10 Tips Menabung Cerdas dari Uang Saku untuk Para Pelajar

Menabung bisa jadi solusi cerdas untuk mengelola keuangan agar tidak berantakan. Tak semua orang bisa menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung, apalagi mereka yang masih di usia pelajar baik yang masih duduk dibangku SD-SMA, bahkan kuliah. 

Tentu ini hal yang cukup sulit dilakukan, mengingat uang saku yang diperoleh berasal dari orang tua. Meski begitu, kamu bisa lakukan beberapa tips berikut ini dalam mengelola keuangan agar kamu yang masih pelajar bisa menabung dengan lebih efektif dari uang saku.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Tips Menabung dari Uang Saku bagi Pelajar

Bagi para pelajar dan mahasiswa, tentunya uang yang diperoleh berasal dari orang tua yang disebut uang saku atau uang jajan. Daripada hanya habis untuk jajan, sebaiknya uang saku ini juga ada yang ditabung. Dengan uang tabungan tersebut, kamu bisa pakai sesuai keinginan, seperti beli gadget baru, sepatu, dan sebagainya.

Mungkin sebagian pelajar dan mahasiswa sulit menabung sebagian uang sakunya karena jumlah yang orang tua berikan tidak terlalu banyak. Tapi jika ada niat, kamu tetap bisa menabung meski jumlahnya tak seberapa. Berikut tips menabung dari uang saku yang bisa kamu lakukan.

1. Biasakan menabung meski nominalnya kecil setiap hari

loader
Menabung dari uang saku

Hal pertama yang patut dilakukan para pelajar adalah membiasakan diri menabung tiap hari, meskipun jumlahnya kecil. Ketika kamu rutin menabung, apalagi setiap hari ini akan menjadi langkah awal untuk kamu bisa mengelola uang lebih baik nantinya. 

Selain itu, meski kecil jumlahnya tapi jika dilakukan rutin, ini akan menghasilkan sesuatu yang besar. Jika suatu hari lupa memasukan uang tabungan, maka masukan 2 kali lipat dari nominal biasanya sebagai ganti. 

2. Kurangi kebiasaan nongkrong yang kurang bermanfaat

Pergi nongkrong bersama sahabat atau teman-teman, memang bukan hal yang keliru. Tapi kamu perlu tahu batasan pengeluaran jika kamu melakukan kegiatan nongkrong tersebut. Ingatlah, agar uang saku yang orang tua berikan jangan sampai habis sia-sia hanya untuk nongkrong.

Kamu pasti punya hal lain yang ingin dimiliki, bukan? Jadi, sebaiknya kurangi nongkrong di luar. Jika memang tak bisa jauh dari teman-teman, ajak saja mereka untuk nongkrong di rumah dan ciptakan suasana seru tanpa harus keluar uang banyak. 

3. Bawa bekal dari rumah

Pelajar dan jajan, memang tak bisa dipisahkan, inilah yang kerap membuat para pelajar kehabisan uang saku dari orang tuanya. Nah, daripada keluar uang jajan terus, ada baiknya untuk membawa bekal sendiri dari rumah. Misalnya saja roti, snack, buah atau menu menarik lainnya dan air minum, dan kamu bisa minta ibu di rumah untuk membuat bekal kesukaan.

4. Jangan Anggap remeh uang receh 

Sering mendapatkan uang kembalian dalam bentuk receh? Jangan dibuang atau dibiarkan tergeletak seperti barang tidak berguna. Kamu bisa menyimpannya dalam celengan atau toples, dan di saat tidak terduga, uang receh ini bisa menyelamatkanmu! 

Baca Juga: 6 Tips Mengajar Balita Menabung

5. Titipkan uang saku 

Ketika melihat di dompet masih menyimpan  uang yang cukup banyak, tak sedikit orang yang merasa "gatal' untuk membelanjakannya. Hal ini sudah jadi naluri alami, tapi kamu bisa menyiasatinya dengan menitipkan uang tersebut ke orang lain yang dipercaya, misalnya ibu, kakak, guru di sekolah atau dosen di kampus.

Agar cara ini lebih efektif, kamu bisa membuat perjanjian atau aturan bersama orang yang dititipi uang tadi. Seperti masalah untuk setor setiap hari, seperti sistem setor tunai ke bank, lalu kapan uang bisa diambil. Ini supaya kegiatan menabung bisa lebih disiplin.

