Tabungan, Investasi, atau Asuransi: Pilih yang Mana?

Meskipun kondisi ekonomi sekarang ini masih belum stabil dengan indikasi kurs rupiah yang masih naik turun terhadap dolar, bisnis perbankan tetaplah tumbuh dan sering sekali menawarkan berbagai produk keuangan seperti tabungan, asransi, dan produk perbankan khusus investasi. Bukan hanya bank lokal, berbagai merek bank asing berlomba membuka cabang di Indonesia, bersaing dengan perbankan nasional memperebutkan dana pihak ketiga. Bank asing sadar bahwa Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar ke-4 di dunia, jelas merupakan target yang sangat menggiurkan.

Memahami Produk Keuangan dengan Kombinasi Produk Lain

Pahami Dulu Beberapa Produk Keuangan

Pahami Beberapa Produk Keuangan yang Dibutuhkan via licdn.com

 

Saat ini masyarakat Indonesia seringkali dibuat rancu dengan banyaknya produk keuangan yang mengatasnamakan tabungan, investasi, dan asuransi. Saking bingungnya, mereka juga tanpa sadar seringkali melakukan kesalahan dalam membuat perencanaan keuangan. Tujuan keuangan yang harusnya dipersiapkan dengan investasi, justru mengambil produk asuransi. Saat butuh proteksi, ternyata yang diambil malah tabungan investasi. Hal ini memang kurang lebih merupakan kontribusi dari pihak bank, perusahaan asuransi dan juga penyedia layanan investasi yang melakukan branding produk kombinasi tanpa edukasi yang benar kepada masyarakat.

Coba amati di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda. Ada begitu banyak ragam produk perbankan dengan berbagai kemasan dan iming-iming yang mencuat ke peredaran. Promosi produk mulai dari tabungan berhadiah elektronik, gadget, ibadah haji, atau pun rumah dan mobil mewah sekilas terlihat sangat menggiurkan. Ditambah lagi produk kreatif lainnya yang bermunculan dalam bentuk tabungan yang dipaketkan dengan perlindungan asuransi, baik asuransi jiwa ataupun kesehatan; hasil kerjasama pihak bank dengan perusahaan asuransi tertentu dan bahkan ada juga yang dikombinasikan dengan paket investasi. Semakin membingungkan, bukan?

Pada umumnya, masyarakat mengambil produk keuangan atas dasar prospek dari marketing bank atau agen asuransi. Produk kombinasi seperti tabungan yang dijadikan bundling dengan asuransi jiwa biasanya berupa tabungan dengan sistem kontrak, banyak dijual oleh bank umum nasional. Selain itu, asuransi jenis ini dapat ditemukan di Bank Mandiri (Mandiri Tabungan Rencana), CIMB Niaga (Tabungan Mapan), Bank OCBC NISP (Tabungan Taka), BNI (Tabungan Rencana Pintar) dan sebagainya. Tabungan-tabungan jenis ini sebenarnya untuk melindungi nasabah dari keinginan untuk mengambil dana sebelum masa kontrak selesai sehingga tujuan keuangan jadi gagal tercapai. Untuk lebih menarik sebagian dari dana simpanan dialokasikan dalam bentuk premi asuransi.

Baca Juga: Kenali 7 Jenis Tabungan Di Indonesia Ini Agar Tidak Salah Pilih

Ilustrasi Produk Keuangan Tabungan dan Asuransi

Penggambaran Contoh Produk Keuangan Tabungan dan Asuransi

Penggambaran Contoh Produk Keuangan Tabungan dan Asuransi via windows.net

 

Mari kita ambil contoh, misalnya, Tabungan Rencana Pintar yang diproduksi oleh Bank BNI bekerjasama dengan perusahaan Sun Life Financial. Tabungan ini memberikan syarat kepada nasabahnya untuk menabung selama 10 tahun. Nasabah tabungan ini sekaligus memperoleh perlindungan asuransi jiwa. Masa kontrak 10 tahun inilah yang menjadi ciri khas produk asuransi dalam bentuk proteksi jangka waktu tertentu.

Kewajiban dari nasabah itu sendiri adalah menabung setiap bulan sebesar Rp334.000 selama 10 tahun, dengan kontrak selama 17 tahun. Jika diakumulasikan dalam jangka waktu kontrak tersebut, dana tunai nasabah yang terkumpul adalah Rp40,8 juta. Bagaimana jika klausul ini tidak bisa dipenuhi oleh nasabah? Karena bersifat tabungan kontrak nasabah tidak dapat menarik tabungannya setiap saat melainkan diatur sesuai dengan kebijakan.

Hasil simulasi terkait kasus ini menunjukkan bahwa, jika nasabah ingin menarik dananya, maka dia baru bisa mulai menarik tabungan setelah tahun ke-5 sebesar Rp5 juta, lalu di tahun ke-11 senilai Rp7,5 juta, tahun ke-14 sebesar Rp12,5 juta, dan diakhir kontrak yaitu tahun ke-17 sebesar Rp25 juta. Dengan demikian total dana yang bisa ditarik adalah Rp50 juta. Karena sudah di atur dalam kontrak maka nasabah tidak bisa sesuka hati mereka untuk mengambil dana simpanan.

