7 Tips Memilih Deposito Bank Terbaik buat Pemula

Deposito masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat. Itu karena investasi ini termasuk rendah risiko dan menawarkan suku bunga lebih tinggi dibanding tabungan.

Selain itu, kamu tidak perlu susah payah mengelola deposito. Pihak bank yang akan mengelolanya. Meski terbilang aman, kamu tidak boleh gegabah memilih produk deposito bank.

Berikut tips memilih deposito bank yang tepat guna memaksimalkan keuntungan investasi:

Baca Juga: Kenali 7 Jenis Tabungan Di Indonesia Ini Agar Tidak Salah Pilih

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

loader
Ilustrasi deposito

1. Ketahui jumlah minimum deposito

Saat ini, jumlah deposito minimum yang harus disetorkan ke pihak bank semakin terjangkau. Dengan uang Rp 1 juta, kamu sudah bisa membuka deposito dan menikmati keuntungannya.

Namun, ketentuan ini tidak berlaku untuk semua bank karena setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda. Jika kamu bermaksud untuk membuka deposito, maka cari tahu dulu berapa jumlah awal yang harus disetorkan.

Pilih yang jumlahnya tidak membebani finansialmu guna menghindari adanya penarikan dana sebelum waktu jatuh tempo tiba. Informasi mengenai jumlah minimum ini dapat dilihat di brosur, website resmi, akun sosial media, atau aplikasi dari bank yang bersangkutan.

2. Menyesuaikan jangka waktu deposito

Jangka waktu deposito pada umumnya adalah 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan. Kamu bisa tentukan sendiri jangka waktu depositonya sesuai keinginan.

Jika memang uangnya tidak ingin dipakai dalam waktu dekat, maka pilih yang jangka waktunya panjang agar keuntungannya maksimal. Semakin lama uang didepositokan, semakin besar persentase suku bunganya.

Terlebih lagi kalau jumlah uangnya lumayan besar. Sebagai nasabah, kamu diperbolehkan untuk memperpanjang otomatis atau tidak otomatis saat deposito jatuh tempo.

Jika diperpanjang otomatis, maka jumlah yang didepositokan adalah jumlah pokok ditambah bunga depositonya. Alhasil, keuntungan yang diperoleh berbeda setiap periode.

3. Memilih bank yang terpercaya

Selanjutnya adalah memilih bank yang terpercaya. Kedengarannya sepele, tapi kuncinya ada di sini kalau kamu tidak ingin kehilangan uang yang sudah dimasukkan ke deposito.

Sebab, tidak sedikit oknum yang menawarkan produk deposito dengan modal minim dan tingkat keuntungan tinggi. Sebaiknya waspada terhadap iming-iming bunga tinggi karena sejatinya batasan mengenai suku bunga deposito telah ditentukan.

Lebih baik cari tahu informasi mengenai perbankan atau lembaga keuangan tertentu sebelum membeli produk keuangan yang ditawarkan, seperti deposito. Pilih perbankan yang menjadi peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dengan begini, investasi deposito akan dijamin LPS bila sewaktu-waktu bank bangkrut atau dilikuidasi. Nilai deposito yang dijamin tidak lebih dari Rp 2 miliar.  

Baca Juga: Cara Menghitung Bunga Deposito, Seperti Apa Rumusnya?

4. Hitung jumlah keuntungannya

Setiap bank menawarkan suku bunga deposito yang berbeda. Ada yang 5,25% per bulan, 5,50%, 6%, hingga 7%. Pilih bank yang menawarkan suku bunga tertinggi karena ini sangat berpengaruh pada besarnya keuntungan yang diperoleh saat deposito jatuh tempo.

Perhitungan tidak berhenti sampai disitu. Perlu juga dilakukan perhitungan keuntungan untuk setiap jangka waktu yang ditawarkan oleh perbankan. 

Apabila jangka waktu deposito 12 bulan lebih besar daripada 6 bulan, lebih baik pilih yang 12 bulan. Tentu dengan catatan, kalau uangnya tidak akan dipakai dalam kurun waktu 1 tahun mendatang. 

loader
Ilustrasi bunga deposito

5. Pertimbangkan biaya lainnya

Dalam memilih deposito perbankan, penting juga untuk mempertimbangkan biaya lain-lain. Sebut saja biaya pajak, materai, atau penalti kalau terjadi penarikan deposito sebelum jatuh tempo. 

Ambil contohnya biaya pajak. Untuk jumlah deposito di atas Rp 7,5 juta biasanya dibebankan pajak sebesar 20% yang akan dipotong dari bunga keuntungan deposito saat jatuh tempo. Sedangkan di bawah Rp 7,5 juta tidak dikenakan pajak apapun.

Bank mempunyai kebijakan masing-masing mengenai besarnya biaya yang dibebankan kepada nasabah. Jadi, cari tahu agar kamu tidak merasa dirugikan pada saat mengambil keputusan atas uang yang didepositokan. 

6. Kemudahan fitur deposito

Fitur yang ditawarkan oleh setiap bank berbeda-beda. Ada bank yang menawarkan fitur Automatic Roll Over (ARO) atau perpanjangan otomatis dan suku bunganya dapat ditarik atau ditransfer ke rekening lain. Tapi, ada juga bank yang hanya menawarkan fitur ARO saja.

Perbedaan inilah yang harus dicermati baik-baik. Fitur yang lengkap tentu akan membuat kamu semakin untung saat membuka deposito meskipun sifatnya bukan material. 

Baca Juga: Deposito Syariah vs Konvensional, Manakah yang Menguntungkan?

7. Kelola arus kas dengan baik

Sebelum membuka deposito, disarankan untuk mengkaji ulang kondisi finansial masing-masing. Jangan terlalu memaksakan diri untuk membuka deposito dalam jumlah besar kalau nantinya kamu jadi tidak punya simpanan lain, seperti dana darurat.

Di sisi lain, belajar juga mengesampingkan biaya-biaya yang ada kaitannya dengan gaya hidup konsumtif. Misalnya, belanja, nongkrong, atau jajan. Daripada uang habis untuk kesenangan sesaat, lebih baik dikumpulkan, lalu masukkan deposito untuk kesenangan jangka panjang. 

Mulai Investasi Sedari Dini

Investasi memang erat kaitannya dengan risiko, termasuk deposito. Tapi, risiko bukanlah faktor penghambat untuk memulai investasi.

Apalagi di balik risiko tersebut, terdapat sejumlah keuntungan yang bisa dinikmati, baik untuk hari ini maupun di masa mendatang. 

Baca Juga: 5 Deposito Terbaik di Indonesia