Tanda-Tanda Kamu Perlu Mengganti Produk Asuransi Mobil

Memiliki asuransi mobil merupakan hal wajib bagi pemilik kendaraan beroda empat. Sebab, banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan dengan mengantongi asuransi mobil. Secara otomatis akan mengurangi beban finansial saat menggunakan mobil sebagai alat transportasi.

Ambil contohnya, ketika lampu sein pecah karena ditabrak kendaraan lain, kamu bisa ajukan klaim kepada perusahaan asuransi dan mendapat sejumlah biaya pertanggungan sebagai ganti ruginya. 

Tapi, ada kalanya manfaat yang diberikan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Inilah yang terkadang membuatmu ingin berganti produk asuransi. 

Sah-sah saja sebenarnya, tapi cobalah ganti produk asuransi mobil kalau kamu mengalami salah satu dari lima hal berikut ini.

 

1. Kebutuhan sudah berubah

kebutuhan sudah berubah

Kebutuhan selalu berubah-ubah setiap saat. Kebutuhan hari ini tentu berbeda dengan kebutuhan hari esok. Sebab, adanya hal-hal tak terduga membuatmu harus menambah jumlah kebutuhan.

Hal ini juga berlaku pada asuransi mobil. Ketika kebutuhan perlindungan atas mobil semakin meningkat, wajar kalau penggantian produk dilakukan. Misalnya, kamu pindah ke daerah yang rawan banjir, maka belilah asuransi mobil yang manfaatnya sudah mengcover kerusakan akibat banjir.

Perluasan manfaat yang didapat jelas mengurangi pengeluaran. Maka, pikirkan lagi faktor-faktor apa saja yang kedepannya mengganggu keselamatan kendaraan. Alhasil, kamu bisa sesuaikan produknya dengan kebutuhan.

Baca Juga: 6 Tips Ajukan Klaim Mobil yang Masih Kredit 

2. Harga premi semakin mahal

Salah satu tujuan membeli asuransi mobil adalah untuk menghemat pengeluaran. Ketika kamu merasa gagal dalam menghemat pengeluaran, hal yang wajar kalau berpindah ke lain hati. Apalagi perusahaan yang menawarkan produk asuransi mobil cukup banyak, jadi bisa disesuaikan dengan budget.

Apabila harga premi yang dibayarkan lebih mahal dibandingkan tahun kemarin, kamu perlu mengetahui alasannya. Jika kenaikan tersebut karena kamu mendapat perluasan manfaat, tidak apa-apa. Jika tidak, kamu bisa cari referensi asuransi lain yang berbiaya hemat.

Jangan sampai karena preminya mahal, pembayarannya menjadi menunggak. Sesuaikan dengan budget juga agar tidak memberatkanmu secara finansial.

3. Perusahaan asuransi terkena kasus

perusahaan asuransi terkena kasus

Menjadi nasabah yang bijak itu perlu saat membeli produk keuangan, seperti asuransi. Perhatikan reputasi perusahaan asuransi dalam beberapa tahun terakhir. Jika reputasinya baik, maka risiko bangkrutnya sangat minim, dan sebaliknya.

Jangan sampai salah pilih perusahaan karena ini akan mempengaruhi proses klaim di kemudian hari. Sebagai nasabah, kamu tidak mau klaim sampai ditolak karena perusahaan lagi bermasalah, bukan? Sejatinya bukan masalahmu, tapi kamu akan terkena imbasnya juga.

Baik atau tidaknya reputasi perusahaan asuransi bisa dicek melalui situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bisa juga melalui review nasabah, produk yang ditawarkan, serta kondisi keuangan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

4. Klaim asuransi yang sulit

Ada beberapa hal yang menyebabkan sulitnya klaim. Bisa karena reputasi perusahaan asuransi bermasalah, dokumen yang dilampirkan tidak lengkap, atau memang prosedur dari perusahaan berantakan. Akibatnya, prosesnya menjadi berbelit dan menyita banyak waktu.

Jika memang realitanya seperti ini, tidak salah kalau kamu mau mengganti asuransi mobil. Aksimu ini justru disarankan karena efektivitas dan efisiensi klaim yang dipertaruhkan. 

Idealnya, perusahaan asuransi harus memberikan rasa tenang kepada nasabah yang ingin mengajukan klaim. Jika kamu tidak mendapatkan ini, sangat wajar untuk mencari perusahaan asuransi lain yang lebih bisa diandalkan.

Baca Juga: Mau Beli Asuransi Kendaraan Digital? Ini 7 Trik Agar Anda Tak Salah Pilih

5. Layanan bengkel rekanan tidak bersahabat

bengkel

Penilaiannya tidak hanya sebatas perusahaan asuransi semata, tapi juga terhadap bengkel rekanan. Apabila pelayanan bengkel rekanan tidak memuaskan, prosesnya berbelit-belit, dan lokasinya sulit dijangkau, sah-sah saja kalau kamu melirik produk asuransi mobil yang ditawarkan perusahaan lain.

Pastikan perusahaan asuransi yang baru memiliki pelayanan prima dan memiliki bengkel rekanan di berbagai lokasi. Jadi, kamu bisa memilih yang terbaik menurut versimu.

Terlebih lagi saat melakukan perjalanan ke luar kota. Dengan bengkel rekanan yang tersebar luas, kamu bisa mendapatkan servis seperti yang dibutuhkan. 

6. Kondisi finansial berubah

Roda kehidupan berputar, ada kalanya di bawah maupun di atas. Hal yang sama juga berlaku terhadap kondisi finansial. Kamu tidak bisa memastikan kondisi finansial mu akan baik-baik saja atau semakin buruk karena semuanya tergantung bagaimana kamu mengelolanya.

Apabila kondisi finansial tidak sebaik dulu, hal yang wajar kalau kamu mengganti produk asuransi dengan biaya yang lebih terjangkau. Sedangkan saat finansial membaik, wajar pula kalau kamu beralih ke produk yang lebih bagus, yang mendapat perluasan lebih luas.

Intinya, selalu sesuaikan dengan kondisi finansial agar pembayaran premi selalu lancar setiap bulan.

Gantilah Produk di Waktu yang Tepat

Jika ditanyakan tentang waktu terbaik mengganti produk asuransi, sebenarnya tergantung kebutuhan masing-masing. Yang perlu diingat adalah jangan berpindah polis saat mobil baru kecelakaan karena ini menyebabkan premi asuransi mobil yang baru menjadi lebih mahal. 

Baca Juga: Jangan Terkecoh! Anda Harus Jeli Sebelum Membeli Asuransi Mobil All Risk