Tidak Semua Biaya Kanker Ditanggung BPJS, Ini Cara Pilih Asuransi Kanker

Kanker merupakan penyakit mematikan yang biasanya baru diketahui penderita saat sudah masuk stadium lanjut. Namun sebenarnya, beberapa jenis kanker dapat ditemukan lebih awal, sebelum mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh dan menyebar. Proses deteksi kanker sejak dini bisa melalui tahapan screening dan tes diagnosa kanker.

Screening meningkatkan kemungkinan kita bisa mendeteksi kanker tertentu lebih awal, sehingga kemungkinan besar kanker dapat disembuhkan. Setiap orang seharusnya memahami  jenis tes dan screening apa saja untuk deteksi kanker, kapan seharusnya melakukan tes dan apakah tes tersebut bisa proses klaim asuransi atau tidak.

Di sini Anda dapat mempelajari tentang jenis tes yang biasanya digunakan dokter untuk mencari dan mendiagnosa kanker, untuk membantu menentukan apakah kanker telah menyebar, dan memonitornya selama perawatan.

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Penyakit Diabetes Mulai dari Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Prinsip Pemeriksaan dan Proses Screening Kanker yang Dilakukan Dokter

Screening Kanker
Screening Kanker

Jika dicurigai bahwa Anda menderita kanker, dokter akan melakukan serangkaian tes darah atau tes laboratorium lainnya, seperti analisis urin atau biopsi pada area yang mencurigakan, untuk membantu dokter melakukan diagnosis.

Tes darah pada umumnya tidak dapat benar-benar membedakan apakah Anda menderita kanker atau kondisi non-kanker lainnya, namun bisa memberi petunjuk kepada dokter tentang apa yang terjadi di dalam tubuh.

Walaupun dokter Anda telah memerintahkan tes darah untuk mencari tanda-tanda kanker, itu tidak berarti bahwa diagnosis kanker telah dilakukan dan menderita kanker. Dalam hal tes ini dokterakan mencari data sebagai berikut:

Sampel yang dikumpulkan untuk tes darah dan akan dianalisis di laboratorium untuk mengetahui tanda-tanda kanker. Sampel mungkin menunjukkan sel kanker, protein atau zat lain yang dibuat oleh kanker. Tes darah juga bisa memberi tahu dokter, seberapa baik organ tubuh berfungsi dan apakah Anda terkena kanker atau tidak.

Contoh tes darah yang digunakan untuk mendiagnosis kanker meliputi:

  • Tes darah lengkap (Complete Blood Count). Tes darah umum ini mengukur jumlah berbagai jenis sel darah dalam sampel darah. Kanker darah dapat dideteksi dengan menggunakan tes ini jika terlalu banyak atau terlalu sedikit jenis sel darah atau sel abnormal yang ditemukan. Biopsi sumsum tulang juga dapat membantu memastikan diagnosis kanker darah.
  • Pengujian protein darah. Tes ini dilakukan untuk memeriksa berbagai protein dalam darahuntuk membantu mendeteksi protein sistem kekebalan tubuh abnormal tertentu (imunoglobulin) yang kadang-kadang meningkat pada orang-orang tertentu.
  • Tes penanda tumor. Penanda tumor adalah bahan kimia yang dibuat oleh sel tumor yang bisa dideteksi dalam darah. Tapi penanda tumor juga diproduksi oleh beberapa sel normal di tubuh dan dapat meningkat secara signifikan dalam kondisi non-kanker. Tes ini berfungsi untuk memantau penderita kanker payudara, kolorektal atau prostat.

Tes di atas bisa jadi berbeda untuk setiap jenis kanker. Lebih detil jenis tes dan metode deteksi kanker bisa dilihat pada uraian di bawah ini:

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Cara Deteksi Dini Jenis Kanker yang Paling Banyak Penderitanya

Beberapa jenis kanker berikut ini banyak diderita masyarakat tanah air, oleh karena itu pahami deteksi dini agar terhindar dari risiko fatal:

1. Kanker Payudara

kanker payudara
Kanker Payudara

Jenis kanker ini umumnya menyerang wanita usia 40 sampai 44, proses screening kanker payudara tahunan dengan mammogram (x-rays of the breast). Saat usia 45 - 54 atau lebih idealnya setiap tahun. Screening harus terus berlanjut selama wanita berada dalam keadaan sehat dan diperkirakan akan hidup 10 tahun lagi atau lebih lama. Semua wanita harus terbiasa dengan manfaat, keterbatasan, dan potensi bahaya yang diketahui terkait dengan screening kanker payudara.

Wanita juga harus tahu bagaimana payudara mereka biasanya terlihat dan terasa dan segera melaporkan adanya perubahan payudara pada petugas kesehatan.

2. Kanker Usus Besar, Rektum dan Polip

kanker rektum
Kanker Usus Besar, Rektum dan Polip

Banyak menyerang pada usia 50, pria dan wanita idealnya melakukan tes untuk deteksi polip dan kanker yang meliputi Colonoscopy setiap 10 tahun, atau CT colonography (kolonoskopi virtual) setiap 5 tahun. Beberapa tes “multiple feses” harus digunakan. Satu tes yang dilakukan tidak cukup. Kolonoskopi harus dilakukan jika tesnya positif.

Tes yang dapat menemukan kanker awal dan polip harus menjadi pilihan pertama jika tes ini tersedia dan Anda bersedia memilikinya. Jika berisiko tinggi terkena kanker usus besar berdasarkan riwayat keluarga atau faktor lainnya, Anda mungkin perlu melakukan screening dengan menggunakan jadwal yang berbeda.

