Tips Utak Atik Gaji Biar Bisa Investasi

Bagi sebagian orang, urusan mengatur keuangan jadi topik yang terdengar rumit dan membuat hidup jadi serba tidak bebas. Padahal, hal ini sangat berguna agar keuangan tetap sehat dan terjamin di masa depan.

Dalam hal ini, kamu harus pintar mengelola gaji atau penghasilan agar dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari, membayar cicilan utang, persiapan dana darurat, hingga investasi agar uangmu bertambah.

Jika belum tahu rumusnya, simak penjelasan berikut ini.

Baca Juga: Investasi dengan Uang Rp 20 Ribu, Bisa Dapat Untung Berapa?

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Rumus Alokasi Gaji 50/30/20 

loader
Rumus mengatur keuangan yang umum 50/30/20

Sebenarnya, ada banyak alternatif atau metode dalam mengatur keuangan. Salah satunya menggunakan rumus 50/30/20. Jadi, gaji bersih setelah dipotong pajak dipecah menjadi tiga bagian. Di antara bagian tersebut ada alokasi untuk investasi.

1. Sisihkan 50% untuk Kebutuhan Sehari-hari

Dari penghasilan setiap bulan, alokasikan 50% untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makan dan minum, membayar tagihan listrik dan air, ongkos transportasi untuk bekerja, kuota internet, dan lainnya.

Kamu perlu merinci pengeluaran-pengeluaran tersebut agar setiap sen yang dibelanjakan sudah tepat sasaran. Dengan cara ini pun, kamu dapat mengecek pengeluaran mana yang membengkak, dan mana yang masih bisa dihemat.

2. Bayar utang alokasikan 30% dari gaji

Jika masih punya cicilan utang, baik itu kartu kredit, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Tanpa Agunan (KTA), atau Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), ini adalah kewajiban yang harus kamu bayar.

Alokasikan sebesar 30% dari gaji untuk membayar utang tersebut. Ini adalah angka ideal agar keuanganmu tetap sehat. Bila lebih dari 30%, keuanganmu bisa morat marit, gaji sebulan tak akan cukup.

Oleh karena itu, berutanglah dengan bijak. Misalnya menggunakan kartu kredit, pakai untuk kondisi darurat saat tak punya uang di dompet, seperti untuk berobat, dan lainnya.

3. Pisahkan 20% dari gaji untuk investasi dan tabungan

Mumpung masih muda, sangat penting memiliki tabungan dan investasi. Tabungan dapat dijadikan sebagai dana darurat karena sifatnya mudah dicairkan atau ditarik.

Untuk alokasi tabungan, kamu dapat menyisihkan 10% dari penghasilan. Ingat, sebaiknya jangan utak atik tabungan apabila tidak dalam situasi genting atau mendesak. Tabungan ini sifatnya untuk jaga-jaga.

Sementara sisanya 10% dari gaji dipakai untuk investasi. Investasi adalah jalan untuk meningkatkan kekayaan. Uangmu dapat berkembang menjadi banyak dari imbal hasil atau return yang dihasilkan.

Tidak seperti tabungan yang bunganya kecil, imbal hasil investasi biasanya selalu di atas inflasi. Jadi, kalau mau kaya raya, ya dengan investasi.

Baca Juga: Ciri-ciri Saham Gorengan yang Perlu Kamu Ketahui

Tips Memulai Investasi

loader
Memulai investasi harus punya tujuan investasi

Untuk memulai investasi memang tidak mudah. Banyak godaan yang datang, seperti ajakan belanja diskon, makan di restoran, foya-foya, dan lainnya.

Berikut tips agar bisa memulai investasi:

  • Tentukan tujuan investasi 

Mau investasi, harus tahu dulu apa tujuannya. Jadi gak asal investasi, taruh duit, selesai. Tetapkan tujuan investasimu. Misalnya ingin investasi untuk biaya kuliah, DP rumah, atau biaya menikah.

Selanjutnya tetapkan jangka waktunya, dan pilih instrumen investasinya. Apakah mau investasi emas, deposito, reksadana, surat utang negara (SUN), fintech lending, atau terjun bermain saham.

Sebagai contoh, investasi untuk biaya menikah 2 tahun lagi. Kamu bisa memilih investasi emas atau reksadana pendapatan tetap.

Kamu akan mendapat return atau imbal hasil dari investasimu, meskipun tidak terlampau besar mengingat jangka waktunya pendek.

Setidaknya kamu dapat mengamankan uangmu, bahkan membuatnya berkembang biak, tidak seperti tabungan yang justru digerogoti inflasi dan biaya administrasi lain.

  • Kencangkan ikat pinggang

Kalau gajimu kecil, tetapi pengin banget investasi, ya harus berkorban. Caranya dengan berhemat supaya bisa menyisihkan uang setiap bulan.

Keluarkan uang hanya untuk membeli kebutuhan. Kesampingkan keinginan atau pengeluaran yang sifatnya masih bisa ditunda.

Kamu harus mampu hidup hemat demi memiliki masa depan keuangan yang cerah. Demi mencapai tujuan investasimu.

Baca Juga: Keuangan Sejahtera sampai Tua, Begini Cara Sukses Berinvestasi di Usia 20-an

  • Pelajari dan kelola risikonya

Selain itu, pelajari setiap risiko dari instrumen yang kamu pilih. Mau yang risikonya rendah, menengah, atau tinggi, tetap harus tahu risiko yang mungkin timbul. Dengan demikian, kamu dapat mengelola risiko tersebut dengan tepat agar menghindari dari kerugian besar.

  • Disiplin menyisihkan uang

Jangan hangat-hangat tahi ayam, semangat di awal, mandek di tengah jalan. Investasi butuh komitmen, konsisten, dan disiplin.

Disiplin menyisihkan uang setiap bulan sebesar 10% dari gaji. Kalau habis dapat THR atau bonus pun, jangan lupa alokasikan untuk investasi.

  • Investasi jangka panjang

Walaupun kamu sudah punya tujuan investasi, misalnya dalam jangka pendek, kamu juga harus investasi dalam jangka panjang.

Investasi jangka panjang akan memberi keuntungan lebih maksimal. Misalnya saham, hanya cuan satu atau dua digit karena investasi jangka pendek.

Sedangkan kalau dibiarkan ‘tidur’ dalam jangka panjang, lebih dari 5 tahun, keuntungannya bisa ratusan sampai ribuan persen. Investasi jangka panjang sangat disarankan untuk mempersiapkan keuangan di masa depan.

Mulai Investasi Sejak Dini

Begitu ada keinginan investasi, jangan tunda lagi. Segera wujudkan. Sebab godaan di luar sangat banyak sehingga dapat membuatmu maju mundur lagi untuk investasi.

Mulai dari modal kecil dulu tak apa. Hasil keuntungan bisa kamu pakai untuk meningkatkan modal investasi. Dengan begitu, masa depan keuanganmu dijamin aman sentosa. Tidak akan kekurangan duit, apalagi hidup melarat.

Baca Juga: Cara Mudah Menjaga Keuangan Tetap Sehat kala PPKM Darurat