WNI Lama Tinggal di Luar Negeri, Balik ke Indonesia. Bagaimana Lapor Pajaknya?

Aturannya, setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi syarat sebagai Wajib Pajak (WP) harus melakukan kewajibannya membayar pajak. Ini disebut sebagai Subjek Pajak Dalam Negeri (SPDN).

Lalu, bagaimana pembayaran pajak atau pelaporan SPT (Surat Pemberitahuan) Tahunan Pajak jika WNI itu lama tinggal di luar negeri kemudian kembali lagi ke Indonesia? Mungkin Anda salah satunya yang kebetulan bertanya-tanya soal hal ini.

Untuk lebih jelasnya, bagaimana pelaporan pajak WNI yang lama tinggal di luar negeri kemudian kembali ke Indonesia, simak ulasan yang dirangkum Cermati.com berikut ini.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

6 Bulan Tinggal di Indonesia, Wajib Bayar Pajak dan Lapor SPT

Lapor SPT Pajak
Ilustrasi lapor SPT Tahunan PPh

Berdasarkan Pasal 2 ayat (3) huruf a Undang-Undang Pajak Pernghasilan (PPh), SPDN adalah:

“Orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.”

Artinya, jika Anda sebagai WP yang sudah tinggal selama 163 hari (6 bulan) di Indonesia, maka wajib membayar dan melaporkan SPT PPh Orang Pribadi.

WNA Juga Wajib Bayar Pajak Bila…

Tentu saja, kewajiban membayar pajak dalam negeri atau SPDN ini tidak hanya berlaku pada WNI, tapi juga WNA yang berada di Indonesia. Apabila warga negara asing itu tinggal di Indonesia lebih dari 183 hari atau 6 bulan, maka WNA itu masuk kategori subjek pajak dalam negeri, yang harus membayar dan melaporkan pajaknya.

Nah, WNA tersebut tidak lagi wajib bayar pajak di Indonesia atau tidak menjadi SPDN apabila orang tersebut sudah meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya.

Kurang dari 6 Bulan Tinggal di Indonesia, WNI Tak Perlu Bayar Pajak

Berdasarkan peraturan perundang-undangan pajak pernghasilan tersebut, maka bila WNI yang lama tinggal di luar negeri, kemudian kembali ke Indonesia namun hanya tinggal di sini kurang dari 183 hari atau 6 bulan saja, maka tidak punya kewajiban membayar pajak penghasilan di Indonesia.

Baca Juga: SSE Pajak, Sistem Bayar Pajak Online yang Ngasih Kemudahan

Lama Tinggal di Luar Negeri, Jadi Target Wajib Pajak Negara Lain

Pajak Orang Asing
Ilustrasi pempayaran pajak untuk warga asing

Apabila Anda sebagai WNI yang kemudian tinggal di luar negeri lebih dari 183 hari dan berniat berada di sana dalam kurun waktu lama, maka Anda tidak lagi sebagai SPDN yang wajib bayar pajak di Indonesia. Akan tetapi, Anda menjadi Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN).

Dengan menjadi SPLN karena lama tinggal di luar negeri, artinya Anda harus membayar pajak penghasilan di negara tempat Anda tinggal tersebut. Jadi, Anda tidak perlu bayar pajak penghasilan buat Indonesia, tapi bayar pajak penghasilan itu ke negara tempat Anda tinggal itu.

Namun, ketika Anda memutuskan untuk meninggalkan Indonesia buat selama-lamanya atau dalam kurun waktu yang lama, maka Anda harus menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasilan paling lambat saat meninggalkan Indonesia.

Baca Juga: Jenis-Jenis Pemeriksaan Pajak yang Perlu Diketahui Wajib Pajak

Bagaimana Kalau Lama Tinggal di Luar Negeri, Lalu Kembali Lagi ke Indonesia?

Hidup di Luar Negeri
Ilustrasi hidup di luar negeri

Sebagaimana penjelasan di atas, sebagai WNI yang merupakan subjek pajak dalam negeri, maka ketika kembali lagi ke Indonesia dan tinggal di sini lebih dari 183 hari (6 bulan), maka wajib membayar pajak penghasilan dan melaporkan SPT Tahunan Pajak.

Cara pembayaran pajaknya sesuai dengan ketentuan pembayaran PPh Orang Probadi secara online melalui situs resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Lalu, bagaimana pelaporan pajaknya?

Cara melaporkan pajaknya:

Pelaporan pajak atau SPT Tahunan Pajak bagi WNI yang lama tinggal di luar negeri kemudian kembali ke Indonesia juga dilakukan secara online sama seperti ketika melakukan pembayaran pajak sebelumnya. Buka situs resmi Ditjen Pajak di DJP Online.

Kembali dari Luar Negeri Kurang dari 6 Bulan Tak Perlu Lapor SPT

Karena sebelumnya sudah menyampaikan SPT untuk terakhir kalinya setika meninggalkan Indonesia untuk tinggal di luar negeri, maka ketika kembali ke Indonesia dan hanya kurang dari 6 bulan berada di Indonesia, maka tidak perlu membayar pajak dan melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi OP).

Cara Lapor SPT Saat Kembali ke Indonesia Setelah Lama Tinggal di Luar Negeri

Bayar Pajak Online
Ilustrasi bayar pajak

Nah, jika Anda berniat kembali ke Indonesia dan tinggal lama atau menetap di sini, maka Anda wajib membayar pajak penghasilan dan melaporkan SPT Tahunan PPh OP dari pembayaran pajak yang Anda lakukan. Caranya pelaporan pajaknya tetap saja secara online melalui situs resmi Ditjen Pajak di djponline.pajak.go.id.

Pilih pengisian SPT Tahunan Pajak untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dengan kode 1770 bila penghasilan Anda di atas Rp60 juta per tahun dan bukan sebagai pegawai/karyawan. Tapi jika Anda adalah seorang pegawai/karyawan, maka jenis SPT yang digunakan adalah 1770S.

Bila penghasilan Anda kurang dari Rp60 juta per tahun, maka jenis SPT yang digunakan untuk pelaporan adalah 1770 bila Anda bukan pegawai/karyawan, dan menggunakan SPT jenis 1770SS bila Anda adalah pegawai/karyawan.

Baca Juga: 3 Aturan Pajak Berubah, Lapor SPT Pajak Tahunan Makin Mudah