6. Belanjakan uang dengan bijak

loader
Menabung dari uang saku

Setelah berhasil menyisihkan sebagian uang saku susah payah, jika tabungan tadi sudah terkumpul maka belanjakan lah dengan bijak. Jangan kalap mata dan membelanjakannya untuk hal-hal konsumtif yang kurang bermanfaat. Ingat kembali bagaimana perjuanganmu saat menabungnya sedikit demi sedikit.

7. Buat pos-pos pengeluaran

Agar uang saku yang diberikan orangtua bisa lebih jelas kemana perginya, sebaiknya mulailah membuat pos-pos pengeluaran tersendiri. Jika kamu tinggal di tempat kos dan jauh dari orangtua, maka bagi uang saku dalam beberapa pos. Mulai dari tabungan, uang makan dan jajan, perlengkapan mandi, dan pengeluaran lain-lain. 

Dengan membaginya dalam pos-pos tersendiri, ini akan membantumu mengatur dan memantau kemana saja uang sakumu dikeluarkan. Sehingga, jika jatah uang saku dari orang tua dikirimkan, kamu bisa lebih cekatan mengelolanya dan tidak cepat habis. 

8. Catat pengeluaran

Setelah membuat pos-pos pengeluaran apa saja yang harus dibayar, jangan lupa juga untuk mencatat setiap pengeluaran yang dilakukan. Misalnya pengeluaran jajan, transportasi, tugas dan sebagainya. Dengan melakukan pencatatan atau setidaknya menyimpan struk transaksi pembelian, kamu bisa lebih tahu kemana uang sakumu dibelanjakan.

Nantinya ini akan memudahkan kamu untuk memilah-milah pengeluaran, mana yang penting dan mana yang harusnya bisa dikurangi. Sehingga, kelebihan uang saku bisa disimpan dalam tabungan atau keperluan penting lainnya. 

Mencatat pengeluaran harian sejak dini, akan membantu kamu lebih pandai dalam mengelola keuangan nantinya. Jadi, jangan anggap remeh pengeluaran sekecil apapun, catat baik-baik agar nanti bisa dievaluasi. 

Baca Juga: Jadikan Kasus Winda Earl vs Maybank Pelajaran, Ini Tips Aman Menabung di Bank

9. Bedakan mana kebutuhan atau keinginan

Di usia pelajar atau sebagai mahasiswa, mungkin belum banyak yang bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, meski hal tersebut cukup mudah. Mengapa hal ini penting? Dengan memahami bedanya kebutuhan dan keinginan, nantinya kamu bisa lebih mengontrol penggunaan uang saku untuk hal-hal konsumtif. Sehingga, tak ada lagi alasan tak bisa menabung karena kehabisan uang saku.

Di masa sekolah atau kuliah, seharusnya jadi langkah awal untuk bisa mengatur dan membedakan mana kebutuhan atau keinginan, lalu mana yang harus didahulukan. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus segera dipenuhi dan tak bisa ditunda, sementara keinginan lebih fleksibel. 

Misalnya saja, uang saku tinggal Rp 50 ribu di dompet, maka apakah akan kamu belanjakan merchandise dari idol kesayangan atau beli  buku tulis dan peralatan sekolah lainnya yang sudah habis.

Jika di usia ini, kamu masih belum bisa memilih prioritas antara kebutuhan dan keinginan, bisa dipastikan kamu bakal kalang kabut soal keuangan. Bisa-bisa, uang saku dari orangtua akan selalu habis tak bersisa bahkan kurang.

10. Manfaatkan promo dan diskon

loader
menabung dari uang saku

Di beberapa momen tertentu, banyak penjual baik secara offline maupun online yang kerap memberikan promo hingga diskon. Nah, agar lebih hemat pengeluaran, kamu bisa memanfaatkan promo, diskon yang ditawarkan. Sisa uang belanjanya bisa kamu sisihkan buat dimasukan dalam tabungan atau celengan.

Namun, pastikan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kamu dan bukan keinginan saja. Jika tidak, alih-alih berhemat, promo dan diskon bisa menjerumuskan kamu dalam sikap boros yang tak ada hentinya

Melatih Kebiasaan Menabung Sejak Dini

Usia pelajar atau bahkan mahasiswa, bukan alasan bagi siapapun untuk bisa bersikap boros. Ada baiknya untuk mulai menanamkan kebiasaan menabung dan berhemat sejak dini. Selain bisa punya uang lebih untuk membeli sesuatu yang diinginkan, menabung sejak dini juga membantu kamu agar lebih pandai mengelola keuangan di masa depan. Mulailah menabung dari nominal yang kecil. Jika kamu sudah terbiasa berhemat, tingkatkan nominal menabung.

Baca Juga: Biar Tak Boros, Begini Tips Menabung Seminggu Sekali