3. Kanker Serviks

Kanker Serviks
Kanker Serviks

Tes kanker serviks harus dimulai pada usia 21 dan harus menjalani tes Pap smear setiap 3 tahun. Seorang wanita yang telah memiliki rahim dan leher rahimnya diangkat (histerektomi total) karena alasan yang tidak terkait dengan kanker serviks dan yang tidak memiliki riwayat kanker serviks atau pre-cancer serius tidak boleh diuji.

Semua wanita yang telah divaksinasi terhadap HPV masih harus mengikuti rekomendasi screening untuk kelompok usia mereka.

Beberapa wanita karena riwayat kesehatan mereka (infeksi HIV, transplantasi organ) - mungkin memerlukan jadwal screening yang berbeda untuk kanker serviks.

Baca Juga: Kanker Serviks: Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan yang Perlu Diketahui

4. Kanker Paru-Paru

Kanker Paru-Paru
Kanker Paru-Paru

Screening untuk mereka yang berisiko tinggi terkena kanker paru-paru misalnya karena merokok ada beberapa tahapan sebagai berikut (terutama dilakukan untuk usia diatas 50 tahun):

Seseorang yang merokok sebungkus rokok per hari selama > 29 tahun atau yang merokok lebih dari sebungkus sehari selama 15 tahun wajib melakukan tes ini dengan CT scan. Proses scan dilakukan di dada.

5. Kanker Prostat

Kanker Prostat
Kanker Prostat

Kanker prostat banyak terjadi pada pria usia senja. Dimulai pada usia 50, pria harus mendapatkan tes darah PSA (tes untuk mengetahui adanya kanker prostat) dengan atau tanpa pemeriksaan rektal. Seberapa sering Anda diuji akan bergantung pada tingkat PSA.

Memahami cara deteksi dini kanker seperti ulasan diatas penting untuk diketahui masyarakat agar terhindar dari risiko fatal. Setelah tahu risikonya dan paham betapa mahalnya biaya pengobatan ini, maka ikut program asuransi merupakan pilihan yang bijak. Berikut ini tipsnya.

Biaya Pengobatan Kanker Sangatlah Mahal, Ikuti Program Asuransi Kesahatan, Ini Tipsnya!

Biaya pengobatan kanker sangatlah mahal, oleh karena itu ikut serta program asuransi kesehatan sangatlah penting. Berikut ini tips memilih asuransi kesehatan yang tepat:

1. Daftarkan Sekarang Juga, Jangan Menunggu setelah Sakit

Banyak salah paham dari calon nasabah asuransi bahwa mendaftar asuransi kesehatan hanya cocok dilakukan saat sakit atau setelah pernah mengalami sakit parah. Pola pikir ini jelas terbalik, mendaftar saat sehat jauh lebih murah dan menghindarkan Anda dari risiko biaya kesehatan yang mahal.

2. Pahami Tentang “Pre Existing Condition” dan Masa Tunggunya, Pilih yang Paling Pendek

Terkadang dalam kebingungan memilih produk asuransi kesehatan banyak yang lupa untuk mengkonfirmasi tentang pre existing condition dan masa tunggunya. Perusahaan asuransi biasanya akan menetapkan periode waktu tunggu sebelum perlindungan dapat berlaku. Penggantian klaim hanya akan diberikan setelah periode waktu tunggu tersebut berakhir. Pilih yang paling menarik.

3. Perawatan Darurat dan Rumah Sakit, Sistem Klaim dan Syaratnya (Jika bisa Double Claim Lebih Bagus)

Cari tahu apa itu kondisi gawat darurat dan rumah sakit yang tercakup dalam asuransi yang dipilih. Juga, periksa apakahperlu menghubungi dokter perawatan primer (dokter umum/pribadi) Anda lebih dahulu sebelum mendapat perawatan darurat. Tanyakan juga syarat klaimnya apakah reimburse, cash plan atau sesuai nominal tagihan. Idealnya adalah klaim sesuai nominal tagihan dan sistem kartu (bukan reimburse).

Jika memungkinkan carai produk asuransi yang bisa double klaim sehingga terhindar dari risiko over plafon yang tidak bisa di klaim di perusahaan asuransi yang diambil.

Cari Saja yang Asuransi Murni, Bukan Asuransi Plus Investasi, Jika Memungkinkan Cari yang Ada Layanan Tambahan

Bisnis utama asuransi adalah proteksi sehingga jika ingin mendapat proteksi maksimal, maka ambil saja asuransi murni dan jangan tergiur dengan asuransi plus investasi. Pertimbangkan juga jika ada layanan tambahan misalnya rehabilitasi Alkohol, Perawatan Kesehatan Mental, Konseling, Perawatan Kesehatan Rumah Tangga, dan sebagainya.

Risiko kanker bisa menyerang siapa saja dan ternyata tidak semua biaya kanker itu ditanggung BPJS. Mahalnya biaya pengobatan kanker membuat Anda harus menyiapkan diri akan risiko penyakit mematikan ini. Ikut program asuransi merupakan tindakan yang tepat. Memahami deteksi dini kanker di atas penting untuk Anda pahami dengan baik. Setelah paham, jangan menunggu sakit baru ikut asuransi. Idealnya ikut program asuransi dilakukan saat sehat seperti tips di atas.

Baca Juga: Sakit Kepala? Hindari Aktivitas dan Jenis Makanan ini