Warga Perlu Tahu, Syarat dan Cara Buat Surat Keterangan Domisili

Dokumen kependudukan merupakan hal penting yang harus dimiliki setiap Warga Negara Indonesia (WNI), baik dari kalangan dewasa hingga bayi baru lahir sekalipun. Dengan adanya dokumen kependudukan tersebut, artinya seseorang merupakan warga resmi negara Indonesia.

Namun, masih banyak warga Indonesia yang belum memiliki dokumen kependudukan secara lengkap dan tidak mengurusnya ke layanan kependudukan. Beragam alasan dilontarkan, mulai dari tidak tahu pentingnya dari setiap dokumen kependudukan hingga malas mengurus dokumen karena prosedurnya yang ribet.

Sebut saja, Surat Keterangan Domisili (SKD) menjadi salah satu dokumen penting tapi belum banyak diketahui masyarakat. Padahal dengan adanya SKD ini, masyarakat bisa dengan mudah mengurus berbagai kepentingan pribadi dan keluarga.

Agar pengetahuan tentang dokumen kependudukan bertambah, sebaiknya simak ulasan berikut ini yang telah Cermati.com rangkum dari berbagai sumber mengenai pentingnya hingga cara membuat SKD.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Surat Keterangan Domisili

loader
Surat keterangan domisili

Masyarakat akan membutuhkan Surat Keterangan Domisili ini apabila orang tersebut datang dan tinggal sementara waktu atau pindah ke suatu wilayah. Dengan memiliki SKD ini, artinya orang tersebut telah resmi melaporkan keberadaannya saat ini kepada pemerintah.

Sering terjadi pada masyarakat yang tinggal di luar kota datang ke Jakarta untuk pindah atau tinggal sementara dalam waktu yang tidak bisa ditentukan. Pada umumnya, pengurus warga setempat seperti RT akan menanyakan atau membantu mengurusi kepemilikan SKD bagi warga pendatang dari luar wilayah yang belum memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) daerah setempat.

Legalitas Surat Keterangan Domisili (SKD) diatur dalam pasal 15 ayat 1 Undang-Undang Administrasi Kependudukan. Setiap pendatang wajib mengurus surat keterangan pindah atau surat keterangan domisili pada instansi berwenang seperti kantor kepala desa atau kantor kelurahan.

Penerbitan SKD untuk wilayah Jakarta, terdiri dari:

  1. Penerbitan SKD baru
  2. Penerbitan SKD Sementara karena peruabahan data
  3. Penertbitan SKD Sementara karena hilang atau rusak

Baca Juga: Hindari Virus Corona, Urus KTP, KK dkk Bisa Lewat Aplikasi Gisa

Manfaat Kepemilikan Surat Keterangan Domisili

loader
SKD bisa untuk mengurus pernikahan

Perlu Anda ketahui bahwa SKD ini bukan hanya bermanfaat bagi pendatang baru saja sebagai tanda pengenal. Akan tetapi masih banyak manfaat lain dari kepemilikan SKD ini untuk mengurus berbagai keperluan. Berikut beberapa contohnya:

  1. Pembuatan rekening bank
  2. Mengurus pernikahan
  3. Melamar pekerjaan
  4. Pendaftaran sekolah
  5. Sebagai pengganti Surat Keterangan Pindah
  6. Akta lahir
  7. Pembuatan NPWP
  8. Mendapatkan bantuan dari pemerintah
  9. Pengurus dokumen legal lainnya

Selain itu, jika Anda sebagai warga pendatang telah memiliki SKD ini, artinya Anda juga telah membantu pemerintah untuk pemetaan persebaran penduduk di setiap wilayah Indonesia dari sabang sampai marauke.

Cara Kepemilikan Surat Keterangan Domisili

loader
Cara kepemilikan SKD

Mengingat SKD ini merupakan dokumen pribadi, maka orang yang bersangkutan harus mengurusi secara mandiri ke pihak yang berwenang menerbitkan SKD seperti kantor keluarahan atau kantor kepada desa. Penerbitan SKD ini juga tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis.

Syarat Mengurus Surat Keterangan Domisili

Berikut beberapa syarat yang perlu disiapkan untuk mengurus dan memiliki SKD dari kelurahan dan kepala desa, antara lain:

  1. Berusia 17 tahun dan sudah memiliki KTP
  2. Surat Pengantar dari RT dan RW
  3. Lampirkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga
  4. Surat permohonan dokumen dan data
  5. Materai Rp6 ribu
  6. Pas foto 3x4 sebanyak 1 lembar
  7. Surat kuasa jika pengurus diwakilkan dan lengkapi dengan materai Rp6 ribu

Baca Juga: Urus Akta Lahir Hingga Suket Kematian Bisa Online dan Cetak dari Rumah, Begini Caranya

Tahapan Mengurus Surat Keterangan Domisili

Agar Anda lebih mudah mengurus SKD ini, berikut tahapan yang perlu Anda perhatikan sebagai gambaran, yaitu:

  1. Datang ke kantor RT untuk meminta surat pengatar
  2. Surat pengantar RT diserahkan ke kantor RW untuk ditanda tangani
  3. Bawa syarat dokumen lainnya ke kelurahan atau kepala desa
  4. Sampaikan kepada petugas menyoal tujuan pembuatan atau penerbitan SKD
  5. Pihak petugas akan mengarahkan untuk mengambil nomor antrian
  6. Setelah dipanggil, serahkan dokumen ke petugas
  7. Setelah petugas memeriksa dokumen dan dipastikan lengkap, permintaan penerbitan SKD segera diproses
  8. Proses penerbitan SKD paling lambar 14 hari kerja sejak diterimanaya berkas
  9. Jika SKD telah berhasil diterbitkan, fotokopi dan stemple kantor keluarahan atau kepala desa untuk berbagai keperluan
  10. Simpan SKD yang asli di tempat yang aman

Segera Urus SKD Karena Bisa Sebagai Pengganti KTP

Penduduk resmi Indonesia wajib memiliki KTP sesuai wilayahnya, namun bagi warga pendatang Anda bisa menggunakan SKD ini sebagai pengganti KTP. Untuk itu, wajib hukumnya memiliki SKD sebagai pengenal identitas diri bagi seseorang yang baru saja datang dari kota lain atau pindah ke kota lain. Tak perlu khawatir dalam mengurus dokumen ini, karena prosesnya sangat mudah sehingga Anda tidak perlu membayar orang lain untuk membantu mengurusinya.

Baca Juga: Makin Mudah, Begini Cara Membuat e-KTP Tanpa Surat Pengantar RT/RW