Baca Juga: Unit Link : Fasilitas, Keunggulan, dan Cara Kerjanya

Kelebihan dan Kekurangan Produk Keuangan Kombinasi

Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Produk Keuangan Kombinasi

Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Produk Keuangan Kombinasi via wynnnetworkassociates.com

 

Salah satu tujuan bank dan maskapai asuransi melakukan kombinasi produk tabungan, asuransi, dan investasi adalah untuk menarik minat nasabah. Namun demikian, produk tabungan yang di-bundling (digabung) dengan asuransi tersebut belum tentu menarik minat nasabah. Peru diingat, sebelum memutuskan memilih produk tersebut, ada baiknya untuk mempertimbangkan kembali kebutuhan dan tujuan finansial Anda.

Untuk menarik minat nasabah, paket tabungan maupun investasi sering dikaitkan dengan bonus yang berupa nasabah dilindungi dengan asuransi jiwa, sehingga jika nasabah meninggal dalam masa kontrak, ahli waris akan memperoleh uang pertanggungan misalnya sebesar Rp50 juta. Apabila kita lihat uraian di atas, jika nasabah tetap hidup sampai akhir masa kontrak, maka nasabah hanya memperoleh Rp50 juta. Menarik?

Disisi lain, jika Anda membutuhkan asuransi jiwa, ada satu pertanyaan yang sedikit menggelitik, yaitu apakah pertanggungan Rp50 juta atau Rp100 juta sudah tepat? Atau bahkan bisa saja Anda justru membutuhkan pertanggungan Rp1 milliar. Skema tabungan asuransi ini tentu bukanlah pilihan bijak jika pertanggungan hanya Rp50 juta yang dikemas dalam bentuk produk tabungan.

Ingat Kembali Tujuan Keuangan Anda

Tetapkan Tujuan Keuangan Anda

Tetapkan Tujuan Keuangan Anda via argeltiburcio.com

 

Untuk kesekian kalinya, nasabah perlu mengingat kembali tentang tujuan keuangan mereka sebelum akhirnya mengambil produk keuangan apakah yang dirasa cocok untuk mengembangkan aset yang dimiliki, atau untuk dana pendidikan, persiapan menikah, pembayaran uang sekolah, biaya pengobatan atau yang lainnya.

Jika tujuannya untuk pengembangan aset, maka menabung bukanlah jalan yang tepat. Anda harus memilih instrumen investasi yang juga sesuai kemampuan keuangan Anda. Dalam hal ini, pilihan investasi reksa dana, obligasi, atau saham dapat dipertimbangkan. Jika tujuan anda untuk keperluan jangka pendek atau persiapan dana darurat, maka produk tabungan tepat untuk diambil. Dan jika tujuannya untuk persiapan dana darurat jika terjadi sakit resiko kecelakaan atau bahkan meninggal dunia, maka paket asuransi lebih cocok untuk diambil.

Misalnya saja seperti uraian kasus di atas, Anda hanya mampu menyisihkan Rp334.000 sebulan. Jika anda amati, tren investasi reksa dana dengan tingkat pengembalian reksa dana saham selama ini yang rata-rata di atas 20% per tahun, dapat dihitung bahwa dengan menaruh uang tersebut di reksa dana saham secara rutin setiap bulan, Anda akan memperoleh setidaknya Rp127,7 juta di akhir tahun ke-10. Tentu ini perhitungan kasar dengan asumsi nilai imbal balik seperti asumsi diatas.

Baca Juga: Tujuan Keuangan: Bagaimana Cara Menyusunnya?

Pelajari Karakter Setiap Produk

Ketahui Karakter Setiap Produk Keuangan

Ketahui Karakter Setiap Produk Keuangan via collegenet.com

 

Tiap produk keuangan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Produk tabungan contohnya. Ada yang berupa tabungan biasa yang bisa diambil setiap saat, ada juga dengan sistem kontrak seperti deposito. Sedangkan investasi reksa dana, memang dapat dicairkan kapan saja, tanpa dibatasi, tetapi jika dilihat dari imbal balik nilai investasi hasil reksa dana pun akan berpotensi jauh lebih besar jika Anda meneruskan investasi tersebut ke tahun-tahun berikutnya.

Dalam hukum investasi, berlaku high risk, high return, yang artinya adalah semakin besar imbal balik, maka makin besar pula risikonya. Dengan potensi pendapatan yang lebih besar, risiko reksa dana memang lebih besar dibanding tabungan. Akan tetapi dengan strategi yang baik, Anda dapat ikut mendulang manisnya rezeki dari produk investasi reksa dana.

Pilih yang Paling Sesuai dengan Anda

Sekarang saatnya untuk memilih apakah mau menggunakan tabungan, produk investasi, atau asuransi. Setelah mengetahui poin-poin penting yang telah kami sampaikan di atas, pasti Anda bisa menyimpulkan salah satu produk yang sekiranya paling sesuai dengan Anda. Dalam menentukan pilihan, hal yang terpenting adalah mengerti kemampuan keuangan diri sendiri. Jangan sampai Anda mengambil suatu produk tanpa persiapan matang, dan pada akhirnya malah Anda mengalami kerugian.