rumus perhitungan denda PKB dan denda SWDKLLJ menjadi sebagai berikut:

(jumlah PKB yang tertera di STNK x 25% x durasi keterlambatan dalam bulan) +  SWDKLLJ

Dengan besaran denda SWDKLLJ yang sudah disebutkan di atas, yakni Rp100 ribu, maka perhitungan dendanya untuk denda telat bayar pajak 3 bulan adalah sebagai berikut:

  • (PKB x 25% x 3/12) + SWDKLLJ
  • (Rp1.000.000 x 25% x 3/12) + Rp100.000
  • Rp160.000 + Rp100.000 = Rp260.000 (denda keseluruhan)

Dengan begitu, kamu perlu membayar PKB + denda sejumlah: Rp1.000.000 + Rp260.000 + Rp100.000 = Rp1.360.000

Denda Pajak Motor:

Perlu diingat bahwa selain denda PKB, kamu juga wajib membayar denda SWDKLLJ. Untuk motor, biaya yang dibayarkan yaitu sebesar Rp32.000. Adapun rumusnya terlampir di bawah ini.

(jumlah PKB yang tertera di STNK x 25% x durasi keterlambatan dalam bulan) +  SWDKLLJ

Sebagai gambaran, di bawah ini adalah contoh kasus keterlambatan pembayaran selama dua bulan.

  • (PKB x 25% x 2/12) + SWDKLLJ
  • (Rp144.000 x 25% x 2/12) + Rp32.000
  • Rp6.000 + Rp32.000= Rp38.000 (denda keseluruhan)

Lalu, besaran tarif pajak yang harus dibayarkan mengikuti rumus PKB + SWDKLLJ + denda keseluruhan.

Sehingga, hasilnya didapatkan sebesar Rp144.000 + Rp32.000 + Rp38.000 = Rp214.000.

Cara Klaim SWDKLLJ

loader

Ada beberapa cara melakukan klaim SWDKLLJ melalui Jasa Raharja saat seseorang mengalami kecelakaan.

  • Apabila terjadi kecelakaan di jalan, laporkan kejadian tersebut kepada kepolisian terdekat. Pihak kepolisian lalu akan menghubungi kantor Jasa Raharja.
  • Bila korban kecelakaan dirawat di rumah sakit, Jasa Raharja juga sudah bekerja sama dengan 2.171 rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia.
  • Bila korban meninggal, petugas Jasa Raharja akan langsung menyerahkan santunan meninggal dunia kepada ahli waris.

Berikut jumlah santunan yang diterima korban kecelakaan dari Jasa Raharja sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 10 Tahun 2017:

  • Santunan meninggal dunia Rp50 juta.
  • Santunan cacat tetap maksimal Rp50 juta.
  • Biaya rawat luka-luka (darat dan laut) maksimal Rp20 juta.
  • Biaya rawat luka-luka (udara) maksimal Rp25 juta.
  • Penggantian biaya P3K maksimal Rp1 juta.
  • Biaya penggantian ambulans maksimal Rp500.000.
  • Biaya penguburan (jika tidak ada ahli waris) Rp4 juta. (OL-14)

Cara dan Syarat untuk Klaim SWDKLLJ

Jika suatu hari nanti Kamu menjadi korban kecelakaan gkamu atau lebih, maka untuk klaim ada beberapa persyaratan utama yang harus dipenuhi. Jumlah santunan pun bermacam-macam besarannya.

Khusus untuk biaya P3K bisa mendapatkan R1.000.000,- , perawatan sebesar Rp20.000.000 sampai Rp25.000.000,-. Biaya penguburan sebesar Rp4.000.000,- dan sumbangan jika meninggal dunia sebesar R50.000.000,-.

Sedangkan untuk syarat klaim SWDKLLJ adalah sebagai berikut ini.

  • Surat keterangan medis atau kematian dari rumah sakit.
  • Surat keterangan kecelakaan lalu lintas dari pihak kepolisian.
  • Tkamu pengenal yang sah yaitu e-KTP.
  • Menyerahkan kartu SWDKLLJ atau STNK.
  • SIM, KK dan juga buku nikah apabila diperlukan.

Apabila semua syarat tersebut sudah dipenuhi selanjutnya adalah proses klaim yang bisa dilakukan langsung di Jasa Raharja. Langkahnya adalah pertama mengisi formulir yang sudah disediakan.

Isi secara lengkap data dari korban atau pemilik santunan. Kedua lampirkan dokumen sebagai bukti pendukung sesuai syarat yang sudah ditentukan. Ketiga, pihak Jasa Raharja akan menyeleksi dokumen dan langsung mengirimkan dana santunan.

Lalu bagaimana jika kamu adalah korban kecelakaan yang cukup besar? Sebaiknya langsung saja melaporkan kejadiannya ke pihak kepolisian. Maka pihak Jasa Raharja akan langsung dihubungi dan mengirimkan delegasi untuk melakukan survei.

Jumlah santunan yang diberikan tersebut sifatnya tetap, jadi apabila biaya perawatan yang dibutuhkan ternyata lebih besar maka Jasa Raharja tidak akan menanggungnya.

Bayar Pajak Motor Tepat Waktu Memang Lebih Baik

Untuk kamu yang sudah mendekati waktu untuk membayar pajak motor, cobalah membuat reminder/alarm agar tidak lupa. Karena keterlambatan 1 hari saja kamu akan dikenakan denda pajak motor dan besaran denda akan terus bertambah sesuai total hari keterlambatan.

Yang artinya jumlah denda akan semakin besar dengan semakin terlambatnya kamu membayar denda. Jadi jangan sampai lupa dan lalai yah dalam membayar pajak motor.

Baca Juga: Pajak Mobil: Cara Hitung, Bayar dan Besaran Denda Keterlambatan